Dear @KFCINDONESIA , kalo boleh saran utk gelas take away (apalagi yg di delivery sm ojol) mending dipakein seal plastik yg pake mesin press itu daripada dikasih tutup plastik trus dibungkus plastik lg, barusan kejadian ini ayam goreng saya jadi merah krn ketumpahan fanta π
Dulu ada laki2 bercerita soal gaji 3 juta, lalu direndahkan sampai serendah2nya kalau uang sgtu cma untuk perawatan hewan-nya.
Hari ini ada suami bercerita kalau istrinya menggunakan pinjol 300 juta, tapi tetap mendapatkan reaksi jelek krna mau berpisah.
Laki2 katanya jangan suka menyimpan dan menahan emosi dalam dirinya. Harus berani bercerita apa yang dia rasakan.
Tapi ketika laki2 berceritaβ¦dia tetap disalahkan walaupun dia benar.
Sudah benar laki2 jangan bercerita apapun di sosmed.
Teruntuk semua pelaku FnB:
Customermu tuh akan pergi kalo kamu salah buat pesenan, apalagi kalo sampe kelupaan buat pesenannya.
βTerus kalo udah kejadian solusinya gimana?β
1. Minta maaf
2. Kasih compliment (kasih free menu, kasih voucher, dll)
3. Prioritaskan pesanan yang keliru dulu
Udah kejadian berkali-kali kayak gini malah antar orang dapurnya salah-salahan bahkan sampai bentak-bentak, ga ngomong maaf sama sekali π π π
Dulu aku juga minderan banget. Merasa aku tuh paling bego sedunia. Kemudian aku masuk pi en es. Di situ aku belajar bahwa kebegoan itu ternyata bisa dalem banget.
Selamat pagi rakyat jelata!
Kami, para pejabat dan wakil rakyat, sudah memutuskan:
1) UMR cukup sekian saja, kami sudah hitung supaya kalian bisa bertahan hidup, makan saja. Rumah? Punya anak? Modal nikah? Sekolah? Semua itu tidak penting untuk bertahan hidup, makanya kami tidak hitung.
2) Butuh kerja sampingan? Korporasi sudah bikin aplikasi ojek online, daftar lah kalian ke sana. Statusnya mitra jadi teman korporasi kami tidak perlu membayar UMR, kalian dianggap kerja sendiri, bukan kerja ke aplikator. THR juga tidak perlu bayar. Profit teman korporasi kami yang utama, bukan rakyat jelata seperti kalian.
3) Masih kurang? Tenang banyak usaha mikro, kecil, dan menengah. Kerjalah di sana. Kami sudah memberi mereka pengecualian biar gak bayar pekerjanya minimal UMR. Jadi kalian bisa kerja di sana dengan mudah.
4) Masih kurang juga? Suruhlah istri kalian kerja. Jadi guru honorer misalnya. Sekolah-sekolah sudah kami desain biar bisa menggaji mereka ratusan ribu. Kami sudah menyerahkan semua kepada mereka, "Apakah semuanya harus ditanggung negara?"
5) Istri guru kalian mengeluh dengan ratusan ribu itu? Kan jadi guru adalah pengabdian kepada negara? Kenapa ngeluh soal gaji guru honorer? Itu pengabdian, bayarannya pahala, balasannya nanti di surga.
6) Anak pertama kalian baru lulus kuliah? Lagi nganggur? Berapa umurnya? 26 tahun? Kok bisa? Waktu kuliah nyambi kerja karena UKT tinggi? Makanya belajar yang rajin biar IPK-nya tinggi dan lulus tepat waktu!
7) Apply di perusahaan susah karena kurang pengalaman, makanya magang, cari sana. Kami udah bikin program macam-macam buat teman korporat kami senang. Apa itu namanya? Merdeka Belajar atau Kampus Merdeka. Kami gak peduli mahasiswa hilang 1 semester pembelajaran demi teman korporat kami.
8) Gak lulus tepat waktu karena dosennya susah dihubungi? Kenapa emang dosennya? Ah ya, lebih pilih ngurus kerja sampingan dan proyekannya? Gak apa, resiko. Kami gak mau kasih gaji dosen kalian tinggi-tinggi, apalagi yang muda. Bahaya kalau pinter banyak nuntut. Jadi terima aja kalau susah dihubungi.
9) Anak kedua kalian baru masuk kuliah? Selamat! Susah bayar UKT? Coba apply KIPK! Ah tapi kalian berdua kerja, penghasilan dari banyak pekerjaan sekaligus kan udah banyak. Jadi KIPK-nya kita tolak. Biar gak jadi beban negara.
10) Kami juga nurunin batas miskin, 20 ribu sehari. Kalau tinggi-tinggi, nanti kami perlu ngeluarin duit buat bansosnya banyak. Yang daftar KIPK banyak, yang daftar bantuan beras banyak, susah. Ngurangin jatah kami.
11) Anak ketiga kalian di sekolah kan? Tenang, berhubung kalian sudah pergi kerja berdua dari pagi sampai malam, gak sempat sarapan kan? Di sekolah kami beri makan siang gratis. Kami sudah alokasikan hampir separuh anggaran pendidikan. Tenang saja.
12) Apa? Keracunan? Gara-gara MBG? Ini pasti gara-gara gurunya gak cicipin dulu. Kemarin, kami sudah perintahkan gurunya cicipin dulu biar anak-anak gak keracunan. Kenapa? Gurunya keracunan juga? Nasibmu nak.
13) Ya udah, bawa ke rumah sakit aja. Ada BPJS kan? Aduh, gimana sih kok gak diurus, kamu perlu urus administrasi panjang lebar kalau gak diurus gini. Sekarang udah terlanjur keracunan gimana?
14) Kenapa? Rumah sakitnya nolak gara-gara BPJS-nya gak dicairin sama negara? Waduh, coba cari rumah sakit lain.
15) Dokternya di rumah sakit kelelahan, jadi lagi sakit juga? Waduh coba cari rumah sakit lain lagi.
16) Ya udah, saya tahu kalian susah, ini sekarung beras sama minyak goreng. Bantuan sosial dari negara. Jangan lupa pilih kami lagi.
17) Kami juga sudah memutuskan gaji dan tunjangan kami 20 sampai 100 kali lipat kalian, jangan samakan kami dengan rakyat jelata seperti kalian.
Untuk adik-adikku Gen Z yang luar biasa.
Kalau dulu, umur 30 ayah ibumu udah bisa bangun rumah. Sekarang kamu umur 30 masih ngekos atau ngontrak.
Ingat ini Usahanya sama, tapi memang ekonominya yang beda.
Dulu ibumu bisa besarin tiga anak tanpa kuliah. Kamu sekarang udah sarjana, kerja sambilan sana-sini, tetap ngos-ngosan buat bertahan hidup.
Dulu ibu belanja untuk kebutuhan seminggu cukup gaji bapak sehari. Sekarang kamu kerja dua tempat, keranjang belanja masih setengah isi.
Ini bukan karena kamu males atau kurang kerja keras. Permainannya memang udah berubah.
Jangan bandingin dirimu sama orang tua dulu. Mereka main di level berbeda. Kamu main di level expert, lawan hidupmu itu sungguh dahsyat, inflasi, ekonomi digital, dan dunia yang nggak pernah tidur.
Kamu tidak gagal. Garis start-nya yang memang geser, aturannya yang berubah. Kamu masih bertahan di dalam permainan.
Jadi stop rasa bersalah, stop ngerasa malu. Kamu nggak terlambat. Kamu lagi bangun sesuatu di tekanan yang generasi sebelum kamu dulu nggak pernah hadapi.
Terus jalan.
Kamu nggak rusak.
Kamu cuma lagi membangun
di dunia yang beda.
Kerja keras lah kalian semua.
Ada yang harus kalian bayar 3 juta per hari.
Ada tunjangan rumah 50 juta sebulan yang harus kalian bayar.
Ada uang pulsa 15 juta. Juga harus kalian yang bayar.
Kalau bukan kalian yang kerja keras, siapa lagi? Negara?
Introverts don't get bored. They love their company. Just chilling around the house. Looking out the window. Browsing old photos. Cringing about something they said 3 years ago. Feeling ten different emotions in 4 seconds. 2 hours of self-talk. Walk. Eat. Nap. But never bored.