mempelai dengan mempertahankan senyuman di wajah agar kegugupan itu tidak terlihat. Ketika dirinya telah berada di atas altar, bersama kedua mempelai, ia persembahkan sepasang cincin yang nantinya akan dipasangkan; menghiasi jari manis Kak Alex dan Kak Hans.
“Selamat
… Setelah diri berhasil yakin telah memperoleh berkah untuk bisa saling melengkapi dengan orang yang merupakan bagian dari takdirmu. “… missing piece.” @praexys
… lelaki itu tarik. “I found the one and my life had found its…” Ia sadar, dirinya yang bukan pasangan mempelai saja bisa merasa jatuh hati hanya dalam hitungan detik, apalagi Tuan Hans yang sedang menanti di seberang sana. 𝐵𝑎𝑔𝑎𝑖𝑚𝑎𝑛𝑎 𝑟𝑎𝑠𝑎𝑛𝑦𝑎, 𝑇𝑢𝑎𝑛? …
… berada di ujung lainnya dari jalur itu. “In that very moment…” Bagai ingin membantu para hadirin untuk lebih menghayati momen, Yejin mengumpulkan energi-energi yang menguar dari tuan Alex untuk ia sebarkan. Dari setiap gerakan kecil, dan bahkan setiap hembusan napas yang …
… sedikit lebih lamban dari yang diinginkan. Karena semakin lama langkah itu, akan semakin indah juga perasaan yang dirasa ketika nanti keduanya telah bersisian menghadap ke arah yang sama. “I couldn’t speak.”
Yejin kemudian mengalihkan pandangannya kepada Tuan Hans yang …
… berdampingan di depan pendeta yang akan membimbing penyatuan hidup yang mereka punyai di bawah lindungan Tuhan. 𝐾𝑎𝑙𝑖𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑠𝑡𝑖 𝑠𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑚𝑒𝑛𝑎𝑛𝑡𝑖𝑘𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎, 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛? “I got so nervous,” Tapi tak apa, tak masalah jika langkah yang diambil menjadi …
… senyumannya yang melengkung indah. “But when we first met…" Tiap kata ia penggal dengan tenang dan jelas, seolah dirinya ingin menyampaikan perasaan yang tanpa sengaja ikut ia rasakan dari sepasang pengantin yang saling menunggu saat di mana keduanya akan berdiri …
… “Not sure if you know this…” Suara Yejin mengalun selembut sutra bersama petikan gitar yang telah terlebih dahulu menyambut kedatangan sang pengantin pria. Tak lupa, tatapan yang tak kalah halusnya ia tujukan pada sang pengantin yang jelas sekali terlihat bahagia dari …
… gereja.
Cara mata Tuan Alex berbinar di ujung denting glockenspiel dan di antara kedipan halus bulu mata dalam sebuah jeda yang nampak berkilau ini—bukankah detail-detail kecil tetapi berharga seperti itu terlalu sayang untuk dilewatkan barang oleh satu kedipan mata saja? …
… hadirin. Ia dapat melihat satu sapuan mata pria itu yang menatap lurus ke depan. Dan meski tatapan itu tak tertuju secara khusus kepadanya, pemandangan itu tetap membuat dunianya seolah berhenti sejenak dalam iringan bunyi-bunyian perkusi yang terdengar seperti lonceng …
… singkat pertemuan pandang dengan perawakannya saja sosok pria sudah mampu membuat sang gadis terpana. Entah itu efek dari busana yang dikenakan atau kilau sepatunya, Yejin tak mengerti. Namun, ia bisa melihat bahwa setiap inci dari pria itu mencuri perhatiannya dan seluruh …
… pria itu menuju altar untuk mengucapkan janji suci mereka di depan Tuhan dan hadirin yang menyaksikan.
Yejin bisa merasakannya—sebuah sensasi aneh tapi memikat yang mulai mengisi ruang dalam dadanya sejak kehadiran pria itu muncul di antara mereka—bagaimana hanya dengan …
… kesakralan itu, seluruh mata nampak langsung tertuju pada sosok Tuan Alex—berambut ungu lavender dan tampil memukau dengan dandanannya yang sempurna—yang akan segera melangkah tungkai memasuki salah satu jalur terpenting dalam hidupnya: jalanan lurus yang akan membawa …
Petikan gitar klasik yang penuh kasih terdengar memenuhi penjuru ruangan, lantas memecah keheningan sore itu dengan kesyahduan yang rasanya sudah lama sekali mereka nanti-nantikan. Di suatu momen yang hanya satu tingkat jauhnya dari apa yang bisa mereka sebut sebagai …