⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀
Some stories are hidden in old pages, others linger in the quiet between melodies ˚✧
For Callum, every artifact has a story — and every song, a memory waiting to be heard.
—— perhaps you just have to listen.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ️
⠀⠀⠀
“Last package for tonight, Sir. Datang lagi ya di hari keempat! Bisa pesan service kami juga!” Callum tersenyum ramah dan meletakkan set makanan di meja. Ia pun menuangkan teh untuk Chief Grey. “Semoga sisa malamnya berjalan dengan baik, Chief. Enjoy the rest of the night.”
“Musiknya dan pemandangannya juga sangat bagus ya, Chief?” Callum melanjutkan menghidangkan hidangan makanan dari tempat penyajian menuju meja Chief Grey. “How’s your night so far, Sir? Berikut Callum’s Archivist Set dan Orion’s Stargazer Set untuk Chief Grey.” @WarlockGrey
Callum berjalan menghampiri meja
@WarlockGrey dengan membawa makanan lezat.
“Malam yang indah bukan, Chief? Apalagi ditemani santapan yang lezat. Selamat menikmati, Chief.” ujarnya hangat.
Alunan musik terdengar dengan indah, angin sepoi-sepoi malam menghampiri. Callum berjalan menuju meja @sweetuberoll dengan membawa nampan.
“Selamat malam, Nona. Berikut pesanan Anda. Semoga menikmati!” Ia menaruh makanannya diatas meja.
Ia tersenyum kecil, kemudian menatap Sha sedikit lebih lama. “Dan entah kenapa… aku punya feeling malam ini aku akan berjumpa lagi denganmu.” Callum terkekeh pelan sebelum beranjak. “Jadi jangan pergi jauh-jauh, ya. Sampai ketemu lagi, Sha.” Ia tersenyum.
@sweetuberoll
Callum keluar dari ruang kerjanya dengan membawa buku History of Magic, beberapa lembar catatan, dan sebuah artefak misterius yang sejak tadi menarik perhatiannya. Ia berjalan menyusuri koridor kapal pesiar tempat seluruh murid Hogwarts berkumpul, +
“Sepertinya aku harus kembali dulu. Ada yang memanggil, pekerjaanku belum selesai.” Callum lalu membantu merapikan piring Sha dan mengulurkan tangannya untuk membantunya bangkit. “Aku senang hari ini bisa ditemani kamu. Rasanya belajar sejarah jadi nggak membosankan.”
“Artefak ini mungkin menyimpan banyak cerita dari masa lalu… tapi kalau boleh memilih, aku lebih penasaran dengan cerita yang bisa kita buat hari ini.” Ia terkekeh kecil, seolah sengaja membiarkan kalimat itu menggantung sebelum kembali menikmati makanannya.
@sweetuberoll
Setelah itu, ia mendorong piringnya kembali ke hadapan Sha. “Nah, sekarang lebih mudah. Silakan.” Senyum tipis menghiasi wajahnya sebelum ia kembali menatap artefak. “Tapi sepertinya aku baru sadar satu hal.” Callum sedikit mendekat, tatapannya beralih pada Sha.
“Tapi daripada sibuk memikirkan benda tua ini, lebih baik aku memastikan tamuku tidak kelaparan dulu.” Ia berdiri dan merapikan sedikit bagian depan seragamnya. “Sha sudah makan? Kalau belum, biar aku siapkan sesuatu.”