“Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara. Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di inggris. Tidak ada satu pun negara di dunia yg program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan. Dari semua program perlindungan sosial di seluruh dunia, MBG adalah program terbesar dari segi anggaran, inefisiensi dan potensi korupsinya, di seluruh dunia.”
Video ini adalah paparan paling clear soal kekacauan tata kelola embege. Kalo ada yg nanya “emang apa salahnya sih embege?”, cukup suruh nonton video ini.
Coba dipikir.
Cita2 pingin industrialisasi, bikin mobil dan ponsel sendiri
Tp belanja APBN Top 3 nya: BGN, TNI, Polri
Programnya: MBG, Kopdes, Gentengisasi
Budget R&D to GDP cuma 0,28%.
Preman di mana2. Kepastian hukum ga pasti.
Gimana industrialisasi dan investasi bisa jalan?
Orang Indo kalau kehilangan motor itu akan langsung sedih dan terpukul, karena kita tau kalau lapor polisi pun percuma. Motornya ga bakal dicariin
Di sini semua serba sendiri. Cr uang sendiri dan cr maling sendiri. Negara tinggal nagih pajak, itupun kita jg yg hrs laporan.
Sebagai informasi, BGN punya aturan untuk mitra program MBG: satu yayasan hanya boleh mengelola 10 dapur MBG. Sementara Yasika Aulia Ramadhani anak dari Yasir Machmud ini memiliki 41 dapur MBG dari beberapa yayasan yang berbeda.
Jadi dalam hal ini, Yasika sang wanita inspiratif tidak melakukan pelanggaran apapun.
Namun, ini hanya memberikan satu fakta bahwa pemerintahan sekarang memang didesain untuk membuat siapapun yang kaya akan semakin kaya sementara yang miskin semakin menderita.
🚨 Indonesia mencatatkan sejarah di AFC Futsal Cup 2026 tahun ini:
✅ pertama kali lolos semifinal (vs. Vietnam (rank 20)
✅ pertama kali lolos final (vs. Jepang (rank 13)
✅ menahan RAJA futsal Asia, Iran 5-5 hingga babak adu penalti
KAMI BANGGA! 🇮🇩👏
SOP ngejar jambret yg benar di Indonesia :
1. Hampiri jambret dgn perlahan.
2. Ucapkan salam.
3. Tanyakan apa benar bapak/ibu adalah jambret.
4. Jika iya, mintakan izin utk mengambil barang yg dijambret.
5. Ucapkan terimakasih stlh barang diserahkan.
6. Saling bersalaman dan tukar nomor kontak jika diperlukan.
7. Selesai.
Bayangin lo lagi naik pesawat, terus pilotnya bikin announcement, "Para penumpang yang terhormat, saya ngga ada pengalaman jadi pilot, tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk belajar terbangin pesawat ini dengan baik dan saya merasa bisa".
Panik ngga lo?????
Kemarin PM Kanada Mark Carney berpidato di World Economic Forum, Davos, dan rasanya perlu kita simak. Ia bicara blak-blakan, mengakui secara terbuka bahwa tatanan dunia yang katanya berbasis hukum dan keteraturan itu ternyata selama ini penuh kepura-puraan.
Negara-negara besar sering mengecualikan diri mereka dari tata aturan, aturan perdagangan diterapkan berat sebelah, dan ketat atau longgarnya penegakan hukum internasional itu tergantung pada siapa pelaku dan siapa korbannya. PM Carney menyebutnya “living within a lie”, bahwa mereka semua hidup dalam kebohongan yang selama ini mereka pelihara sama-sama.
Beberapa waktu lalu saya pernah twit soal perlunya negara-negara Global South bersatu supaya tidak mudah disetir dan diintervensi kekuatan besar. Menariknya, kegelisahan ini ternyata juga dirasakan negara menengah di belahan Utara seperti Kanada.
PM Carney juga sampai pada kesimpulan yang sama, bahwa kalau negara menengah hanya bernegosiasi sendiri-sendiri dengan negara besar, maka kita akan bernegosiasi dari posisi lemah. Kita malah jadi saling sikut, berlomba jadi yang paling tunduk. Jelas itu tidak bisa disebut sebagai kedaulatan.
Kenyataannya, dunia kini sudah berubah. Sudah multipolar, sudah sangat dinamis. PM Carney mengajak negara-negara menengah untuk bangun dan sadar akan kenyataan ini, lalu mulai membangun koalisi yang fleksibel. Beda isu bisa beda mitra, tak harus loyal buta pada satu polar, sambil terus memperkuat ekonomi di dalam negeri.
Pesan itu jadi sangat relevan juga untuk Indonesia. Diplomasi harus proaktif, tak bisa netral yang pasif. Membangun jembatan, jangan sekadar ikut arus.
Kanada bicara dari posisi negara menengah Barat. Sedangkan Indonesia bisa mengambil peran sebagai jembatan antara negara-negara menengah Barat yang mulai melek ini dengan Global South yang sudah lama merasakan ketidakadilan tatanan dunia. Kita punya legitimasi di kedua sisi.
Di tengah dunia yang makin terpecah, justru negara-negara menengah punya kesempatan membentuk tatanan baru yang lebih adil. Syaratnya, harus berani bergerak bersama. •••
Transkrip pidato PM Carney: https://t.co/07LhGa0OJ9
🤍🗣️ Lucas Vázquez farewell letter on IG:
“Dear Madridistas, it's been nearly 2 decades since I arrived at Valdebebas as a 16 year old full of dreams and excitement to wear this shirt. Every step along the way has been a gift, and over time, Madrid became my home.”
“We've lived unforgettable nights together, celebrated 23 titles and created memories that will stay with me forever. From the bottom of my heart, thank you to the President, board, staff, coaches, teammates and above all, to the fans. You pushed me to always give that little bit more.”
“Today, after more than 400 matches, it's time to say goodbye to the club of my life. But I leave with peace of mind knowing I gave it my all. I've always been aware of the responsibility and privilege that comes with wearing this badge. I've enjoyed every match, training session, trip, and if there's one thing this journey has taught me, it's that no one should ever tell you that you can't achieve something.”
“I may be leaving Real Madrid, but Real Madrid will never leave me. Wherever I go, I will proudly say that I had the honor of playing for the greatest club in the world. Thank you for being part of the most beautiful journey of my life. Hala Madrid, and nothing more!”