Fans manutd tahun lalu posisi 15 aja ttp lari rame2 pake jersey manutd.
Pembedanya mreka kalo diejek2 dah biasa. Hahahahaha
Fans manutd pas timnya jelek aja masih bisa ceng2 in tim lawan. Apalagi kalo tim mreka bagus wkwwkwkw
Seorang fans Liverpool mencoba masuk secara diam2 ke Stretford end dengan jersey Liverpool. Kemudian beberapa fans mengetahuinya, lalu memintanya mencopot jersey yang ia kenakan.
Berarti bener dokter @tirta_cipeng ya h memilih pakai pakaian netral yg ga ada atribut Liverpoolnya.
Matheus Cunha ini agaknya berjodoh dg Manchester United. Dia lahir hanya beberapa jam setelah Setan Merah memenangi final UCL 1999 atas Bayern yg begitu dramatis.
Dan dia emang suka Emyu. "Sejak kecil di Brasil, saya menonton pertandingan EPL di TV di rumah nenek. United tim Inggris favorit saya dan saya bermimpi mengenakan seragam merah."
📷: akun resmi Man United
#intinyadeh viral chat diduga karyawan Gacoan Marelan yg mau izin cuti krn ngurus orangtuanya yg masuk rumah sakit, malah dibalas sama HRD nya suruh resign aja.
Padahal udh kerja 3 tahun dan lebaran pun masuk kerja.
Gacoannya auto kena review jelek di Google sama netizen.
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Como 1907 is deeply saddened by the passing of Michael Bambang Hartono.
We extend our sincere condolences to the Hartono family and to all at the Djarum Group.
Under the family’s leadership, the Club has entered a new chapter in its history, and we remember him with gratitude and respect.
Loh, katanya Indo bubar aja.
Katanya negara ini gapunya masa depan.
Katanya jadi WNI itu kutukan.
Katanya eropa itu surga dunia.
udah nyampe eropa kok tiba2 pengen pulang? kondisi disana gak sesuai iming2 kaum intelektual X kah?
🤣🤣🤣
Adik saya pendukung abah, sama saya sikapnya meremehkan banget bahkan ditempat umum, dan sensitif banget...setiap ada perbedaan sedikit langsung bawa-bawa pilihan politik...sekali waktu saya tegaskan ke dia...kalau bagi saya perbedaan pilihan politik itu normal biasa aja...jangankan soal politik untuk hal yang mendasar aja...dalam hal agama, setiap Natal saya selalu ucapin Selamat Natal sama saudara/teman yang merayakan Natal, bahkan saya pernah jadi saksi pernikahan tetangga saya yang menikah di gereja....setelah itu dia mulai agak sadar sedikit....berkurang sensitif nya....padahal dia saudara kandung saya satu-satunya.
Awalnya mau bikin cuitan:
“Jangan salah milih pasangan”
Tapi ternyata, kasus LPDP yang viral adalah contoh pasangan yang saling melengkapi.
“You attract what you are”
Sama sama entitled, sang istri emang sakit, dan butuh bantuan. Tapi keluarga ga ada yang support, berarti dianggep normal di lingkungannya? Damn, capek.