KH M. Sholeh Bahruddin mengumpamakan rumah tangga itu seperti berlayar, semakin hari semakin berada di titik tengah lautan yang jauh dari teman sejawat dan sanak famili. Kemudian ombakpun menampar perahu, baik ombak kecil maupun ombak besar.
Semalam beli roti di sebuah bakery, pelayan dan manager yang ikutan jadi kasir, bekerja dengan cepat, berkomunikasi baik, juga helpful.
Lanjut nyari restoran buat dinner. Keliatan juga semua pelayan sigap dan ramah menyambut melayani tamu.
Pulangnya mampir ke minimarket buat beli sabun dan ke toko cemilan beli beragam snacks. Semua pekerjanya juga sigap.
Ada beberapa hal saya liat di sini.
Pertama, keramahan dan kesigapan pekerja Jakarta itu diatas rata-rata -- ini based on pengalaman mengunjungi berbagai kota seperti New York, Boston, Washington DC, Zurich, Dubai, atau bahkan yang sesama Asia seperti Hong Kong dan Singapore, Shanghai dll.
Dan yang bikin hangat, keramahan pekerja Jakarta itu genuine, bukan dibuat-buat. At least itu yang saya rasakan.
Kedua, resiliensi warga Jakarta itu edun. Setelah digempur demo dan kerusuhan, mereka kembali bekerja as usual. Tetep ramah, tetep sigap. Ini aslik, karakter yang luar biasa.
Yang saya lihat semalam bukan sekadar pelayanan di bakery, restoran, atau minimarket. Tapi DNA Jakarta: ramahnya genuine, sigapnya tulus, resiliennya luar biasa.
Setelah demo atau kerusuhan pun, warga kembali bekerja seperti biasa, tetap senyum, tetap melayani. Di kota lain mungkin profesional, tapi di sini ada human touch yang hangat.
Bayangkan kalau kualitas ini diangkat menjadi soft power bangsa: keramahan yang genuine dan resiliensi yang sudah teruji.
Di era AI dan otomatisasi, justru karakter seperti ini yang akan semakin bernilai, karena mesin bisa menggantikan tugas, tapi tidak bisa menggantikan ketulusan.
Tag mas @pramonoanung@aniesbaswedan ah.
terima kasih untuk rizki yg sangat berlimpah ini ya allah. tiada kenikmatan yg lebih indah selain bisa berbagi pada keluarga, saudara, tetangga, dan siapa saja yg membutuhkan bantuan.
salah satu bentuk syukur terbesar adalah ketika dikelilingi orang2 yg selalu mengusahakan segalanya agar kita mendapat yg terbaik. keluarga, saudara, sahabat, teman, tetangga, rekan kerja, rekan bisnis, dll semua org2 baik itu yg menginginkan kita tumbuh jd pribadi lebih baikโจ๏ธ
for my mom, terima kasih sudah sangat sayang padaku dan benar2 memperhatikan circleku saat ini. percayalah hal2 baik selalu menamani langkahku dan semua terasa mudah serta menyenangkan.
semua mulai terbuka, semua dipermudah, jalannya mulai terang, hati dan jiwanya semakin bahagia, langkahnya semakin ringan. definisi saat support dan doa orang tua menunjukkan powernya. terima kasih ya allah alhamdulillah
Allah itu luar biasa, ketika kita doa minta upgrade ilmu, koneksi, dan pengalaman luar biasa. dikasihnya gak pernah nanggung. semoga ini menjadi kesempatan pembuka untuk langkah2 besar kedepannya.
prinsip uang adalah ketika kita mengeluarkannya dengan penuh kebahagiaan, dgn rasa syukur dan keberlimpahan untuk hal2 yg bermanfaat, maka uang akan kembali pada kita dengan jumlah yg berkali2 lipat di saat yg tidak terduga.
dari awal allah udah kasih tanda2, tapi namanya manusia masih aja maksa, siapa tau begini, siapa tau begitu.dan hari ini allah benar2 kasih tanda2 yg nyata banget. alhamdulillah skrg sudah bisa benar2 memutuskan harus seperti apa kedepannya ๐
percaya deh, dikelilingi org2 yg punya ambisi besar, sholat tepat waktu, hidup teratur, supportif, open minded, tidak tempramen, dan selalu mengajak kita untuk grow and glow adalah hal yg wajib banget banget banget kita syukuri.
Semoga kita semua selalu dikelilingi orang2 yg benar2 sayang dan support mimpi2 dan cita2 kita, tidak memaksakan kehednak, dan selalu open minded dengan diskusi2 ttg apapun.
semoga kita semua dijauhkan dari orang2 yang suka bicaranya kasar dan kotor, yang tidak peduli sosial dan lingkungan, yg acuh tak acuh, yg suka nyinyir dan body shaming, yg suka maksa dan kasar. aamiin
Ketika kita merasa sudah bekerja keras, berdoa tnp henti, belajar dgn tekun, berusaha maksimal, rajin sholat dhuha & tahajud, dll jgn pernah sombong dulu. Karena masih banyak yg lebih dari itu, masih banyak org2 dgn usaha lebih giat, ibadah lebih rajin, dan soa lebih kencang.