Peneliti SMERU, @ValentinaUtari menyebut, masih ada norma sosial yang melekatkan kerja keperawatan pada perempuan di Indonesia. “Bahwa perempuan boleh bekerja, tapi mereka tidak boleh melupakan urusan rumah tangga”.
Baca artikel @KATADATAcoid di https://t.co/LXTvCwaDaw
PENGUMUMAN PENTING
Untuk Para Presenter & Peserta KCIF2025
Karena persoalan teknis terkait link Zoom, kami melakukan perubahan link Zoom beberapa sesi dalam KCIF2025 untuk hari Jumat-Minggu, 19-21 September. Silakan menggunakan Google Site yang telah kami sediakan.
Thank you!
Salah satu mitos tentang "dampak" adalah: dampak dari penelitian diciptakan langsung oleh peneliti melalui aktivitas-aktivitas peneliti dalam "memasarkan" penelitiannya.
Padahal, dampak penelitian memerlukan dukungan lembaga dan banyak orang baik di dalam maupun luar kampus.
Aliansi Perempuan Indonesia menggelar konferensi pers untuk memperingati September Hitam pada Rabu (10/9/2025), di Gedung YLBHI, Jakarta. Konferensi pers ini sekaligus merespons kekerasan yang terus dilakukan oleh negara dan aparat, terutama terhadap aktivis, perempuan, dan kelompok rentan.
Luviana Ariyanti, Pemimpin Redaksi https://t.co/7M6NyBtoFY, menyebut pola-pola kekerasan semakin kentara dengan maraknya serangan 'darat' dan 'udara' sejak dan setelah rangkaian aksi massa 25 Agustus–1 September 2025. Aparat melakukan penganiayaan, penyiksaan, doxxing, dan kriminalisasi terhadap ribuan orang yang mengekspresikan pendapat mereka. Aktivis dan media yang kritis juga dibungkam dengan tuduhan "antek asing" dan sebagainya.
Sari Wijaya dari YAPPIKA mengatakan, September Hitam juga adalah momentum pengingat bahwa kekerasan senantiasa dilakukan oleh negara terhadap rakyat sipil, terutama kelompok rentan.
Aliansi Perempuan Indonesia menuntut sejumlah hal, salah satunya pengusutan tuntas kasus-kasus pelanggaran berat HAM yang terjadi dalam September Hitam. Seperti pembunuhan Munir dan Pendeta Yeremia, Tragedi Semanggi II 1999, genosida dan femisida 1965-1966, kekerasan dalam Reformasi Dikorupsi 2019, dan sebagainya. Selain itu, API menuntut agar TNI dan Polri segera ditarik kembali dari gerakan dan jabatan sipil, serta mendorong demokrasi yang bermakna dan inklusif agar perempuan dan rakyat tidak takut, serta terus mengeskalasi gerakan yang solid dan tidak tunduk pada kekuasaan.
📹: Salsabila Putri Pertiwi/Konde.co
#SeptemberHitam #AliansiPerempuanIndonesia #ProtesAdalahHak
SMERU bersama @jalaprt & @y_kalyanamitra, didukung Yayasan Penabulu, melakukan rangkaian kajian dan kegiatan advokasi untuk mengidentifikasi celah kebijakan dalam sektor pekerjaan perawatan serta merancang strategi advokasi yg efektif untuk membantu mendorong pengesahan #RUUPRT.
Hari ini, masyarakat adat Malind dan Yei, Merauke mendatangi Kementrian Pertahanan meminta negara menghentikan proyek strategis nasional (PSN) food estate & perkebunan tebu dan bioetanol seluas 2 juta hektar. PSN tersebut berpotensi merusak rimba terakhir Papua.
Saturday Nite with LETSS Talk Live on Instagram #77
Dinamika Pengalaman Hidup Gay di Indonesia
Sabtu, 19 Oktober 2024, 19.00-21.00 WIB
Dadung Ibnu Muktiono
(PhD Candidate Gender and Cultural Studies Discipline, School of Humanities University of Sydney)
@letsstalk_sexualities
Aksi damai menolak PSN Food Estate & Energy Estate Merauke...
DIBATASI DI LUAR PAGAR KAWAT.
Bantu terus suarakan untuk masyarakat adat suku Malind & Yei yg tidak dilibatkan samsek dalam proses pembukaan lahan dari tanah hak ulayat mereka.
I'm talking at a conference later this year (on UX+AI).
I just saw an ad for the conference with my photo and was like, wait, that doesn't look right.
Is my bra showing in my profile pic and I've never noticed...? That's weird.
I open my original photo.
No bra showing.
I put the two photos side by side and I'm like WTF...
Someone edited my photo to unbutton my blouse and reveal a made-up hint of a bra or something else underneath. 🤨
Immediately, I email the conference host.
(FYI he is a great, respectable guy with 5 kids at home.)
He is super apologetic and immediately looks into the issue.
He quickly reports back that the woman running their social media used a cropped square image from their website.
She needed it to be more vertical, so she used an AI expand image tool to make the photo taller.
AI invented the bottom part of the image (in which it believed that women's shirts should be unbuttoned further, with some tension around the buttons, and revealing a little hint of something underneath). 🤯
—
FYI the conference organizers were super apologetic and took down all of the content with that photo.
Saturday Nite with LETSS Talk Live on Instagram Edisi #76 “
"Islam dan Fertilitas: Gender dan Imajinasi tentang Anak”
Sabtu, 5 Oktober 2024, 18.30-20.00 WIB
(Nelly Martin-Anatias, Ph.D.
Peneliti & Pengajar Massey University College, Massey University, Aotearoa, New Zealand)
Para tahanan perempuan seringkali dipaksa, diintimidasi & dikelabuhi agar mengkianati kawan sendiri. Sayang foto2 mereka tak bisa dipasang krn mereka minta identitas dirahasiakan. Jadi korannya malah memasang foto2 saya. Semoga tdk bosan lihat fotonya. https://t.co/5hZaPQ6BfU
Pulau sekecil itu berkelahi dengan NIKEL ☠️🎶
Pulau Kabaena, dgn luas hanya 891 km2, sudah hampir tertutup seluruhnya oleh belasan IUP Tambang NIKEL. Korbannya kali ini adalah…
Suku pengembara laut TERAKHIR di Bumi!
-utas-
#StopTambangdiKabaena#SelamatkanSukuBajau
Our latest journal explores the evolving challenges faced by African women in the "new normal," highlighting the persistence of old power structures while recognizing the emergence of new forms of oppression. Get your free copy available here: https://t.co/PZwMAPda1l
PERINGATAN DARURAT DIGITAL!!!!
Tindakan represivitas negara kepada massa demonstran tidak cukup hanya dilakukan secara fisik, melainkan juga melalui digital. Kami mengumpulkan korban serangan digital melalui kanal aduan dan juga pendokumentasian media sosial.
#daruratdemokrasi
SERUAN AKSI!
Kita semua buruh. Selama ada pasal pencemaran nama di UU ITE maupun KUHP, kita semua bisa dikriminalisasi oleh korporasi tamak kapanpun kita menuntut hak kita sebagai buruh.
HENTIKAN KRIMINALISASI TERHADAP BURUH PEREMPUAN, BEBASKAN SEPTIA DARI TAHANAN!
Koalisi Sipil untuk RUU PPRT akan mengadakan aksi di depan gedung DPR mulai Selasa, 10 Agustus 2024 pada pukul 10.00 sampai 11.00. Aksi ini merupakan bentuk untuk mendesak DPR mengesahkan RUU PPRT di Bulan September 2024 ini.
Kawal Hingga Legal, #sahkanRUUPPRTsekarang