SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
Salah satu alasan mengapa TNI tidak boleh berpolitik/menduduki jabatan2 sipil, karena mereka punya masalah kejiwaan: mengidap DENDAM PRIBADI. Urusan publik jadi urusan privat, kritik publik jadi kritik personal. Ngeri banget, kan?
Gw bantu jelasin ttg trend 'Peringatan Darurat' dgn bahasa sederhana yg bs dimengerti anak SD sekalipun. Buat yg bs bantu bikin ilustrasi gambar/videonya, waktu dan tempat dipersilahkan.
A thread.
Halo! Buat yang masih belum paham, bisa banget disimak rangkumanku yang sudah aku usahakan menggunakan bahasa 'bayi' ini ya guys. Tolong bantu share untuk spread awarness! Terima kasih🙏
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
Teman-teman 01/03 janganlah ngetawain kawan-kawan 02 yang kena prank makan gratis itu.
Di-tiktok loh mulai banyak video yang ngetawain omon-omon.
Menurutku : pasca Pemilu, kita balik lagi saling bantu. Siapapun jagoan capres dan calegnya. Biarkanlah politisi dengan janji-janji mereka. Kita doakan agar mereka amanah dan semua janji baik bisa terwujud.
Ini perspektifku. Soalnya emang kita-kita aja yang paling mungkin untuk bisa saling bantu.
@undipmenfess Kita hidup dimana ada bahkan banyak orang yg lebih percaya sama jj tiktok daripada peringatan sekelas guru besar, akademisi dan aktivis, gws deh kalo kata gue 🥀
Gk usah sok bijak, kt gk bs terima kekalahan?
Lol... Kita yg ada skrg itu udah biasa nemenin wowo kalah dari 2014,2019. Gk usah u ajarin soal kalah menang.
Kalah menang kita biasa, yg eneg itu kalau bertahun2 kecurangan terus di pelihara.
Tanya bapak kalian itu, dia ktnya menang QC. Knpa gk sumringah? Karena dia tau, pedih 2x di sikat dengan cara sama. Skrg dia menang dengan cara yg sama dipakai untuk tenggelamin dia.
Wowo itu org yg ekspresif, dia marah ya dia lgsg tunjuki, dia senang jg begitu. Tp skrg kenapa ktnya menang tp wajah gk bahagia.
Batu, mau dijelaskan oleh orang sekredibel apa pun, dengan fakta-fakta sejelas apa pun, akan tetap menjadi batu. Bukan bodoh, cuma memang batu tidak bisa berpikir
Ada saatnya kita menjadi pendukung capres atau cawapres.
Tapi hari ini, kita akan menonton film ini sebagai sesama warga negara.
11 Februari, 11.00 WIB
#DirtyVote
Bukan film horor atau drama, tapi sepanjang nonton DIRTY VOTE dibikin takut dan sedih.
Kirain cuma film yg perlu "skenario" bagus, ternyata pemilu dan politik juga. Kalau gini, masa rakyat kayak kita cuma bisa ngikutin "skenario"-nya?
Menurut kamu gmn?
Minton bahas dikit 👇