@ShoutOut3Sub |[ A.
Kalau hanya sekadar sebut ayah dan ibu, tidak perlu kapital. Kecuali kamu menyebutnya sebagai sapaan.
Contoh: “Memangnya kita mau kemana, Bu?”
“Ini kopinya, Ayah.”
< sepenuhnya kini.
“Seandainya aku bisa, Oppa. Seandainya semudah itu,” tutur Seulhee dengan suara yang berangsur menggetar. Detik setelahnya, ia mengalihkan pandang. Sembari menatap pancaran sinar rembulan di langit malam, ia kembali berkata, “Tapi aku >
< terlarang.
Kembali mengingat kehadiran sosok lain yang belum beranjak, Seulhee segera mengembalikan kesadarannya. Ia mengerjapkan mata, kemudian menoleh pada sosok pria diiringi esem kecil nan lirih di atas bibir merah mudanya.
“Terima kasih, Oppa,” >
< probabilitas akan tertangkapnya figur si gadis Bae.
Namun, baru saja dirinya ingin bangkit, tangan kekar milik seorang anak adam sukses menghentikan pergerakannya.
Tamat sudah riwayatmu, Bae Seulhee.
[@AN_Maxwell94]
< bagian lututnya. Namun demikian, ketika mendengar langkah kaki mendekat, Seulhee segera menoleh; mengingat kembali bahwa seseorang tengah mengejarnya saat ini. Lantas, sebisa mungkin, ia berusaha bangkit dari posisinya saat ini guna melarikan diri dari >