Kadang bnyak hal2 yg ingin kita lakukan, namun scalra sadar kita btlkan dlm perjalanannya hanya karena tkt penilaian orang.
Hal yg harusnya jd pertimbangan sblm membatlkn:
1. Memang sberapa pntg apa kta di mata org lain?
2. Klo pun jd bhn gunjingan memang seberapa bsr dampaknya?
Orang Goblok tingkat dewa yang menyarankan penyelesaian kasus pemerkosaan dengan cara korban menikah dengan pelaku pemerkosa, pemberi solusi tidak hanya Goblok tapi punya hati lebih jahat dari iblis.
Aturan hukum negara mana yang menyalahkan anak di bawah umur atas tindak pidana yang dilakukan orang dewasa? Masa iya anak di bawah umur bimbing orang dewasa untuk melakukan suatu perbuatan tindak pidana #warasyuk
Hal menarik belakangan ini ketika menjelaskan hukum pidana kepada emak2 online, banyak yang berkata "syukurlah sekarang sudah ada aturan yang mengatur" padahal dasar hukum yang disampaikan adalah Kitab Undang-undang Hukum Pidana(KUHP), warisan kolonial Hindia-Belanda.
Rezeki itu apa yang kita rasakan & nikmati, meskipun kita berada di restoran yang penuh dengan makanan enak & bebas kita untuk memakannya, tetap yang menjadi rezeki kita adalah apa yang bisa kita santap saja, ucap seseorang di tahun 2018 sambil menikmati jamuan dari kliennya
Masyarakat harus sadar hukum, sehingga tidak mudah untuk ditakut-takuti dengan ancaman pidana, dan yang terpenting masyarakat harus tau apa yang menjadi haknya.
Saya jadi ingat kadang ada oknum penegak hukum yang diam-diam bicara sama Klien dengan kata-kata, kenapa pake Penasehat hukum? Nah dengan adanya perkara ini jadi faham kan maksud dan tujuan oknum tersebut
@detikcom Korban budaya viral aja ini, meskipun apa yg dilakukan ga bisa dibenarkan tapi terlalu lebay menyikapi apa yg dia perbuat, toh orgnya jga udah minta maaf. Tapi ya gimana lagi, mungkin beberapa org ikut bahas permasalahan ini supaya dapat perhatian publik juga.