Take pendidikan hari ini:
Mungkin kita terlalu cepat menyimpulkan bahwa siswa kita ini “kurang critical thinking”.
Padahal, banyak siswa sangat kritis di luar pelajaran.
- Bisa membandingkan harga skincare.
- Menganalisis strategi game.
- Membaca pola algoritma TikTok.
- Menilai mana konten yang settingan.
- Membaca ekspresi teman.
- Mencari celah diskon.
- Memahami konflik sosial yang rumit di kelas.
Tapi begitu masuk di pelajaran, mereka sering terlihat pasif.
Sering kali karena mereka tidak punya cukup pengetahuan, kosakata, dan konteks untuk berpikir kritis di topik itu.
Critical thinking bukan tombol yang bisa langsung dinyalakan di semua bidang.
Anak bisa kritis di hal yang dunianya ia pahami, tapi tampak “kurang mampu berpikir kritis” di topik yang bahasanya terdengar asing, konteksnya jauh dari keseharian mereka, dan pengetahuan dasarnya masih bolong-bolong.
PR kita adalah memperkaya dunia pengetahuan anak agar pikirannya punya bahan untuk bekerja.
Sy pernah buang komik sebanyak ini.
Rasanya kaya buang separuh jiwa 🥲 ini komik2 yang sy kumpulin dari kelas 5 SD sampai sy usia 38 tahun. Jumlahnya hampir 1000 pcs. Akhirnya harus sy lepas di harga sangat rendah karena sy harus pindah rumah dan ga ada tempat untuk simpan.
Nangis waktu sy harus buang, rasanya marah sekali sama keadaan. Pindah2 rumah benar2 mengajarkan sy untuk melepaskan keterikatan sy sama barang 🥲
Dulu komik itu ky jati diri sy 😄 sy sangat introvert, punya teman hanya sedikit. Setiap pulang sekolah selalu mampir warung komik dekat sekolah, cek komik terbitan baru. Biasanya seminggu sekali ada yang terbit. Kalo ga terlalu suka serinya, sy sewa.
Kalo suka dan bisa baca berkali2, sy beli. ky gitu bertahun2. Sering mampir jg ke rumah tmn sesama otaku buat tuker2an baca komik yang sy ga punya. Saking ga ada tmn yg sehobi, sy sampai nyari tmn otaku di forum gameindo 😂
Eh perjalanan komik sy bukan dr kelas 5, dari SAILORMOON, berarti kelas 3 SD. Jadi inget sebelum ada HP sebelum tidur sy baca komik sampai ngantuk. Pas SD, sy rajin nulis list komik di buku tulis 😄 lalu karena komik sy sejibun, ada tmn2 yg suka pinjem.
ada yang ga balikin pula. Kzl bgt tp dl sy blm segalak emak2 🤧 itu tuh yg bikin serinya bolong. Sempet obses jg gambar2 ala manga, tp skill segitu aja jd ga pernah gimana2 bagus.
Kayanya anak2 sy yg gen Alpha gatau, kalo gada HP dan komputer ngapain? ya ini.... ngurutin komik, terus sepedaan ke rumah tetangga, baca komik di rumah tetangga 😂 Sepedaan lagi keliling komplek. malam2 nonton film di rcti. bikin pr/belajar buat ulangan, terus tidur. Ada masanya main barbie seharian.
ada masanya main masak2an kumpulin batu sama bunga di halaman. Nungguin abang es krim / kue putu lewat. sore2 main badminton di depan rumah yg bisa ketiup angin ato kecemplung got koknya.
Hari minggu nungguin doraemon, lalu disuruh sekolah minggu 🙃 dulu masih ada oma, pagi2 dia udah pergi taichi lalu pulang2 bawa jajanan pasar. Siang2 mba aku suka masak ayam kuning / sayur asem / tempe goreng / chicken katsu / ikan kembung.
Karena aku rewel makannya, aku tumbuh besar hampir tiap hari makannya itu2 aja. Kalo nganggur selain baca komik ya baca koran, dl langganan kompas&suara pembaruan/bobo/femina😂 A very happy and peaceful childhood indeed. Aku bersyukur untuk itu 🥲 kangen
cc:threadcatataningrid
A Harvard neuroscientist warns chronic cortisol is murdering your sleep, rewiring your fear center, and trapping you in survival mode.
If I wanted to fix it naturally, I'd do these 8 things every day:
1. Hum at a low pitch for 2 minutes.
A neurologist said:
"Stick out your tongue for 40 seconds, this removes cortisol faster than any pills or breathing exercises."
Big Pharma is panicking: 🧵
Guys, di tengah semua berita tentang pemimpin yang korup, program yang gagal, dan pejabat yang tidak kompeten ada satu kisah lama yang menurut gue paling relevan dan paling menginspirasi untuk dibaca hari ini.
Ignasius Jonan harus menertibkan lebih dari 20.000 Kepala Keluarga untuk membangun double track kereta lintas utara Cirebon-Surabaya-Pasar Turi sepanjang 500 kilometer.
Di Indonesia proyek sebesar ini biasanya identik dengan satu hal: keributan panjang, ganti rugi yang tidak adil, warga yang melawan, dan proyek yang molor bertahun-tahun.
Jonan menyelesaikannya tanpa satu pun keributan berarti.
Dan ini cara yang dia lakukan yang tidak terpikirkan oleh siapapun sebelumnya:
Kompensasi sesuai aturan sudah pasti diberikan.
Itu standar. Itu kewajiban.
Tapi Jonan menambahkan satu hal yang tidak ada dalam aturan manapun:
"Setiap orang yang terdampak boleh mengusulkan satu anggota keluarganya untuk menjadi pegawai KAI."
Satu kalimat.
Tapi dampaknya luar biasa.
Bapak yang tanahnya tergusur bisa daftarkan anaknya kerja di KAI.
Ibu yang rumahnya dibongkar bisa daftarkan suaminya.
Kakak yang bangunannya ditertibkan
bisa daftarkan adiknya.
Asalkan masih satu Kartu Keluarga bebas.
Dan ini yang paling mengagumkan syaratnya sangat manusiawi:
Jonan tidak membuat syarat yang mempersulit.
Ijazah minimal SLTA.
Usia maksimal 40 tahun. Tes kesehatan. Selesai.
Dan kalau anggota keluarga pertama tidak lulus tes kesehatan boleh ganti dengan anggota keluarga lain dari KK yang sama sampai ada yang lulus.
Tidak ada birokrasi yang rumit.
Tidak ada uang pelicin.
Tidak ada koneksi yang diperlukan.
Dan ketika ada yang bilang ke Jonan bahwa dulu daftar kerja di KAI harus nyuap jawabannya langsung dan keras:
"Kalau ada yang nyuap laporkan ke saya."
20.000 lebih KK pindah.
Tanpa keributan.
Tanpa demo.
Tanpa protes panjang yang menghambat proyek.
Bahkan bukan hanya mau pindah mereka pindah dengan perasaan diuntungkan.
Karena sekarang ada anggota keluarga mereka yang punya pekerjaan tetap, penghasilan stabil, dan masa depan yang lebih jelas dari sebelumnya.
"Saya bilang:
saya tidak mengusir Anda.
Anda pergi tapi akhirnya keluarga Anda jadi pegawai di kami."
Dan ini konteks yang lebih besar yang perlu diingat:
Jonan mengambil alih KAI ketika perusahaan itu sedang merugi Rp83 miliar di tahun 2009.
Bobrok dari dalam.
Budaya suap merajalela.
Pelayanan buruk.
Aset tidak terurus.
Cara dia membangun double track ini mencerminkan cara dia memimpin secara keseluruhan:
fokus pada solusi nyata bukan prosedur kosong, hormati rakyat kecil sebagai manusia bukan sebagai hambatan proyek, dan bersihkan sistem dari dalam tanpa kompromi.
Hasilnya KAI berubah dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan yang sehat dan menguntungkan.
Jonan membuktikan satu hal yang menurut gue paling langka di Indonesia:
pemimpin yang cerdas tidak perlu memilih antara kepentingan proyek dan kepentingan rakyat.
Dengan sedikit kreativitas dan banyak empati keduanya bisa berjalan bersamaan.
20.000 KK ditertibkan.
500 kilometer jalur dibangun.
Dan ribuan keluarga yang terdampak justru mendapat pekerjaan yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.
Bukan sulap.
Bukan keajaiban.
Hanya kepemimpinan yang benar-benar memikirkan manusianya bukan hanya angka proyeknya.
Dan yang paling menyedihkan: kisah seperti ini seharusnya jadi standar bukan pengecualian yang kita kagumi karena begitu jarang terjadi.
Sedih banget perkara jagung rebus 😭 Pak Presidenku, andai beliau tau rasanya jadi rakyat kecil🥹 Sore-sore motoran sendirian, inget beberapa hari ini pengen banget jagung rebus, ketemulah di stadion manahan. Baru berhenti langsung dapet senyum dari bapaknya ☺️
Aku : Berapa pak?
Penjual : 10rb ya neng, nanti saya kasih 5.
Aku : Iya pak. Saya foto ya pak, saya pencinta jagung.
Bapaknya dengan senang hati. Aku bayar bilang makasih lalu pergi. Mampirlah ke SPBU manahan, beli bensin lalu ingat kalo
Inget kalo punya jagung 5 biji, ngide ngasih ke mas-mas SPBU.
Aku : Jagung mau mas?
Mas SPBU : Mau mbak kalau di kasih.
(Pas buka plastik kaget, kok dapet 6 biji😭) Apa karna aku tadi foto jagungnya, atau karna bilang pencinta jagung makannya sama bapaknya di lebihin. Ayo dilarisin wargaaa, semoga bapaknya lancar rezekinya 🙏🏻
Ayo guys ramein🥹🙏🙏🙏
sc:threadsriaputria
Guys, ada yang terjadi di salah satu negara tuan rumah Piala Dunia 2026 yang menurut gue paling relevan dan paling relate dengan kondisi Indonesia karena polanya sama persis.
Guru-guru di Meksiko turun ke jalan.
Bukan mahasiswa.
Bukan buruh pabrik.
Guru. tapi guru
Dan mereka mengancam akan mengacaukan pertandingan pembuka Piala Dunia yang disaksikan seluruh dunia.
Kenapa? Karena pemerintah mereka lebih rela gelontorkan ratusan juta dolar untuk renovasi stadion dan infrastruktur Piala Dunia sementara gaji dan pensiun guru tidak juga dipenuhi sesuai janji.
Pertama apa yang sebenarnya terjadi:
Sejak 26 Mei 2026 ribuan guru dari serikat CNTE, terutama dari negara bagian Oaxaca, mulai turun ke jalan di Mexico City.
Mereka berjalan kaki ke pusat kota, mencoba mendirikan kemah protes di Zocalo alun-alun utama yang sedang dipersiapkan sebagai lokasi festival fan Piala Dunia.
Polisi menghalangi mereka.
Gas air mata ditembakkan.
Ada yang didorong dan dipukul.
Satu guru matanya buta sebelah karena benda yang ditembakkan aparat.
Mereka tidak berhenti.
Hari berikutnya mereka memblokir dua jalan utama tersibuk di Mexico City.
Merobohkan patung-patung berbentuk pemain bola yang dipasang pemerintah untuk menyambut Piala Dunia. Membakarnya di tengah jalan.
Hari ketiga mereka menyerbu gedung Kementerian Pendidikan menggunakan tiang lampu jalan sebagai pendobrak.
Memecahkan jendela.
Membakar sebagian bangunan.
Dan di tengah semua kekacauan ini mereka meneriakkan satu kalimat yang menjadi tagline protes mereka:
"Tidak ada solusi bola tidak akan menggelinding."
Dan ini tentang apa yang sebenarnya mereka tuntut yang tidak ada hubungannya dengan sepak bola:
Guru-guru ini tidak membenci sepak bola.
Yang mereka benci adalah ketidakadilan yang sangat mencolok.
Tuntutan mereka konkret: pemerintah menolak kenaikan gaji hanya 9% yang dianggap tidak memadai.
Mereka menuntut pencabutan undang-undang pensiun tahun 2007 yang mengubah sistem pensiun dari jaminan kolektif menjadi rekening individu.
Sebelum 2007:
dana pensiun dikelola bersama, manfaat pensiun relatif pasti dan terjamin.
Setelah 2007: pensiun bergantung pada hasil investasi masing-masing rekening individu.
Naik turun.
Tidak pasti.
Dan guru yang mulai bekerja setelah 2008 harus menunggu sampai usia lebih dari 65 tahun untuk bisa pensiun usia yang menurut mereka sudah terlalu berat untuk terus mengajar.
Dan yang membuat amarah mereka meluap:
Presiden sebelumnya Lopez Obrador sudah berjanji akan mencabut undang-undang ini.
Presiden sekarang Claudia Sheinbaum juga membuat komitmen yang sama.
Tapi tidak ada satupun yang menepati janjinya.
Sementara itu pemerintah menggelontorkan 334 juta dolar hanya untuk infrastruktur transportasi dan renovasi stadion demi Piala Dunia.
Uang ada.
Tapi untuk guru tidak ada.
Dan ini yang paling ironis dan paling menyayat:
Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia untuk ketiga kalinya.
Mereka mencetak rekor sebagai satu-satunya negara yang tiga kali menjadi tuan rumah.
Tapi guru-guru di sana tidak merasa bangga.
Mereka merasa dikhianati.
Rodrigo Aries guru yang sudah mengajar 40 tahun bicara dengan sangat menyayat hati:
"Ada pengabaian.
Komitmen yang tidak pernah ditepati.
Kami bertekad terus bergerak sampai suara kami didengar."
40 tahun mengajar.
Dan di akhir hidupnya masih harus turun ke jalan untuk memperjuangkan hak pensiun yang layak.
Dan ini mengapa ini sangat relevan dengan Indonesia:
Polanya sama persis.
Di Indonesia guru honorer masih digaji Rp250.000 per bulan di banyak daerah.
Putusan MK yang mewajibkan negara membiayai pendidikan di sekolah negeri dan swasta sudah satu tahun dan tidak ada satu pun peraturan pelaksana yang keluar.
Sementara anggaran MBG Rp335 triliun digelontorkan untuk makan bergizi gratis yang pelaksanaannya kacau dan kini tersangkut kasus korupsi.
Guru honorer di Serang dan Buleleng masih menunggu gaji yang layak.
Mahasiswa masih bayar sendiri uang sekolah ke swasta karena negara belum hadir.
Di Meksiko pemerintah lebih pilih gelontorkan uang untuk stadion daripada pensiun guru.
Di Indonesia pemerintah lebih pilih gelontorkan uang untuk program yang korup daripada gaji guru yang layak.
Nama negaranya berbeda.
Masalahnya sama.
Dan ini tentang pelajaran paling penting dari kasus Meksiko:
Guru adalah fondasi dari segalanya.
Bukan sepak bola.
Bukan stadion.
Bukan pesta internasional yang berlangsung satu bulan lalu selesai.
Ketika negara memilih untuk merawat citra internasionalnya di atas kesejahteraan orang-orang yang mendidik generasi berikutnya rakyat akhirnya berbicara.
Tidak dengan kata-kata.
Dengan kekacauan di jalan.
Dan kekacauan itu tidak tiba-tiba.
Itu adalah akumulasi dari janji yang tidak ditepati, pengabaian yang terus-menerus, dan rasa tidak dihargai yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun.
Pemerintah Meksiko mendengar terlambat.
Dan hanya setelah seluruh dunia menyaksikan guru-guru mereka berdiri di depan gas air mata dan peluru karet demi hak yang seharusnya tidak perlu diperjuangkan dengan cara seperti itu.
Pendidikan bukan pengeluaran.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang hasilnya tidak kelihatan dalam satu siklus pemilihan tapi sangat terasa dalam satu generasi.
Negara yang lebih peduli pada citra internasionalnya daripada kesejahteraan orang yang mendidik warganya pada akhirnya akan menuai kemarahan dari orang-orang yang paling tidak harusnya marah.
Guru yang marah adalah cerminan negara yang gagal menjaga prioritasnya.
Buat kawan-kawan yg masih berjuang dapetin pekerjaan via jobfair. Tentang jobfair, jadi begini. Jobfair itu:
1- event atau undangannya beragam: dari disnaker setempat, kampus & sekolah (khusus ini, kadang udah ada kerja sama antara kedua belah pihak), atau EO. Beberapa menyampaikan, kalau nggak hadir, nggak akan diundang lagi di next event—jadi, mau nggak mau, perusahaan perlu ikut
2- tujuannya bisa jadi untuk branding perusahaan, karena kalau hanya online masih blm cukup. Biar jangkauan lebih luas aja. Ada kalanya orang tu belum tau suatu perusahaan, walaupun namanya udah besar
3- profil yang masuk, beberapa hanya dijadikan untuk database, nggak tahu akan kepake atau nggak di waktu mendatang, setidaknya ada angka yg di-show untuk berbagai kepentingan
4- tapi, ada perusahaan yg betul-betul butuh dan struggling mencari kandidat yg tepat buat mengisi beberaapa posisi vacant via jobfair ini
Let's say ini bitter truth. Suka atau nggak, itu realitasnya.
So, ketika kalian ikut jobfair, langsung tembak aja, "Posisi yg urgent apa? Freshgrad bisa atau nggak? Untuk database atau gimana?"
Tanyakan sesuai dengan apa yg kalian butuhkan, pengin tahu. Kalau tertarik, gali lagi. Kalau meragukan, switch ke booth/perusahaan lain.
Semoga membantu untuk kalian yg masih berjuang menemukan pekerjaan via jobfair, ya. 🙏
Kok bisa Indo hobi banget konsumsi tepung terigu??
Padahal terigu itu MAYORITAS IMPOR....
Dan mayoritas snack2 indo bahan bakunya tepung terigu?
Jawabannya: Rezim Orde Baru (Orba)
Orba memang sengaja membangun sistem pangan yang membuat terigu makin murah, tersedia, dan mudah dikonsumsi rakyat..
Kenapa?
Pertama, Orba berusaha mencari pangan yang murah, cepat, dan gampang didistribusikan.
Pangan apa yang cocok di zaman itu? Ya terigu, karena mudah diimpor. Beras, meski bisa swasembada, tetap rawan gagal panen.
Kedua, Orba memonopoli perdagangan terigu.
Terigu hanya bisa diimpor oleh dua perusahaan penggilingan gandum yang semuanya adalah kroni mereka.
Bayangin, berapa jatah yang didapat Orba dari impor jutaan ton gandum?
Kebetulan, Indonesia mengalami urbanisasi massif di masa Orba.
Masyarakat urban membutuhkan makanan cepat, murah, dan praktis.
Walhasil, produk olahan gandum seperti mi, roti, dan kue meningkat.
Jadilah, terigu massif dikonsumsi oleh rakyat Indo.
Padahal, sekali lagi..
TERIGU ITU IMPOR.
Dan dari minggu-minggu kemarin, harganya NAIK TERUS!
Source Gambar: DetikFood dan Sitenews
Jadi ikut sedih, please yaa jgn ada yg ngehujat cara berpakaian org lain, cara apapun yg menurut kita norak. Kita gatau keadaan orang lain.
Bagaimana kalo baju KW yang kamu tertawakan itu adalah hadiah dari orang tuanya?.
Bagaimana kalo postingan yang kamu bilang norak adalah pencapaian terbaiknya?.
Bagaimana kalo sepatu yang dia pakek adalah
self reward yang dinantikan?.
Bagaimana kalo tempat makan yang diceritakan adalah hasil sabarnya yang cukup lama?.
Bagaimana Kalo motornya yang kamu bilang motor jamet adalah motor pertama dalam hidupnya?. bagaimana mungkin kita bisa menertawakan kebahagiaan orang lain?
sc:threadssikluscrebs
Otot kaki adalah kelompok otot terbesar di tubuh manusia. Otot memiliki laju metabolisme lebih tinggi daripada jaringan lemak.
Saat melatih otot kaki dengan latihan berat, tubuh akan membakar lebih banyak kalori selama latihan dibandingkan melatih otot kecil, misalnya otot bisep atau otot dada saja)
Selain itu, latihan kaki meningkatkan Excess Post-Exercise Oxygen Consumption (EPOC), yaitu pembakaran kalori ekstra setelah latihan selesai, dan secara jangka panjang membantu meningkatkan laju metabolisme istirahat (Resting Metabolic Rate/RMR) karena penambahan massa otot.
Melatih kaki juga penting untuk produksi testosteron.
Latihan kaki dengan beban berat dan volume tinggi bisa memicu respons hormonal akut, yaitu lonjakan testosteron dan growth hormone (GH) pasca-latihan. Lonjakan ini bersifat sementara, biasanya 15–60 menit setelah latihan, tetapi jika dilakukan secara rutin maka bisa mendukung pertumbuhan otot, pemulihan, dan keseimbangan hormonal secara keseluruhan.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
-Endocrine response to high intensity barbell squats performed with constant movement tempo and variable training volume
-Acute Hormonal and Inflammatory Responses following Lower and Upper Body Resistance Exercises Performed to Volitional Failure
umur 30 ngomongin passion???
move on bro!!!
itu kira2 menurut adriano qalbi, kalau umur 30 masih ngomongin kejar passion ada yg salah sama diri lo, karna passion itu produk umur 20an.
akuin aja masanya udah lewat, umur 30 waktunya mengemban tanggung jawab, stop ngomongin passion2, udah kubur aja mimpi lo dalam2
85 persen orang tuh gak dapet apa yg diinginkan kok dan gpp jg tetep idup.
kamu setuju gak sama kata2 coki muslim cs ini???
APA TANDA-TANDA IQ SESEORANG RENDAH :
1. Sulit memahami hal yang abstrak.
Mereka lebih mudah berpikir secara konkret. Butuh contoh nyata untuk paham. Susah mengerti metafora, ironi, paradoks, atau makna ganda.
2. Lebih gampang dikendalikan emosi.
Emosi langsung menguasai saat mengambil keputusan. Marah langsung memukul, sedih langsung menyerah, senang langsung boros. Tidak ada jeda untuk berpikir dulu.
3. Susah merencanakan masa depan.
Hidup hanya di saat ini. Sulit membayangkan apa yang akan terjadi beberapa bulan atau tahun ke depan, dan susah membuat rencana jangka panjang.
4. Suka penjelasan yang terlalu sederhana.
Lebih mudah percaya teori konspirasi, solusi instan untuk masalah besar, atau pandangan hitam-putih. Susah menerima hal yang rumit atau abu-abu.
5. Sulit belajar dari kesalahan.
Sering mengulang kesalahan yang sama berkali-kali karena tidak bisa mengambil pelajaran umum dari pengalaman yang sudah terjadi.
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
Apa yang dialami Cinta Laura ini pasti pernah kita alami. Gemes-gemesnya pun sama. Dan ya makasih Cinta udah speak up (bahkan hidden mention maskapai yg dimaksud).
Kadang orang yang sekarang kelihatan paling tenang, justru dulunya paling sering berisik sama isi kepalanya sendiri.
Yang sekarang sabar, mungkin pernah capek berharap.
Yang terlihat baik-baik aja, belum tentu hidupnya benar-benar ringan.
Karena gak semua luka ditunjukin.
Ada yang memilih diam, lalu belajar sembuh pelan-pelan sambil tetap menjalani hidup seperti biasa.