“Dok, kenapa sih selalu positive vibes?”
Aku cuma bisa tersenyum.
Lalu menjawab dalam hati,
Ya Karena aku paham, hidup ini seperti garis bilangan.
… -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3 …
Di tengah ada angka nol.
Di sebelah kanan, ada angka positif menuju plus tak terhingga.
Di sebelah kiri, ada angka negatif yang terus bergerak menuju minus tak terhingga.
Hidup kita juga begitu.
Ada masa kita berada jauh di sebelah kanan.
Hati bahagia.
Badan sehat.
Keluarga baik-baik saja.
Pekerjaan lancar.
Hari terasa ringan.
Namun setiap hari, dari pasien-pasienku dan dari hidupku sendiri, aku belajar satu hal:
Hidup SELALU punya cara untuk mengurangi.
Waktu mengurangi tenaga.
Kekecewaan mengurangi semangat.
Kegagalan mengurangi percaya diri.
Kehilangan mengurangi sebagian isi hati.
Masalah kadang datang satu per satu.
Kadang datang bertubi-tubi seperti sudah janjian.
Dulu aku mengenal peribahasa, 'Sudah jatuh, tertimpa tangga.'
Aku pikir itu sudah cukup buruk.
Ternyata masih ada kemungkinan tanahnya ikut ambles.
Saat seseorang berkata,
'Sepertinya ini sudah menjadi titik terburuk dalam hidupku.'
Kehidupan kadang masih menyeringai,
“Ooh tentu tidak, ini belum seberapa."
Karena itu, aku belajar untuk terus menambah.
Menambah ilmu.
Menambah iman.
Menambah kesehatan.
Menambah rasa syukur.
Menambah tabungan.
Menambah teman-teman baik.
Menambah keberanian.
Menambah ketenangan.
Sebab kita hampir selalu gagal mengendalikan apa yang akan hidup kurangi.
Namun kita masih bisa memilih apa yang kita tambahkan setiap hari.
Jadi, positive vibes aku itu bukan berarti hidupku selalu indah.
Aku juga pernah lelah.
Aku juga pernah kecewa.
Aku juga pernah merasa hampir habis.
Positive vibes adalah usaha menjaga diri agar tetap berada di sisi positif garis bilangan.
Agar saat hidup mengambil sepuluh, kita masih punya seratus.
Saat hidup mengambil seratus, kita masih tetep di atas 0 dan memiliki alasan untuk berdiri sekali lagi.
Serta tetap mampu memberikan harapan untuk banyak orang.
Nangis banget lihat video ini dan bener adanyaa 😭
Ya Allah Rabbi habli minassholihiin...
3 tahun kita jadi dunianya
4-12 tahun kita hanya kebagian sorenya
13-18 tahun kita hanya sabtu minggunya
19-25 tahun kita mungkin hanya tanggal merahnya
Kemudian setelahnya mungkin hanya sesempatnya...
Mari hadirkan jiwa raga kita untuk anak anak kita ya ayah bunda... 🥹
📽️IG: hwandjay_story
Prabowo: "Silakan kalau mau cari negara lain."
Gue:
Lah, emang nih negara punya elu doang?
Ini negara gue juga. Gue lahir di sini, kerja di sini, bayar pajak di sini. Hidup gue kagak dibiayain sama elu.
Gaji pejabat negara juga dibayar dari APBN yang berasal dari pajak rakyat. Jadi jangan mentang-mentang lagi pegang jabatan, terus nyuruh rakyat cabut.
Ngkritik pemerintah bukan berarti kagak cinta Indonesia. Justru karena ini negara gue, gue punya hak buat ngomong kalau ada yang gue anggap salah.
Yang mesti dibenerin itu kebijakannya, bukan mulut rakyatnya.
aku bilang ke istri, santai sambil tiduran di sofa.
"aku kan udah bantu cuci piring"
dia melongo, tapi matanya ngomong sesuatu
malamnya, dia duduk di depanku
"mas boleh tanya satu hal?"
"boleh"
"Bantu siapa?"
dua kata, dan aku ga bisa jawab
JANGAN PERCAYA “SOLARIA HACK” YANG VIRAL ITU. Tadi siang nyoba, pesen “Nasi Bistik Ayam” di menu tapi “nasi”nya dicoret. Jadi dapet 2 pcs bistik ayam dari yg biasanya 1 pcs kalau paket nasi.
Kirain hack beneran, taunya pas di kasir NAMBAH BAYAR karena dihitungnya jadi porsian ala carte. Nasi Bistik Ayam 45ribuan, ala carte jadi 60ribuan stlh tax.
Ini mah bukan hack, krn di kasir di menu papan ternyata emang ada list harga ala carte. Cuma di menu kertasnya aja yang gak ada. Yeee, capek deh 😌
Jadi bukan diumpetin ya menunya. Karena skrg emang semua cabang Solaria kan kalau mau pesen dan bayar harus ke kasir dulu, jadi otomatis pasti ngeliat tuh menu.
Main hack heck hack heck aje. Hack tuh kalo harganya tetep 🥲
cc : aruna_g_harahap
Suatu hari, neneknya suamiku meninggal. Tadinya hampir sedih berduka karena beliau meninggal.
Tapi kemudian:
1. Bayar jamaah shalat jenazah 50k/orang dikali 50 orang.
2. Bayar jasa orang yg memakamkan, 5jt all in.
3. Biaya tahlilan 2x sehari selama 7 hari. Hari ke-3 dan ke-7 masak-masak buat nasi berkat.
4. Biaya tahlilan hari ke-40, beli buku yasin, beli bingkisan kerudung dan sarung, bayar biaya katering dan pesan nasi box.
Total habis hampir lima puluh juta. Suamiku kebagian sepertinya.
Akhirnya sedih karena berduka, digantikan sedihnya kehabisan uang 😭🙏
Itu baru 40 hari. Masih ada tahlilan 100 hari, setahun, dua tahun, dan tiga tahun.
😭😭😭😭😭😭
Sumber:
Police Corruption Perceptions Indeks.
Peringkat 1 Asia Tenggara
Peringkat 18 dunia.
Padahal rilis terbaru litbang kompas,kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian mencapai 82,4%.