Guru madrasah swasta berdemonstrasi agar diangkat menjadi ASN PPPK, kemudian dicemooh karena yang menggaji guru swasta adalah yayasan, bukan kewajiban negara. Tapi negara bisa mengangkat pegawai SPPG dibawah naungan Yayasan swasta menjadi ASN PPPK.
Persoalannya, anggaran yang digunakan untuk mengangkat pegawai SPPG dibawah Yayasan/ Swasta menjadi PPPK adalah anggaran pendidikan, yang seharusnya bisa digunakan untuk mengangkat guru madrasah swasta menjadi ASN PPPK.
Bisa hadapi sendiri? Bisa sekali. Ini mereka menghadapinya sendiri.
Di Aceh Tamiang, mereka menghadapinya sendiri hampir tiga minggu.
Sementara petinggi tak ada yang kuat lebih dari satu hari bersama mereka di sini.
yaAllah yaRahman yaRahiim….dan ini di 2025 loh. in this era where technology is already advanced, heavy machinery and vehicles are everywhere, yet their situation is still like the 15th century.
jalan kaki naik bukit just to seek help and survive.
yaAllah please help them 😭💔
The Indonesian government allowed foreign companies to destroy entire forests to replace them with palm oil plantations and now an entire region is in danger of environmental collapse as one million people have been displaced and over 900 people are gone.
Be aware for the next Senyar, which expected landfall in NTT during period of 1-10 January 2026. This output from Subseasonal-to-Seasonal high resolution of prediction from KAMAJAYA-BRIN, the decision support system tool dedicated to mitigate extreme weather in the next 6 months.
APBN itu dana publik. Pesantren itu swasta/ privat.
Dana publik dipakai utk kepentingan privat itu HARAM. Kebijakan pemerintah dlm soal ini ZALIM.
Pengasuh pesantren AlKhoziny harusnya jadi tersangka, bukan malah dikasih dana publik.
Bapak pejabat YTH, alangkah baiknya apabila respon bapak, dan pemilihan diksi bapak, menggunakan kata2 yang pantas sesuai jabatan bapak. Apalagi di kondisi yang sedang memprihatinkan ini. Sehingga respon masyarakat juga lebih positif dan optimis.
Contoh:
“Kami apresiasi semangat masyarakat yang turun langsung dan membantu parah korban bencana. Seluruh lapisan masyarakat yang berdonasi via yayasan maupun via teman2 influencer, juga tak kalah mulianya. Ini contoh nyata bahwa orang Indonesia masih punya semangat gotong royong yang tinggi. Kami juga berharap, dari Komdigi juga bisa update lebih rutin, sehingga masyarakat mengetahui kondisi faktual di area bencana.
Kita punya segala fasilitas yang tak dimiliki oleh para influencer dan media. Sudah seharusnya kita bisa lebih informatif dan aktif. Sehingga masyarakat bisa tercerahkan tentang kondisi daerah2 yang terdampak bencana. Hal ini akan mempermudah proses penyaluran bantuan dan evakuasi daerah2 yang terisolasi. Sehingga rencana pemulihan pasca tragedi bencana ini bisa segera terselesaikan.”
Bantuan dari luar negeri ditolak, bantuan dari warga dihalangin, trying to act like a superhero all by themself when they're the one who caused this. How much more of a pathetic can you be?