Sudah meresahkan banget. Di Rawamangun tuh banyak banget matel2 kek gini, anehnya lebih banyak berani pas perempuan yg ngendarain. Hari ini gue kena di stop in sama mereka, nanyain rumah gue di mana, untung nya dari tempat di stop in dket dari kerjaan ayah gue, jadi langsung gue suruh mereka ikut ke ayah gue. Yaps inilah yg terjadi. Bantu viralin ya gais
Misal kamu lg apes dan nginjek paku berkarat kek gini, apa yg bakal kamu lakuin pertama kali? Terus kamu akan ngelakuin apa agar terhindar dari risiko tetanus???
Reply yok! Kita bahas bareng! 😆
Namanya Mbah Mien Sri Wahyuni (74), warga Desa Kalierang, Kec Selomerto, Kab Wonosobo.
Tiba2 ditagih BRI 2,5 M karena kredit.
Gk pernah ajukan kredit, gk punya rekening BRI, ATM Buku rekening.
Di dokumen dia ada pengajuan kredit lewat notaris.
Lapor ke polisi, 3 tahun mandeg.
Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
3 bulan kemudian.
Dia mau jual lagi karena butuh uang.
Calon pembeli baru minta cek fisik dulu.
Bareng ke Samsat.
Petugas cek nomor rangka.
Diam lama.
Terus bilang:
"Pak, BPKB ini diduga palsu."
Teman gue shock.
Kira salah baca.
Petugas tunjuk satu per satu.
Serat kertas diterawang, gak ada benang merah biru.
Nomor seri dicek di sistem, gak terdaftar.
Hologram terlalu mulus. Terlalu licin.
Palsu. Tapi hampir sempurna.
Balik ke penjual.
Nomor masih aktif hari pertama.
Jawabnya:
"Saya juga gak tau Pak, saya beli kondisi gitu."
Telepon berikutnya.
Tidak diangkat.
Berikutnya lagi.
Nomornya tidak aktif.
Lapor polisi.
Mobilnya ditahan sebagai barang bukti.
Penjual belum ketangkap.
135 juta raib.
Mobilnya raib.
Penjualnya raib.
BPKB palsu sekarang bukan kaleng-kaleng.
Kertas mirip. Hologram mirip. Tanda tangan mirip.
Mata telanjang gak akan ketahuan.
Tapi ada 3 hal yang selalu ninggalin jejak:
1. Serat kertas.
BPKB asli kalau diterawang — ada benang merah dan biru di dalam kertas.
Palsu: polos. Atau seratnya dicetak, bukan tertanam.
2. Nomor seri.
Tiap BPKB punya nomor seri unik yang terdaftar di sistem Polri.
Cek di: https://t.co/UA5mhtlZUI
Palsu: nomornya gak akan muncul. Atau muncul tapi datanya beda.
3. Tekstur cover.
BPKB asli covernya agak kasar, ada tekstur grid halus.
Palsu: terlalu mulus dan licin waktu dipegang.
Tapi cek dokumen saja gak cukup.
Nomor rangka dan mesin juga bisa dimanipulasi.
Digerinda halus. Di-stamp ulang.
Kelihatan mulus kalau cuma dilihat sekilas.
Yang bisa deteksi: senter kuat + kaca pembesar.
Sorot miring ke nomor rangka.
Kalau ada bekas gerindaan, batalkan transaksi.
Ini checklist wajib sebelum bayar:
Terawang kertas BPKB → cek serat merah biru.
Cek nomor seri BPKB → ke website Korlantas Polri.
Pegang cover BPKB → harus kasar, bukan licin.
Sorot nomor rangka pakai senter → cek bekas gerindaan.
Bandingkan digit per digit → satu angka beda = batalkan.
Minta cek fisik bareng ke Samsat → gratis, 30 menit.
TAMPARAN TERAKHIR:
Lo pegang BPKB-nya.
Tapi gak diterawang.
Lo baca nomornya.
Tapi gak dicek ke sistem.
Lo lihat hologramnya.
Tapi gak diraba teksturnya.
Semua butuh kurang dari 5 menit.
Tapi di-skip.
Dan itu yang bikin 135 juta raib semalam.
Harga Rokok, diberbagai negara
kaget banget,
lebih mahal dari kopi premium 😭
1). Australia 🇦🇺, Rp 640.000
2). Selandia Baru 🇳🇿, Rp 447.000
3). Inggris 🇬🇧, Rp 425.000
4). Irlandia 🇮🇪, Rp 374.000
5). Norwegia 🇳🇴, Rp 317.000
6). Belanda 🇳🇱, Rp 260.000
7). Perancis 🇫🇷, Rp 260.000
8). Kanada 🇨🇦, Rp 258.000
9). Singapura 🇸🇬, Rp 246.000
10). Belgia 🇧🇪, Rp 239.000
11). Finlandia 🇫🇮, Rp 237.000
12). Swiss 🇨🇭, Rp 205.000
13). Amerika Serikat 🇺🇸, Rp 185.000
14). Jerman 🇩🇪, Rp 181.000
15). Denmark 🇩🇰, Rp 172.000
16). Swedia 🇸🇪, Rp 150.000
17). Austria 🇦🇹, Rp 145.000
18). Italia 🇮🇹, Rp 125.000
19). Spanyol 🇪🇸, Rp 121.000
20). Republik Ceko 🇨🇿, Rp 115.000
21). Brunei 🇧🇳, Rp 100.000
22). Portugal 🇵🇹, Rp 105.000
23). Malaysia 🇲🇾, Rp 81.000
24). Thailand 🇹🇭, Rp 79.000
25). Taiwan 🇹🇼, Rp 71.000
26). Jepang 🇯🇵, Rp 69.000
27). China 🇨🇳, Rp 66.000
28). Korea Selatan 🇰🇷, Rp 53.000
29). Filipina 🇵🇭, Rp 52.000
30). Indonesia 🇮🇩, Rp 43.000
31). Vietnam 🇻🇳, Rp 24.000
32). Kamboja 🇰🇭, Rp 25.000
33). Myanmar 🇲🇲, Rp 20.000
34). Laos 🇱🇦, Rp 15.000
35). Yunani 🇬🇷, Rp 98.000
36). Polandia 🇵🇱, Rp 90.000
*) Harga di atas untuk rokok merek premium
**) Rokok lokal di beberapa negara (termasuk Indonesia) jauh lebih murah.
***) Asumsi Harga, dengan Kurs ≈ 1 USD = Rp 17.800 (Juni 2026).
****) like jika kamu percaya, bahwa pemecatan Arne Slot adalah kesalahan
@Ianfield77@Lullaby1237431@wbrk99@txtpulangkantor,
@inijugayeni@apalagijuni@_katakita08@achsetiadi@adskals
Ada seseorang sebut aja dia Mbak W yang dateng ke puskesmas buat urusan perpanjang rujukan.
Biasa aja kan?
Tapi pas nyampe sana, dia ngeliat sesuatu yang langsung bikin hatinya remuk.
Di kursi tunggu, ada seorang bapak tua yang jalannya udah tertatih-tatih.
Nangis. Sambil memeluk anaknya yang udah lemas banget, pucat, kayak orang yang hampir gak punya tenaga buat napas.
Dehidrasi parah.
Dan orang-orang di sekitar?
Pada lalu-lalang aja.
Gak ada yang berhenti.
Gak ada yang noleh.
Mbak W langsung nyamperin si bapak, nanya kondisi anaknya.
Ternyata udah dari kemarin panas tinggi, muntah-muntahan, gak mau makan, gak mau minum.
Mbak W langsung sigap, ngecek BPJS dan KTP si bapak, terus bilang "Monggo, Pak.
Ikut saya.
Kita ke IGD sekarang."
sambil langsung pesen GoCar.
Eh, petugas puskesmasnya malah nyegat.
Suruh nunggu antrian.
Mbak W nanya balik dengan kalem tapi tegas, "Bu, pasien udah dehidrasi kayak gini disuruh nunggu? Gunanya nomor antrian prioritas apa?"
Petugasnya diem.
Dan Mbak W pergi bareng si bapak.
Nyampe IGD, anaknya langsung ditangani. BPJS cover semua.
Mbak W mastiin dulu semuanya beres, mastiin si bapak ada yang nemani, bahkan sampai teleponin keluarganya biar ada yang dateng jagain.
Terus dia pamit.
Keluar.
Pulang.
Pas mau ambil motor, baru inget motornya masih di puskesmas.
Gak mau balik, males ketemu muka petugasnya. Nyuruh suaminya yang ambil.
Nyampe rumah, dia langsung tidur.
Exhausted.
Bukan capek fisik, tapi capek ngeliat manusia yang gak punya rasa.
Di postingan terakhirnya, dia nulis sesuatu yang bikin gue beneran nangis.
Dia bilang, alasan dia gak bisa diem ngeliat kejadian kayak gitu bukan cuma karena dia punya anak.
Tapi karena dia baru kehilangan ibunya.
Dan dia minta kita semua doain ibunya, Almarhumah Ibu Sri Marsitun.
Guys... dia lagi berduka.
Tapi dia tetep berdiri buat orang yang gak dia kenal sama sekali.
Orang kayak gini yang dunia butuhkan lebih banyak lagi ya?
Kalau kalian yang ada di posisi Mbak W waktu itu, kalian bakal lakuin hal yang sama atau kalian juga bakal diem aja ikut-ikutan yang lain?
Tips mengolah daging qurban biar makin nikmat 🐂🐐
1. Iris daging berlawanan arah seratnya. Searah = alot waktu dikunyah. Satu langkah, beda hasil
2. Mau bikin sate? Marinasi minimal 2-3 jam sebelum dibakar. Ini kuncinya biar bumbu meresap dan daging lebih wangi
3. Ada berbagai bahan yg bisa dipakai buat bikin daging lebih empuk yaitu pemecah protein (nanas, daun pepaya, pepaya muda, jahe, dst) dan zat asam (asam jawa, belimbing wuluh, yogurt, dst)
3. Gulai, kari, rendang? Ga perlu iris tipis dan ga perlu marinasi. Masak dalam waktu lama akan menyelesaikan semua masalah
4. Kambing ada prengusnya? Masak bareng serai, daun jeruk, jahe, lengkuas. Rempah-rempah ini akan menghilangkan bau prengusnya
5. Has dalam/loin = bagian paling empuk, cocok buat tumisan atau oseng
6. Paha, sandung lamur, iga = lebih alot tapi lebih gurih. Ini yang pas buat rendang, gulai, atau sop
7. Daging baru disembelih masih kaku karena rigor mortis. Simpan di kulkas minimal semalam. Hasilnya lebih empuk dan lebih mudah diolah
8. Bagi daging per porsi sebelum masuk friser. Thawing/defrost sekali, jangan dibekukan ulang. Kualitas bakal turun tiap kali suhu naik-turun
9. Mau tumis atau searing atau bikin steak? Keringkan dulu permukaan dagingnya. Daging basah menghasilkan uap, ujung-ujungnya malah jadi daging kukus
10. Pakai pisau tajam. Pisau tumpul merobek serat, hasil irisan berantakan, tekstur daging ga karuan
Ada yang mau nambahin?
Semua harus dibuka.
Kita berterima kasih kepada pembuat film “pesta babi” karena dari film itulah kita tahun siapa saja oligarki yang mendapatkan tanah di Papua.
Yang penting dibuka juga adalah pejabat dan mantan pejabat yg memberikan tanah tersebut ke mereka.
Siswa beragama Katholik di SMK Muhammadiyah Pekalongan jadi lulusan terbaik ke-2 dan berhak magang ke Jepang. Hebatnya lagi pihak sekolah menyediakan guru agama khatolik utk siswa spt dia.
Gak perlu koar2 Toleransi tiba2 sudah action, Muhammadiyah semakin terdepan 👍
@MiskinTV_ Juri 1 : Indri Wahyuni, S.IP., M.A
Juri 2 : Dra. Triyatni
Juri 3 : Dyastasita WB, S.Sos
MC : Shindy Lutfiana dan Said Akmad
DIPERSILAHKAN KEPADA NETIZEN UNTUK MENGULIK AKUN SOSMED MEREKA LOL
Sbg dokter saya cukup sering menyaksikan kematian.
Ada bbrpa adab yg menurut saya penting, baik ke jenazah, keluarga ataupun di rumah duka :
- jgn nanya meninggalnya kenapa
- jgn asal foto jenazah apalagi di upload
- jgn larang keluarga buat nangis
- jgn cari makan (mereka udh kesusahan)
- jgn blg “harusnya sih..”
- jgn blg msh muda bsa nyari (suami/istri) lg
- jgn blg dpt warisan ga?
- sampaikan ke keluarga jika alm ada hutang atau tanggungan
Ada lagi yg harus di tambahkan?biar kita lbh beradab ☺️🙏🏻
Guys, ada kasus yang menurut gue salah satu yang paling mengkhianati kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dan yang paling menyakitkan bukan hanya perbuatannya tapi hukumannya.
Kasusnya:
Seorang perempuan 18 tahun di Jambi diperkosa. Pelakunya tujuh orang.
Empat terlibat langsung dua di antaranya oknum polisi aktif.
Tiga lainnya menyaksikan dan salah satunya ikut menggotong korban untuk dibuang setelah kejadian.
Bukan rekayasa.
Bukan fitnah.
Sudah masuk sidang etik.
Hukumannya:
Dua yang melakukan pemerkosaan langsung dipecat tidak hormat (PTDH).
Ini langkah yang tepat walaupun proses pidana harus tetap berjalan dan belum jelas statusnya sekarang.
Tapi tiga yang menyaksikan dan membiarkan termasuk yang ikut menggotong korban?
Minta maaf.
Dan isolasi 21 hari.
Berhenti sebentar di sini.
Tiga orang dewasa berseragam polisi yang tugasnya melindungi masyarakat menyaksikan pemerkosaan terjadi di depan mata mereka.
Tidak menghentikan.
Tidak menolong.
Bahkan satu di antaranya ikut memindahkan korban.
Dan hukumannya:
minta maaf dan dikurung 21 hari.
Tiga minggu.
Lalu bebas.
Lalu kembali berseragam?
Ini bukan hanya soal ringannya hukuman:
Ini adalah konfirmasi dari apa yang selama ini dicurigai publik bahwa di dalam institusi kepolisian ada yang disebut code of silence kesepakatan diam-diam untuk saling melindungi.
Mahfud MD mengatakannya secara eksplisit di podcast:
Polisi memperkosa dan disaksikan oleh polisi lain yang hanya menonton tidak menolong bahkan ikut menggotong korban untuk dibuang.
Dan hukumannya hanya minta maaf dan 21 hari isolasi.
Itu yang disebut code of silence menutup institusi.
Secara hukum ini jelas melanggar:
Polisi yang menyaksikan kejahatan dan tidak bertindak bukan hanya melanggar etika mereka melanggar kewajiban hukum.
Seorang polisi yang membiarkan kejahatan terjadi di depan matanya apalagi kejahatan seserius pemerkosaan seharusnya bisa dijerat dengan pasal pembiaran yang dalam KUHP baru masuk dalam kategori pelanggaran serius.
21 hari isolasi bukan hukuman.
Itu liburan berbayar.
Yang membuat ini makin tidak masuk akal:
Ini terjadi di tengah proses reformasi Polri yang sedang berjalan.
Komisi yang dibentuk presiden dipimpin Mahfud MD sudah menyerahkan rekomendasi.
Salah satu kesepakatan yang sudah diumumkan: tidak ada titip-titipan di rekrutmen Akpol, proses lebih transparan.
Sinyal reformasi ada.
Tapi di lapangan oknum memerkosa, rekannya menonton, dan hukumannya 21 hari.
Reformasi atas kertas versus realita di lapangan.
Dan yang terjebak di tengahnya adalah korban berusia 18 tahun yang keluarganya terpaksa cari Hotman Paris karena merasa tidak ada yang mau mendengarkan mereka.
Dan ini yang paling bikin gue tidak bisa diam:
Korban bukan orang yang punya koneksi.
Bukan anak pejabat.
Bukan siapa-siapa yang bisa telepon orang dalam.
Dia perempuan muda biasa yang seharusnya dilindungi oleh orang-orang yang justru menyakitinya.
Dan ketika keluarganya protes hukuman yang keluar adalah 21 hari isolasi untuk yang membiarkan.
Kalau ini yang terjadi pada perempuan yang tidak punya kuasa bayangkan berapa banyak kasus serupa yang tidak pernah sampai ke publik karena korbannya memilih diam daripada berhadapan dengan institusi yang melindungi pelakunya.
Yang harus terjadi tapi belum terjadi:
Satu —proses pidana terhadap dua pelaku langsung harus berjalan dan harus transparan. PTDH tanpa pidana bukan keadilan.
Dua — tiga yang menyaksikan dan membiarkan harus diperiksa secara pidana bukan hanya etik. Membiarkan kejahatan serius di depan mata sambil ikut memindahkan korban itu bukan pelanggaran administrasi — itu tindak pidana.
Tiga — Polda harus memberikan penjelasan publik yang konkret soal proses dan sanksi yang dijatuhkan bukan pernyataan general soal "oknum."
Empat — dan seperti biasa kata "oknum" harus berhenti dipakai sebagai perisai institusi. Kalau tiga orang berseragam di satu kejadian yang sama semuanya adalah oknum maka yang bermasalah bukan orangnya saja. Yang bermasalah adalah sistemnya.
Sebuah negara diukur dari bagaimana ia memperlakukan yang paling tidak berdaya.
Seorang perempuan 18 tahun diserang oleh orang-orang yang seharusnya melindunginya.
Dan sistem yang seharusnya memberi keadilan memberi pelakunya tiga minggu isolasi.
Kalau ini yang terjadi dan dianggap cukup maka pertanyaan yang harus dijawab bukan hanya soal hukuman yang ringan.
Tapi soal apakah institusi ini memang serius ingin berubah atau hanya ingin kelihatan serius berubah.