@lastlightfall ⠀
Namun, jika Isaiah Volant tak lagi perlu eksistensinya sebelum Agustus datang, Collin juga beri opsi.
⠀⠀⠀“Or anything, a postcard or something. You're keeping this 𝘨𝘦̄𝘨𝘦̄ on the loop of your life is a present in itself,” tutur Collin santai, walau hati terbantai.
⠀⠀
@lastlightfall ⠀⠀⠀
⠀⠀⠀“You won't give me a mansion and a farm, will you? So cruel,” lanjut Collin memberi konteks, meski tampaknya mereka berdua paham apa yang sebetulnya jadi topik bicara. Pemuda paling tua menghela napas, “Just buy me a cake! My favorite cake, next time you're here.”
⠀
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀‘𝘖𝘯𝘦 𝘥𝘢𝘺 ... 𝘺𝘰𝘶 𝘸𝘪𝘭𝘭 𝘭𝘦𝘢𝘷𝘦 𝘵𝘰𝘰. 𝘞𝘩𝘦𝘯 𝘺𝘰𝘶 𝘧𝘪𝘯𝘥 𝘺𝘰𝘶𝘳 𝘰𝘸𝘯 𝘩𝘢𝘱𝘱𝘪𝘯𝘦𝘴𝘴.’ Sungguh, Collin hanya berharap satu kebaikan itu bisa dunia beri untuk @lastlightfall.
⠀⠀⠀“I'm not expecting anything from you, Baobei.”
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀‘𝘐’𝘮 𝘶𝘴𝘦𝘥 𝘵𝘰 𝘵𝘩𝘪𝘴, 𝘢𝘳𝘦𝘯’𝘵 𝘐?’ pikir Collin saat mengamati sirat pedih sang pustakawan dan menarik jarinya perlahan dari kaitan yang menjalin tangan mereka. Rangka yang sama naik ke pipi Isaiah, merekam detail-detail manis kesukaannya.
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
Apakah ada yang salah? Jelas dari kakunya @lastlightfall di hadapan bukan cuma sekedar gugup atau lelah. Collin terlalu sibuk mengkhawatirkan bocah Prancis itu dibanding menelaah perasaannya sendiri.
⠀⠀⠀“Hei, talk to me,” lirih yang lebih tua, “it's okay. It's me.”
⠀
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀“Isa?” Panggilan kecil digumam agar Isaiah berhenti bergeming, tapi nihil. Tak ada pilihan lain, Collin membuka matanya perlahan dan mencari iris favoritnya yang masih ditutup kelopak.
⠀⠀⠀“Baobei, are you alright?”
⠀⠀⠀