Flareon Ignis Owenzaus. A Gryffindor first-grader Ministry student who held 5007 as vault code. Finding his path in Potions, Arithmancy, and Herbology.
️️
️️
https://t.co/oYhYpMghm6
Karena lelah menjadi tidak terlihat, saya akan mengistirahatkan akun ini untuk beberapa hari. Semoga setelah itu menjadi normal lagi. Mohon doanya, lini masa.
️️
️️
@SAS_The01 Walau ini sudah pasti tidak terlihat, tapi terima kasih banyak atas kerja kerasnya. Makrab hari ini menyenangkan. Terima kasih. Semoga sisa harinya berjalan menyenangkan.
️️
️️
Flareon, dengan langkah perlahan, meninggalkan lapangan bersama rombongan kecil teman-temannya. Sepanjang perjalanan menuju kastil, ia lebih banyak diam, membiarkan gumaman obrolan di sekitarnya menjadi latar belakang yang mengiringi pikirannya.
️️
️️
⠀
“Teman-teman sudah boleh pulang ke asrama! Hati-hati di jalan dan perhatikan satu sama lain. Jangan sampai kalian tersesat. Sampai jumpa dan semoga hari kalian selama di Hogwarts berjalan lancar!” Seluruh anggota organisasi melambaikan tangan sebagai salam perpisahan.
⠀
⠀
“Kami berharap informasi yang telah disampaikan dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyampaian kami. Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya.” Ia menampakkan kurva lengkung pada bilabial.
⠀
⠀
“Apakah sudah selesai berkemas?” Pandangannya mengedar memastikan tiap insan telah usai. “Sebelum kembali ke asrama, jangan lupa mengisi presensi di sana. Bagi yang sudah menulis presensi sesi pertama, tetap wajib mengisi sesi kedua.”
⠀
⠀
“Saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya! Sayangnya, permainan tadi menjadi akhir dari acara kita pada malam ini. Sekarang, kalian bisa mulai merapikan barang bawaan,” titah diberikan. “Kalau tidak ada, bisa menunggu teman yang lain, ya.”
⠀
⠀
Dara pemangku Pietro berjalan menuju tengah tempat acara. Ia mengamati satu per satu kawula muda yang nampak lebih segar. “Permainan tadi seru sekali! Rasanya, saya ingin ikut menjawab teka-teki yang diberikan oleh Kak Calantha dan Kak Tsuyoshi.”
⠀
⠀
“Sayang sekali sudah saatnya kita berpisah,” ujar pemandu permainan. “Kalau begitu, kami izin undur diri. Terima kasih partisipasi aktifnya saat bermain bersama, teman-teman. Sampai jumpa!” Tangan dilambaikan oleh pasangan pewara sebagai tanda perpisahan.
⠀
⠀
Pandangan yang semula mengarah kepada rekannya, kini dibawa lurus menatap barisan murid baru. “Jodoh? Jodoh akan datang kalau dicari, bukan dibagi,” balas sang wira sambil menahan tawa. Tak lama berselang, ia melirik petunjuk waktu di pergelangan tangan.
⠀
⠀
Sang puan memandang sosok taruna di sampingnya dengan wajah penasaran. “Selanjutnya ada acara apa, Kak Tsuyoshi? Katanya Kakak mau bagi-bagi jodoh?” Sang puan tertawa pelan sembari menepuk pundak rekannya itu.
⠀