Oegroseno kritik Jaksa: P21 Kasus Ijazah Jokowi Berpotensi Jadi Preseden Buruk Penegakan Hukum
Mantan Wakapolri, Oegroseno, melontarkan kritik keras terhadap keputusan jaksa yang menyatakan berkas perkara dugaan berita bohong terkait ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, lengkap (P21) dengan tersangka Roy Suryo.
Menurut Oegroseno, jika perkara ini tetap dipaksakan maju ke pengadilan, publik berhak mempertanyakan konsistensi dan logika penegakan hukum. Ia menilai kasus yang sebagian pihaknya sudah memperoleh penghentian perkara justru diteruskan kepada pihak lain, sehingga memunculkan kesan tebang pilih dan kriminalisasi.
Dengan nada menyindir, Oegroseno meminta aparat penegak hukum kembali membuka buku Hukum Acara Pidana sebelum terburu-buru menyatakan berkas lengkap. Baginya, P21 bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi harus berdiri di atas konstruksi hukum yang kuat, objektif, dan bebas dari tekanan opini.
"Kalau perkara yang semestinya bisa diselesaikan melalui restorative justice malah dipaksakan ke meja hijau, sementara pihak lain dihentikan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nasib terdakwa, tetapi juga kredibilitas penegakan hukum itu sendiri," tegasnya.
Pernyataan tersebut menambah sorotan terhadap kasus yang sejak awal memicu perdebatan luas, dengan sebagian kalangan menilai proses hukum lebih sarat nuansa politik daripada murni penegakan hukum.
BBC News Indonesia menemukan fakta bahwa selama di Jakarta, Yasinta Moiwend alias Mama Yasinta bertemu tiga advokat dan seorang perempuan asli Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika.
Dua dari empat orang tersebut diduga memiliki rekam jejak digital dan hubungan samar dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
Adapun salah satu advokat yang ditemui Yasinta bekerja di firma hukum milik pengurus Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra. https://t.co/hvmKkck4rc
Jadi rumornya gini
Pur mau digeser ke BI
posisi menkeu ditawarkan ke dede
tapi dede ngajuin sarat2 salah satunya hapus MBG
Tentu wowo ilfil dan akhirnya batal deh
Roy Suryo : Maklampir minim baca Undang undang, pengetahuannya nol koma. Kok masih dipakai sebagai lawyer. Pantes saat debat dengan Abdul Ghafur sangadji keok Sinenek ini. ๐๐๐
Berdoa dan ibadahnya ditambah lebih rajin lagi yok gaes!
Tanda-tanda itu makin dekat!
Lihatlah, para investor Dapur MBG ini aja udah pada teriak-teriak.
Mau berharap ke siapa lagi kita kalau bukan ke diri sendiri dan Tuhan.
Ngarepin Pemerintah bantu kita udah sangat SULIT
2 x kena tipu.
1. Ditipu orang yg membeli kopinya.
2.Ditipu oknum polda Lampung ketika melaporkan penipu yg membeli kopinya.
1,4M uang penjualan kopi.
31 juta diminta oknum polda Lampung.
Polri terbaik dalam pengelolaan MBG (kata Prabowo)
Terburuk dalam kamtibmas (kata gua)
INI MAL-ADMINISTRASI GAK SIH?
PRABOWO BENER-BENER GAK PAHAM TATA KELOLA UANG NEGARA YA?
Masak,
Menteri minta anggaran 5 triliun, dikasih 10 triliun.
Minta 100 triliun, kalau bisa dikasih 335 triliun. (MBG)
Nyambung juga,
ditanya sumber uang plesiran darimana, kalo ada lebihnya ditanggung sndiri.
Lah emg bisa campur2 gtu?
Sembarangan banget..
Terlepas dari itu,
Rakyat cuma minta satu hal:
Uang sebanyak itu hasilnya apa? Kalau sekolah masih rusak,
jalan masih berlubang,
harga kebutuhan terus naik,
dan korupsi masih jalan,
yang dibutuhkan bukan anggaran lebih besar, tapi pengawasan yang lebih besar.
Karena yang membuat negara maju bukan seberapa banyak uang yang dibelanjakan,
melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat.
Momen saat Menteri Luar Negeri Sugiono gelapan saat ditanya wartawan ttg 17 calon duta besar asing yg tertahan berbulan-bulan di Jakarta.
------------
Senin Pagii Sudah Tidur