Banyak yang mengira Anfield cuma nama stadion. Padahal asal-usulnya jauh lebih menarik.
Secara harfiah, Anfield berasal dari bahasa Inggris Kuno yang berarti "LADANG DI LERENG". Nama ini kemudian menjadi nama sebuah distrik di Liverpool sekaligus stadion yang sejak 1892 menjadi rumah Liverpool FC.
Yang bikin makin menarik, sebelum Liverpool lahir, Anfield justru merupakan kandang Everton pada 1884–1892. Setelah Everton pindah, barulah John Houlding mendirikan Liverpool FC dan menjadikan Anfield sebagai markasnya hingga sekarang.
Dan tentu ada papan paling ikonik di dunia sepak bola: "This Is Anfield." Dipasang oleh Bill Shankly untuk membangkitkan mental pemain Liverpool sekaligus membuat tim tamu merasa gentar sebelum menginjak lapangan.
Dari sebuah nama lahan, kini Anfield menjelma menjadi salah satu stadion paling legendaris dalam sejarah sepak bola.
Fakta tentang Anfield yang baru kamu tahu yang mana?
Pep Guardiola tentang perpisahan Mohamed Salah di Anfield:
“Bagi saya, Mohamed Salah bisa dibilang adalah winger terhebat yang pernah dilihat Premier League.
Apa yang dia lakukan di Liverpool menakutkan bagi lawan karena setiap musim dia menjamin gol, assist, ketakutan, dan tekanan.
Sebagai pelatih Manchester City, setiap kali kami bersiap menghadapi Liverpool, Salah selalu menjadi salah satu masalah terbesar yang harus dihentikan.
Anda bisa mengendalikan permainan selama 80 menit dan tiba-tiba Salah menghancurkan Anda dalam satu momen.
Konsistensi seperti itu di level tertinggi selama bertahun-tahun sangat langka.
Tapi di luar statistik, dia membantu membawa Liverpool kembali ke puncak sepak bola dunia lagi.
Dia menjadi wajah dari sebuah era salah satu era terhebat dalam sejarah Liverpool.
Dan jujur saja, melihat perpisahannya di Anfield terasa emosional karena pemain seperti Salah tidak hanya meninggalkan klub sepak bola… mereka meninggalkan legenda di belakang.
Saya berharap dia tidak lain selain sukses dan kebahagiaan di babak selanjutnya dari karirnya karena sepak bola akan merindukan pemain seperti Mohamed Salah.”
Gue baru sadar, sejak John Herdman jadi pelatih timnas, sudah tidak ada lagi yang membandingkan dengan STY.
Artinya fans timnas pun terima aja kalo pelatih penggantinya sepadan atau bahkan lebih baik.
Kita membandingkan pelatih yang kemarin dengan STY itu karena kualitasnya downgrade bukan buzzer STY.
Begitu pelatihnya upgrade, udah ngga ada lagi yang membandingkan dengan STY. So, fans timnas itu objektif.
Rodri:
“Liverpool telah menetapkan standar di Inggris selama bertahun-tahun. Setiap kali kami menghadapi mereka, kami tahu kami harus tampil pada performa terbaik mutlak karena mereka memiliki pemain kelas dunia di seluruh lapangan. Memenangkan Ballon d'Or adalah kehormatan luar biasa, tapi itu juga mengingatkan Anda betapa banyak pemain luar biasa yang tidak pernah mengangkatnya. Liverpool pernah memiliki pemain seperti Virgil van Dijk dan Mohamed Salah yang menghasilkan musim setara Ballon d'Or, dan itu mengatakan segalanya tentang level klub itu.”
Dari punya pelatih anti kritik & asbun di depan media, skrg punya pelatih yang tiap omongannya kayak udah dirangkai dengan baik di otaknya
Welcome back quotes-quotes bijak Kloppo 🥹
Sadar gak, kalau hanya dengan satu konferensi pers pertamanya, Klopp langsung mengguncang dunia sepakbola lagi.
Bapak yang satu ini emang sudah pengalaman banget kalau ngadepin media.
Baru konferensi pers pertama tapi langsung ngehantam para wartawan.🤣
Kasarnya, lo jual gue beli.
Tapi omongannya selalu berbanding lurus dengan prestasi.
Gak asal petantang-petenteng kayak Ten Haag pas baru gabung MU.
Masih inget sama muka merah Dominik Szoboszlai? Atau Fede Chiesa yg kehabisan napas setelah selesai test pre-season di AXA?
Ternyata ada metode khusus yg digunain Andoni Iraola dan asistennya buat ngebalikin heavy metal football ke Anfield.
Dan alasan kenapa sih dia ngelakuin ini.
Tapi menurut lo, kita pantes ga sih buat percaya lagi dengan klub ini musim depan?
Main lagi dgn pressing tinggi selama 90 menit setelah dibuat lemes oleh Si Botak musim lalu?
Tapi sayang banget sih Mo Salah ga ada di antara mereka...
Kita bahas. A thread on how Iraola prepare us for another Heavy Metal Season 👇
Sumber: Statsports
Jürgen Klopp:
“Kesuksesan adalah bagaimana kita tampil sesuai dengan ekspektasi. Ketika kita bertanya: 'Apakah Jerman sebagus Prancis?' jawabannya adalah 'TIDAK'. Apakah kita memiliki pemain seperti: Dembélé, Mbappé, Doué, Barcola? Jawabannya juga TIDAK.
Tapi kita masih bisa mengalahkan mereka. Tidak penting untuk melihat Prancis, Spanyol, Argentina. Yang terpenting adalah melihat diri kita sendiri dan bagaimana kita bermain sepak bola.
Jerman bukan nomor satu di dunia saat ini, itu benar. Ada 11 negara di atas kita dalam peringkat - tetapi kita harus membuat kemungkinan untuk mengalahkan mereka, dengan cara kita bermain sepak bola!” 🇩🇪
OH MY GODD PENUH AURAA 🥶🥶
Rangkuman konferensi pers perdana Jürgen Klopp sebagai pelatih Timnas Jerman:
- melatih Timnas Jerman adalah capaian tertingginya sbg pelatih, idealnya karirnya berakhir setelah ini
- siap menemukan gaya main yang akan dinikmati semua orang
- siap berpergian ke negara lain maupun dalam negeri demi menonton para pemain Jerman
- mengakui saat ini Jerman masih belum sebagus Prancis, Argentina atau Spanyol
- siap terlibat dalam perbaikan struktur sepakbola Jerman
- tidak akan memaksakan memainkan pemain-pemain terbaik di ajang Nations League
- apabila sudah tidak diinginkan oleh banyak orang, ia rela mundur tanpa pesangon
- memperingatkan media bagaimana perlakuan mereka thd Nagelsmann & Tuchel, siap mundur jika sudah mencampuri urusan pribadinya
[via @iMiaSanMia]
Narasi soal konspirasi di balik kekalahan Argentina dari Spanyol di final terasa terlalu dipaksakan.
Faktanya, Spanyol tampil lebih dominan sejak awal hingga akhir pertandingan. Penguasaan bola, tempo permainan, dan organisasi tim mereka berada di level yang berbeda, sementara Argentina kesulitan mengembangkan permainan.
Tidak semua kekalahan harus dikaitkan dengan drama di luar lapangan. Terkadang tim yang lebih baik memang pantas menang, dan di final itu Spanyol menunjukkan kualitasnya.
Spanyol de La Fuente ini perwujudan tim yang dibangun oleh sistem bukan hanya individu. Buktinya, pemain seperti Nico Williams & Ferran jadi pencetak gol serta assist meski muncul dari bangku cadangan. Merino jg pernah jadi penyelamat. Bahkan Eric Garcia pun tampil ketika dibutuhkan. Rodri diganti pun tak masalah. Pedri mulai digeser Ruiz namun ketika diberi kesempatan bisa tampil optimal.
Spanyol layak juara.
Fabian Ruiz main 50x sama Spanyol. Tau berapa kali dia kalah? 0.
Kunci di Piala Eropa 2024, kunci di Piala Dunia 2026. Partner ideal Rodri dalam urusan kontrol tempo, bantu lini belakang, distribusi. Nggak gampang ditekan, visioner.
Di klub pun baru menang UCL.
UNDERRATED.