Bukan riba yang ngeri, tapi:
1. Kebodohan. Sebelum akad KPR, semua hitungan sudah dijembrengin. Cicilan tiap bulan itu ada porsi pokok dan bunga. Pokok utang akan selalu berkurang. Bacalah semua yang diberikan kepada kalian pada saat akan membeli rumah. Pelajari dan tanyakan agar kalian benar-benar paham.
2. Kemunafikan. Sejak awal dia sudah tau bahwa KPR itu ada bunganya, tapi tetap diambil, lalu di kemudian hari teriak-teriak "ngerinya riba"? Gimme a break.
3. Ketiadaan kemampuan berpikir. Liat point no. 1, sehingga jika pokok utang adalah 250jt, pada saat dilunasi, tidak mungkin pokoknya bertambah jadi 260 juta. Selama 4 tahun pokok utang akan terpotong sedikit demi sedikit. Berbeda dengan pembiayaan kendaraan bermotor, ketika KPR dilunasi, maka yang wajib dilunasi adalah pokok utangnya saja. Paling hanya penalti pelunasan lebih awal, itupun jika masih dalam batas waktu yang ditentukan.
4. Penyebaran kebohongan yang dilakukan oleh akun yang mengaku "dakwah." Lucu banget. Ngefitnah tapi mengaku dakwah.
Terimakasih paman paman & tante tanteku Gooners & Goonerete sudah bertahan sejauh ini, air mata kalian malam ini adalah bukti sahih sebuah kesabaran & ketulusan tentang menemani perjalanan sebuah club bola nan jauh disana
We deserve to celebrate this
UP THE ARSENAL
22 tahun buat menunggu buat tim idolanya juara liga lagi itu bukan waktu yg sebentar.
Ada fans yg frustasi tapi ada fans yg tetap loyal di situ.
Aku pernah di momen itu, ketika menunggu liverpool juara liga lagi setelah 30 tahun.
So, enjoy the moment! Semoga finish as juara.
Jujur, David Beckham itu agak nggak adil keberadaannya.
Maksudnya, orang ini dikasih kaki kanan yang bisa bikin bola belok kayak punya nyawa sendiri, dikasih fisik yang bikin orang lupa lagi ngapain, terus masih punya selera gaya yang bikin desainer fashion iri. Tuhan lagi mood baik banget waktu bikin dia.
Dan yang paling gila? Rambutnya.
Bukan lebay, tapi gaya rambut Beckham dari masa ke masa itu kalau dikurasi ulang bisa jadi pameran seni tersendiri. Serius.
Era pertama yang bikin geger: Blonde Curtains di MU
Belah tengah, warna pirang, tampang lugu tapi ada sesuatu yang bikin nggak bisa berhenti mandangin. Ini dia di usia muda, masih jadi anak baru di dunia ketenaran, tapi kamarnya para remaja cewek se-Inggris udah duluan dipenuhi posternya. Belum ngapa-ngapain, udah bikin heboh.
Terus dia plontos. Dan dunia panik.
Waktu Beckham pertama kali muncul dengan buzz cut, reaksi orang kayak ada yang salah di dunia ini. Tapi ternyata? Malah makin sangar. Tulang wajahnya makin keliatan, sorot matanya makin tajam. Di sini semua orang sadar, ini bukan soal rambut. Ini soal orangnya memang udah nggak masuk akal dari sononya.
2002. Faux Hawk. Kiamat kecil buat dunia pergaulan.
Ini puncaknya. Piala Dunia 2002, jambul tengah berkibar, dan dalam semalam barbershop di seluruh planet bumi mendadak punya antrian panjang. Semua cowok minta "yang kayak Beckham". Hasilnya? Ya nggak ada yang semirip itu. Tapi minimal pada nyoba.
Sementara di sisi lain, para cewek yang tadinya nggak ngerti offside tetiba hafal nomor punggung dia.
Sampai akhirnya — Man Bun. Bando. Rambut panjang berantakan.
Dan tetap aja ganteng.
Ini yang bikin frustrasi. Gaya yang di orang lain mungkin keliatan aneh, di Beckham malah jadi trendsetter. Dia masuk fase "Family Man" — udah nikah, punya anak, sering keliatan belanja bareng keluarga, tapi aura-nya nggak kemana-mana. Malah nambah dimensi baru: ganteng yang hangat. Ganteng yang bisa masak. Ganteng yang tetap ganteng bahkan pas lagi nganterin anak sekolah.
Intinya, Beckham bukan cuma pesepakbola yang kebetulan ganteng. Dia adalah bukti nyata bahwa ada orang-orang tertentu yang kayaknya emang "dikirim" ke dunia ini untuk mengacaukan standar normal manusia.
Dan kita semua, sadar atau nggak, udah lama pasrah menerimanya.
Kalau menurut lo, era rambut mana yang paling bikin lo (atau cewek lo) ngefans berat sama ni orang?
Atau jangan-jangan lo salah satu korban yang gagal niru jambul Faux Hawk-nya pas 2002?
Ini adalah momen haru dimana RFC Liege vs Jong Genk. Brent Stevens, kiper Genk baru saja kehilangan ayahnya beberapa waktu lalu. Pemain lawan mencoba menghiburnya
bahkan suporter lawan menguatkannya!
Respect!