@AksiLangsung Oh tentu saja, yang mempersoalkan waktu demo sampe malam. Apa juga tidak mempersoalkan bahwa permufakatan jahat DPR dan pemerintah 24 jam? Yg terbaru, di masa reses, DPR tetap sidang omnibus law.
Yok jgn mo dibenturkan antar warga. Sebab yg jahat itu negara!
Minyak Blok Cepu itu milik lo, milik gue, milik 280 juta rakyat Indonesia.
Kontraknya semestinya habis 2035.
Tapi Februari 2026, tiba-tiba diperpanjang sampai 2055 , sepaket sama deal dagang Indonesia-AS di Washington.
Porsi negara yang historically sekitar 85% setelah cost recovery, sekarang lagi dinegosiasikan ulang.
ExxonMobil minta lebih gede.
Lo nggak diajak diskusi.
Lo cuma dikasih tau.
Kalau ini namanya "untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat" , rakyat yang mana?
Selain boycott brand zionis, sy pribadi juga suka boycott brand yang ngendorse influencer problematik
Terakhir stop beli sabun mama lemon sama mie momogi premium yang ada gambar muka chef arnold penipu brengsek kontol anjing buzzer rezim tai anjing ga sudi gw liat muka lo di dapur gw
Makian ini juga berlaku buat brandnya yang tone deaf dan ga riset sama sekali
Boycott brand lokal itu ga kalah impactful
Saya dan keluarga disurveilance dan dikuntit. Tiyo juga sama. Uda Feri dan keluarganya didoksing. Prof Uceng diteror digital. Prof Saiful di rumah dan kantornya ditongkrongin OTK. Kami juga telah dilaporkan ke polisi. Apa cara begitu yg dibilang lebih mengutamakan diskusi?
Korupsi pengadaan makanan itu sulit pengawasan dan auditnya.
Tertulis beli 30 kg telur. Besoknya sdh dimasak dan dimakan. Betulkan 30 kg yg dipakai atau tidak?
Auditnya sulit itu
Eh sudah dikasih bgitu malah pengadaan barang habis pakai begitu.. malah pengadaan aset motor dsb
Mengadakan diskusi Total Politik di GIK UGM bertajuk Kopdar Mas Dar (diskusi bareng wamentan) dengan 3 Narasumber, semuanya anggota Kabinet, hanya 2 hari setelah aksi besar di Jogjakarta...
Lalu apa yg diharapkan oleh penyelenggara?
Apakah memang??
Ini kan delik aduan absolut ya.
Jadi jika Presiden tidak mengadukan, ga bisa lah.
Sekalipun diadukan, kritik thdp kebijakan juga bukan pidana.
Lagipula bapak ini kenapa masih eksis ya? Kan sudah punya gunung.. apalagi yang dicari nih?
semarang lagi ya? acab semarang najis brutal banget anjing. inget gak alm sandy? yang diseret seret pas keadaan nya koma? patah tulang leher karna polisi semarang
1 3 1 2 F T P
Gua akan tetap menyarankan nonton Total Politik bahkan untuk oposisi progresif sekalipun. Know your enemy better, read between the lines.
You might find it unsettling or even disgusting based on your moral value, but they provide you subtle informations about your enemy.
Dipikir-pikir gugatan ke Mahkamah Konstitusi itu mirip kaya "demo" versi lebih advanced.
1) Kita bisa protes, presentasikan data, memperlihatkan keadaan, ke negara.
2) Bebas dari gangguan parcok dan parjo.
3) Sidangnya beberapa kali, semua terekam live. Dokumentasinya ada PDF-nya semua.
4) Tiap sidangnya diliput sama jurnalis. Ditulis di berita di media.
5) Didengarkan hakim yang keputusannya bisa mengubah undang-undang.
6) Undang-undang mau gak mau dilaksanakan oleh pemerintah.
***
Saya ngikutin beberapa kasus di MK:
a) Tunjangan dan sertifikasi dosen diberhentikan selama tugas belajar
b) Tuntutan upah guru dan dosen agar minimum UMR
c) Tunjangan fungsional dosen yang nominalnya gak berubah sejak 2007
d) Anggaran pendidikan gak boleh dipakai MBG, digugat oleh 6-7 pihak sekaligus.
***
Semua keluhan yang nyata.
Sepertinya kita harus lebih banyak manfaatkan.
Kalau Gibran aja manfaatin, kenapa kita enggak?