Persib musim lalu adalah definisi system-driven team. Structure ngasih control, consistency dan repeatability.
Tapi every system has its limit. Akan selalu ada momen ketika pattern mulai kebaca, spacing makin rapat dan collective aja mggak lagi cukup buat unlock game.
IMO, di situlah Persib butuh profil high-output two-way winger.
Tetep buy into the system, aktif out of possession, contribute di rest defense, tapi tetep punya enough individual quality dan end product buat decide games.
Secara profile, Ragnar Oratmangoen tick banyak box. Work rate, pressing intensity, track back sampai tactical discipline.
Profile-nya fit. Tinggal liat gimana role-nya di game model Persib bisa ngeluarin versi terbaik Ragnar.
๐ธ:ANTARAFOTO
Belum puas mendatangkan Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen, Persib mau borong dispora lagi. Kali ini sasarannya gak main-main yaitu Adoelinho Texeira da Silva ๐ ๐ฅ
Sebuah ironi besar. Klub lokal satu ini seperti hanya tau cara "memulangkan" pemain diaspora, tapi menutup mata untuk mendorong pemain lokalnya abrot. ๐ซฃ๐ซต
Ingat, keputusan ini bisa merusak ekosistem sepakbola kita dan berdampak buruk bagi masa depan Timnas Turin! Seperti yang sudah dijelaskan pada gambar, sama sekali tidak ada alasan kuat bagimu @cowobangkit untuk meninggalkan klub Corinthians saat ini demi bergabung dengan klub lokal berwarna biru. Jadi, kenapa harus dipaksa main di Liga Kangkung sekarang? โโโ
๐ข PANGGILAN UNTUK KOMISI X! ๐ข @DPR_RI
Tolong dikaji dan dievaluasi terkait fenomena ini, yang kita ketahui bersama tujuan awal program naturalisasi pemain diaspora dari Amerika Selatan itu murni buat keperluan prestasi TIMNAS TURIN, tapi sekarang malah jadi ladang komoditas para klub lokal seperti @PERSIB
Miris banget meliharnya, bukanya dukung dan mendodong pemain lokal untuk abrot, malah narik yang berkarir di Amerika Selatan/Eropa ke Liga Kangkung.
๐ฆ๐ฒ๐ฝ๐ฎ๐ธ ๐๐ผ๐น๐ฎ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฆ๐ผ๐๐ถ๐ฎ๐น ๐ง๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ธ๐ต๐ถ๐ฟ ๐๐ผ๐๐ฎ ๐๐ฎ๐ป๐ฑ๐๐ป๐ด
PERSIB mengisi kekosongan ruang publik kolektif yang semakin langka. Siang ini, di depan Graha Persib, jalanan penuh. Bukan karena ada pertandingan. Bukan juga karena ada latihan terbuka.
๐ฆ๐๐๐จ๐๐ ๐จ๐ง๐๐ฆ.
Wilujeng Sumping, Luka Menalo! ๐ง๐ฆ๐
Dari Bosnia untuk Pangeran Biru! Pemain sayap terbaru kita siap memberikan segalanya di lapangan dan membawa #PERSIB terus berprestasi!
Bobotoh! Letโs make history together, Luka Menalo!
#SumangetAnyar#WilujengSumping#LukaMenalo
Saya kurang setuju dengan narasi bahwa pemain naturalisasi tidak boleh bermain di Liga Indonesia. Dalam waktu kurang dari satu tahun menuju Piala Asia 2027, yang paling dibutuhkan para pemain adalah menit bermain secara reguler. Bermain setiap pekan menjaga match fitness, kepercayaan diri, dan performa agar tetap berada di level terbaik saat Timnas membutuhkan mereka.
Apalagi saat ini persaingan di Timnas Indonesia jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun lalu. Hampir di setiap posisi terdapat persaingan yang sangat kompetitif. Artinya, persaingan tidak hanya terjadi saat training camp, tetapi juga sepanjang musim bersama klub masing-masing. Match fitness, konsistensi performa, ketajaman, hingga kondisi fisik menjadi faktor penting untuk mencuri satu tempat di skuad Timnas.
Memang, tidak ada jaminan pemain yang rutin bermain pasti dipanggil Timnas. Pelatih bisa saja tetap memilih pemain yang menit bermainnya minim apabila ia memiliki karakteristik atau kualitas yang benar-benar dibutuhkan tim. Itu adalah hak prerogatif pelatih. Namun, jika kualitas dua pemain relatif seimbang, maka pemain yang tampil reguler tentu memiliki nilai tambah karena ritme bertanding, kondisi fisik, dan kepercayaan dirinya lebih terjaga.
Kita bahkan sudah melihat contohnya pada Ivar Jenner. Kesempatan menjadi starter di Timnas memang terbuka karena Thom Haye harus menjalani hukuman sehingga absen membela Timnas. Namun, kesempatan itu berhasil dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Ivar. Terlepas dari absennya Thom, secara permainan Ivar memang menunjukkan kualitas yang layak untuk dipercaya. Ia tampil tenang saat menguasai bola, disiplin dalam menjaga keseimbangan lini tengah, agresif ketika merebut bola, serta membangun chemistry yang baik bersama Joey Pelupessy. Tidak sedikit yang menilai ia menjadi salah satu pemain dengan penampilan terbaik di Timnas belakangan ini.
Sulit mengabaikan bahwa peningkatan performa tersebut juga dipengaruhi oleh Ivar yang bermain 11x sebagai starter secara beruntun bersama Dewa. Saat kesempatan datang di Timnas, ia datang dengan match fitness yang baik dan kepercayaan diri yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa bermain rutin di level klub bisa menjadi bekal yang sangat penting ketika kesempatan hadir di level internasional.
Apalagi musim depan kompetisi domestik akan semakin kompetitif. Selain Liga 1, akan ada I-League Cup, sementara beberapa klub Indonesia juga akan tampil di kompetisi Asia. Jadwal yang lebih padat membuat kebutuhan rotasi meningkat sehingga peluang mendapatkan menit bermain juga semakin besar. Bagi pemain Timnas yang menargetkan Piala Asia 2027, kondisi seperti ini justru bisa menjadi keuntungan.
Jangan lupa, banyak pemain profesional di seluruh dunia juga memilih pindah klub demi mendapatkan menit bermain yang lebih banyak. Itu bukan berarti ambisinya menurun, melainkan keputusan profesional agar tetap berada dalam performa terbaik dan menjaga peluang dipanggil tim nasional.
Selain itu, jangan sampai kita justru mendiskreditkan Liga Indonesia sendiri. Kalau setiap pemain diaspora yang pulang langsung dianggap sebagai langkah mundur, secara tidak langsung kita sedang merendahkan kompetisi yang sedang dibangun. Padahal kalau ingin liga berkembang, kita justru membutuhkan lebih banyak pemain berkualitas agar standar kompetisinya terus meningkat, baik itu pemain naturalisasi atau pun pemain asing.
Begitu pula dari sisi finansial. Jangan menyalahkan klub Indonesia jika mereka mampu menawarkan gaji yang sama atau bahkan lebih tinggi dibandingkan klub luar negeri. Justru itu menunjukkan bahwa industri sepak bola Indonesia mulai berkembang dan memiliki daya saing ekonomi yang lebih baik. Di seluruh dunia, klub yang sehat secara finansial memang akan berusaha merekrut pemain terbaik dengan menawarkan kontrak yang kompetitif. Selama dilakukan secara profesional dan berkelanjutan, itu adalah tanda positif bahwa nilai industri liga kita perlahan meningkat.
Tentu investasi tersebut juga harus diiringi dengan pembinaan pemain muda, peningkatan infrastruktur, tata kelola klub, dan kualitas kompetisi. Namun, kemampuan klub Indonesia mempertahankan atau mendatangkan pemain berkualitas seharusnya tidak dipandang sebagai sesuatu yang negatif.
Pada akhirnya, fokusnya jangan hanya pada di mana seorang pemain bermain, tetapi apakah ia mendapatkan menit bermain yang cukup, terus berkembang, dan siap memberikan performa terbaik ketika Timnas memanggilnya. Dengan persaingan yang semakin ketat menuju Piala Asia 2027, performa bersama klub bisa menjadi pembeda dalam perebutan satu tempat di skuad.
Jadi jika pemainnya sendiri melihat Liga Indonesia mampu menjadi kompetisi yang menjaga performa sekaligus meningkatkan kualitas dirinya, kenapa kita tidak?
Saya tidak pernah cita-cita jadi presenter bola. Karena bola cuma satu dari sekian banyak interest kami. Bung Pejalan Jauh yang mendorong saya untuk menjajal karena kami penat sama commentary di TV nasional yang gitu-gitu aja.
"Jawaban yang bagus cuma bisa muncul dari pertanyaan yang bagus", ujar si bung.
Selang beberapa tahun kemudian, saya yang gantian bilang ke dia, "Bung, commentary bung ini layak dapat audiens yang lebih luas di TV".
Saya doronglah dia ke salah satu TV. Waktu itu bung ini, layaknya pertapa di gunung, orangnya sering ilang-ilangan. Khawatir waktu showtime dia no-show, saya tungguin sampe dia udah rapi pake jas dan mengudara, baru saya cabut dari studio.
Belakangan dia berdebat hebat di udara dengan seseorang yang dianggap mahaguru sampai si mahaguru ini jengkel setengah mati. Konon itu membuat si Bung tidak diundang lagi ๐
Kenapa Brazil disebut Seleรงรฃo ? ๐ง๐ท
Timnas sepak bola Brazil disebut "Seleรงรฃo" karena dalam bahasa Portugis kata tersebut berarti "pilihan", "seleksi". Penggunaan nama ini merujuk pada kumpulan para pemain terbaik yang dipilih secara ketat untuk mewakili negara di level internasional tertinggi.
Arti Eksklusif yang Melekat :
Secara harfiah, "seleรงรฃo" digunakan untuk menyebut tim olahraga nasional apa pun dalam bahasa Portugis (misalnya, timnas Italia disebut seleรงรฃo italiana). Namun, dalam dunia sepak bola global, jika seseorang hanya menyebut kata "Seleรงรฃo", orang-orang akan langsung mengidentifikasikannya dengan tim nasional Brazil.
Simbol Beban Kebanggaan Nasional :
Nama ini bukan sekadar julukan biasa, melainkan cerminan status elite. Bagi warga Brasil, mengenakan jersey Seleรงรฃo berarti membawa harapan, ekspektasi, dan kehormatan besar dari seluruh rakyat yang hidup dan bernapas demi sepak bola.
Hubungan dengan Warna Kuning Ikonik :
Komunitas sepak bola sering menggabungkan namanya menjadi Seleรงรฃo Canarinho (Seleksi Burung Kenari Kecil). Julukan Canarinho ini lahir setelah Piala Dunia 1950. Akibat trauma kekalahan Maracanazo dari Uruguay, Brasil membuang jersei putih mereka dan menggantinya dengan warna kuning-hijau ikonik seperti burung kenari.
Status "Tim Terpilih" Paling Sukses :
Nama ini terbukti selaras dengan prestasi mereka. Seleรงรฃo merupakan tim tersukses dalam sejarah sepak bola dengan koleksi 5 gelar juara Piala Dunia (1958, 1962, 1970, 1994, 2002) dan menjadi satu-satunya negara yang tidak pernah absen sekalipun dalam setiap edisi Piala Dunia.
This is Brazil! ๐๐๐ง๐ท
FYI aja, Zen RS ini yang nyusun Naar De Republiek Indonesia Edisi Kritis dan yang terbaru Dari Pengasingan ke Pengasingan (kumpulan esai Tan yang belum pernah diterjemahkan di Indonesia sebelumnya).
Sebenernya bobotoh ga perlu heboh urusan jersey persija, tenang aja. Banyak hal-hal lain yang sebetulnya persib lebih unggul, contoh prestasi beberapa tahun terakhir, kita main di asia mereka ngga.
Kalo mau compare soal jersey, ini bisa apple to apple tapi nanti, liat dari hasil penjualan. Bisa tuh dibandingin, harga & jumlah barang yang kejual.
Some chase noise, we chase horizons.
Tahukah kamu?
Pertandingan PERSIB vs Persela pada ISL 2008/2008 merupakan
salah satu pertandingan paling ikonik di Stadion Siliwangi pada musim tersebut.
Striker anyar Persib asal Brasil, Hilton Moreira, langsung mencuri perhatian Bobotoh dengan mencetak dua gol debut yang gemilang.
SELEBRASI NORWEGIA SETELAH MENANG 3-2 ATAS SENEGAL & MEMASTIKAN LOLOS KE 32 BESAR PIALA DUNIA 2026!!
MARTIN ODEGAARD PIMPIN SQUAD NORWEGIA LAKUKAN "VIKING ROW" DI DEPAN SUPORTER NORWEGIA ๐ณ๐ด
CONGRATS NORWAY!! RRRRAYAKANNN ๐ฅณ๐๐ช ๐๐๐๐ฅ
3 gol favorit Persib yang terjadi di menit akhir:
Gol Bojan Malisic vs Persija 2018
Gol Adam Alis vs Selangor FC 2025
Gol Julio Cesar vs PSM Makassar 2026
๐ฝ putribungsu
Perayaan HUT Persebaya ke 99 tahun dinodai oleh OKNUM BONEK.
Kejadian semalam dimana saya dan ponakan dan kakak saya dianiaya. Saya diseret, di injek, ditendang.
HP dan tas ponakan saya raib๐ฅฒ๐ญ