Ketika mengetahui kabar akan ada mahasiswa Trisakti yg akan demo.
Semalam hingga pukul 00.00 lebih,
Teddy Indra Wijaya diketahui mengadakan pertemuan di depan kantor seskab dengan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules.
Di sisi lain, Hercules sebelumnya pernah menyatakan, bahwa jika ada pihak yg mengganggu pemerintahan Prabowo, maka akan berhadapan dengan GRIB.
Mereka bukan cuma punya serdadu aparat, tetapi juga memelihara preman.
Sekuat apa mereka melawan rakyat??๏ฟผ
ccthread:alfianzhy
awokawok ngamuk dia, tiba-tiba bahas etika
virdian: "oke kita anggap bundaran HI bukan tempat demo. sama seperti dapur MBG & kopmer bukan tempatnya polisi dan juga tentara"
puas bgt liatnya kena skakmat terus ๐
Coyyyyy gue keinget ini.
Masa kopdes jam operasionalnya cuma 2jam dr senin-kamis. Niat jualan kaga sih????? Kasian rakyat selucu ini dikasih pemerintah yg ga pernah serius kerjanya๐น
TVRI beli lisensi Piala Dunia 2026 pakai duit APBN. Lisensi yg dibeli, mencakup siaran TV, streaming dan radio.
Lalu TVRI menjual lagi ke platform lain?
Ini KPK atau Kejaksaan nggak ada niatan meriksa transaksinya? Atau emang boleh begini?
MINI GIVEAWAY !!
Edisi Awal Season 41
Masing-masing 25k buat tiga org pemenang
SYARAT :
1. Rt dan like
2. MUTUALAN ONLY
3. reply tentang keseruan kalian di S40
End Jumat Malem
Mensesneg bilang Prabowo tidak hadir KTT ASEAN-Rusia karena "fokus menyelesaikan agenda di dalam negeri."
Baik. Dicatat.
Presiden yang sama ini sudah melakukan lebih dari 54 kali kunjungan luar negeri dalam 19 bulan , ke 25+ negara.
Prancis saja dikunjungi 4 kali dalam 10 bulan.
Total waktu di luar negeri: sekitar 112 hari.
Hampir 3,5 bulan.
Fadli Zon kemarin bilang diplomasi Prabowo "luar biasa, bukan omon-omon" , 5 menit ketemu Emir Qatar, langsung USD4 miliar.
Tapi KTT ASEAN-Rusia yang melibatkan 10 negara tetangga langsung dan mitra strategis kawasan , dilewat karena "agenda dalam negeri."
Agenda dalam negeri yang mana?
Di Hambalang?
Prabowo sendiri pernah perintahkan seluruh instansi negara:
"Kurangi seminar, apalagi kunjungan kerja."
Inpres Nomor 1 Tahun 2025: pangkas perjalanan dinas hingga 50%.
Estimasi biaya 54 kali kunjungan presiden: Rp960 miliar hingga lebih dari Rp1 triliun.
Aturan efisiensi untuk rakyat.
Pengecualian untuk penguasa.
Kalau KTT multilateral ASEAN-Rusia , forum yang seharusnya efisien karena banyak kepala negara hadir sekaligus , pun dilewat dengan alasan "fokus dalam negeri"...
Lalu 54 kali terbang ke luar negeri sebelumnya itu untuk apa?