Suamiku bawa pulang Rp 8 juta.
Aku Rp 6 juta. Dua gaji. Dua ijazah. Dua orang yang capek kerja. Tapi setiap akhir bula, aku yang pertama buka aplikasi bank.
Bulan ini: −Rp 340.000.
Bulan lalu: −Rp 820.000.
Dua bulan lalu: −Rp 1,2 juta.
Aku tanya suami: "Kemana perginya uang kita?" Dia ga njawab. Aku juga ga tahu jawabannya. Sampai malam itu, kami akhirnya duduk, dan berani hitung.
Ini yang dimaksud bahwa Indonesia "SALAH URUS" hingga Negeri yang KAYA SDA ini hanya jadi PASAR
Kalau Bule itu mengatakan Negeri Distributor = Negeri PASAR Global
Contoh sejak dulu, Indonesia PASAR bagi MICROSOFT Windows TERBESAR di dunia, Tapi Bisnis Microsoft ada dimana? Di SINGAPORE, karena Indonesia Tidak Menarik bagi INVESTOR karena Negeri ini TIDAK MAMPU MENCIPTAKAN KEPASTIAN HUKUM dan STABILITAS POLITIK nya, Tiap Periode, Tiap Pemimpin BARU Terpilih membawa VISI & MISI nya sendiri karena EGO ke AKU annya yang GEDE BENER daripada Kepentingan BANGSA dan NEGARANYA
Begitu juga dengan ELON MUSK / STARLINK Hahahaha dia cuma hire 2 orang untuk Memasarkan Produknya di INDONESIA, Investasinya Hahahaha GA ADA.
Apalagi Produk Amerika masuk Negeri ini PAJAKNYA "NOL" Persen !!!
Dan Pabrik Jepang yang kemarin TUTUP juga karena KEBIJAKAN YANG SALAH ARAH dan Indonesia tetap jadi PASAR Komponen produksi mereka dari Vietnam
Jadi Ketika ia menyebut Indonesia hanya menjadi "Negeri Distributor," ini adalah bentuk penyederhanaan yang sangat menyakitkan namun realistis dari kondisi kita saat ini.
Jebakan "Kekayaan SDA": Kita memiliki semua sumber daya alam yang dibutuhkan dunia, namun kita tidak memiliki teknologi untuk memprosesnya sendiri menjadi produk akhir.
Akhirnya, kita hanya mengeruk bahan mentah, mengirimkannya keluar, lalu membeli kembali dalam bentuk produk jadi yang harganya sudah berlipat ganda. Ini adalah definisi klasik dari middle-income trap.
Budaya "Cepat Kaya" (Instant Gratification): Poin mengenai "mencari uang instan" sangat krusial.
INI YANG GUE PERNAH SAMPAIKAN, TEMPAT PESUGIHAN SEKARANG SEPI, KARENA PARA AUDIENCE PESUGIHAN TELAH MENJADI PEJABAT SEMUA, KARENA DUITNYA LEBIH NYATA dan RESIKONYA LEBIH KECIL. Pemerintahan itu KUIL MAMMON dan Pejabat adalah Pesugihan Modern
Sistem bisnis yang ada seringkali lebih mengejar valuation tinggi di atas kertas daripada membangun fundamental bisnis yang nyata.
Ini yang ia bandingkan dengan perusahaan teknologi di Amerika (seperti Facebook), di mana para pendirinya tetap berada di perusahaan untuk membangun nilai jangka panjang, bukan sekadar exit strategy untuk mencairkan uang.
"Negeri Distributor" = "Negeri Pasar": Istilah ini SANGAT AKURAT. Kita adalah target pasar terbesar karena jumlah penduduk kita yang masif dan konsumtif, namun kita tidak memegang kendali atas rantai pasok teknologi.
Kita "didistribusikan" barang oleh pemain luar, dan kita "mendistribusikan" sumber daya kita keluar. Kita bukan pemegang kendali, melainkan hanya titik transit dalam perdagangan global.
Apa yang ia kritik bukanlah potensi Indonesia, melainkan ARAH orientasi bisnis dan kebijakan INDONESIA.
Ketika "inovasi" dianggap tidak "seksi" dibanding "uang instan," maka kita terjebak dalam siklus di mana kita hanya menjadi konsumen dari teknologi yang diciptakan orang lain (Contoh rakyat yang menemukan BIBIT PADI BARU Dipenjara, dan Rakyat yang Memproduksi TV MURAH juga dipenjara) Negeri ini Anti Innovasi.
Ini adalah cerminan dari kegelisahan gue: Apakah kita akan terus selamanya menjadi penonton di rumah sendiri, ataukah kita mulai berani membangun industri berbasis inovasi dan teknologi yang fundamental?
Ketimpangan antara "sumber daya alam yang melimpah" dengan "teknologi yang minim" ini disebabkan oleh kebijakan yang memang sengaja mengarahkan kita untuk menjadi pasar, bukan produsen !!
:: WeKa ::
Prabowo : Catat Rekam Kalau PRABOWO SUBIANTO Jadi Presiden Indonesia
Kesehatan Gratis
Subsidi Listrik
Subsidi BBM
Sekolah Gratis
MBG
Angkutan kota kota besar kita kasih subsidi 100%
Sebanyak itu Yang Realisasi Cuma MBG
karna cuan besar & menguntungkan rekan sejawat 😂🫵
MENOLAK LUPA
Luthfi Hasan Ishaaq.
Presiden PKS.
Anggota DPR.
Bangga-banggain PKS sebagai partai "bersih, profesional, peduli."
Ditangkap KPK.
Vonis 18 tahun penjara.
Kasus: suap impor daging sapi + pencucian uang.
Jadi presiden partai PERTAMA yang dijerat KPK dalam sejarah Indonesia.
Ah banyak banget ini mas, di jabodetabek daerah industri cikarang banyak banget, kadang bingung negara ini hadir ga sih. skill mereka ga ada, komunikasi busuk, gajinya melimpah jauh dibanding lokal. Kalo saya bilang mah ini negara sebenernya lagi dijajah cuman ga pake senjata
FYI gw ngopi di kopken dan ngelihat dua orang asing asal tiongkok yg bahasa Indonesia aja gabisa! "lihat dari cara order nya di kasir" lalu gw bertanya tanya dalam diri gw, kok bisa mereka kerja proyek pake helm merah
padahal tidak bisa berbahasa Indonesia! di saat anak anak muda Indonesia putra putri pribumi asli susah mencari pekerjaan, Lapangan pekerjaan sulit kok aneh rasanya melihat orang Asing dengan gampangnya Kerja dan mendapatkan Gaji yg layak di Indonesia, menurut kalian gimana guys?
cc : khsanmuhammd__
Luis David Hutabarat, 32 tahun.
Kerjaannya nimbang sawit.
Selasa sore kemarin dia pulang naik motor dari kebun mertuanya.
Yang ditinggalin di rumah: istri, sama 4 anak.
Di jalan, dia dicegat 6 orang petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara , perusahaan sawit BUMN. Motornya ditabrak gantian sampai jatuh.
Dia lari sekitar 100 meter, jatuh lagi, sembunyi di semak. Ketemu, dikeroyok.
Ditemukan tewas dengan memar di wajah dan leher.
TNI sendiri yang konfirmasi ke media: dua dari terduga pelaku, berinisial B dan BD, lagi bertugas BKO (Bawah Kendali Operasi) di perusahaan itu.
Satu prajurit aktif dari Kodim Iskandar Muda Aceh, satu lagi purnawirawan yang baru pensiun April kemarin.
Per kemarin, keduanya resmi jadi tersangka, bareng dua warga sipil.
Motifnya apa?
Dandim Labuhanbatu sendiri yang sampaikan ke pers: pelaku curiga korban mencuri buah sawit.
Dan sebelum hasil visum keluar, sebelum proses hukum jalan , pihak Agrinas sudah lebih dulu bicara ke media, menyebut korban yang sudah tewas itu sebagai pelaku pencurian.
Mati duluan, dituduh pencuri belakangan, tanpa pernah masuk ruang sidang.
Besoknya, ratusan warga membakar kantor dan mes perusahaan itu.
Bukan karena mereka tiba-tiba brutal.
Itu ledakan dari sesuatu yang sudah lama dirasakan: aparat negara dipakai menjaga kebun korporasi, bukan menjaga nyawa rakyat di sekitarnya.
Jadi pertanyaannya bukan cuma soal sawit siapa yang dicuri.
Pertanyaannya: kalau personel TNI resmi ditugaskan menjaga aset korporasi sawit, dan ujungnya seorang ayah dari 4 anak mati dikeroyok cuma karena DICURIGAI mencuri buah, bukan terbukti, cuma dicurigai ,
sistem macam apa yang lebih sigap melindungi tandan sawit ketimbang nyawa rakyatnya sendiri?
Mbak Rismartanti ini jadi salah satu orang indo yg sukses jadi sopir bus di Jepang. Nah, perbedaan karir supir bus Jepang vs Indo :
Jepang (Program pekerja terampil):
> Gaji ±Rp22–40 juta/bulan
> Jam kerja shift teratur, ada batas lembur
> Dapat asuransi kesehatan + tunjangan pensiun
> Bonus 2x setahun
> Biaya hidup (sewa, makan, transport): ±Rp19–20 juta/bulan
> Gaji masih sisa lumayan
Indonesia:
> Sopir Transjakarta: ±Rp6–12 juta/bulan
> Sopir bus antarkota: dibayar per rute (bukan gaji tetap), nominal jauh lebih kecil
> Jam kerja sering nggak terjadwal rapi
> Tunjangan/asuransi tergantung perusahaan, nggak selalu ada
> Biaya hidup di Jakarta: ±Rp4,5–6 juta/bulan
> Duit sisa gaji cuma dikit
> mau nabung susah
Bedanya bisa 3-5x lipat. Kabarin keluarga kalian yg jago nyopir guys, Jepang lagi kekurangan driver tuh
Vietnam nggak punya Bali.
Vietnam nggak punya Raja Ampat.
Vietnam nggak punya Borobudur.
Vietnam nggak punya Lombok.
Vietnam nggak punya Labuan Bajo.
Tapi turis asing yang dateng ke Vietnam tahun lalu lebih banyak dari Indonesia.
Singapura luasnya cuma segede Jakarta Selatan. Tapi turis asingnya ngalahin kita.
Thailand? Hampir 3x lipat kita.
Dan Menteri Pariwisata kita,menteri TERKAYA di kabinet, harta Rp5,4 triliun, dateng ke DPR minta tambahan anggaran Rp1,99 triliun buat "dorong pariwisata."
Hasilnya?
Di ASEAN, kunjungan turis asing ke kita: nomor 5 dari 10.
Jadi pertanyaannya bukan soal potensi alamnya.
Potensinya udah jelas ada. Masalahnya ada di mana?
Lo bangun gedung itu.
Lo cor tiang itu.
Lo pasang bata, lo angkut semen, lo manjat rangka baja tanpa harness di ketinggian 20 meter.
Tapi waktu proyek selesai , lo pergi tanpa amplop, tanpa surat, tanpa nama di sistem manapun.
Selamat datang di kehidupan Buruh Harian Lepas (BHL) konstruksi.
Orang yang membangun Indonesia, tapi tidak tercatat membangun apapun.
Ini yang bikin sakit kepala.
PP No. 35 Tahun 2021 tegas bilang: pengusaha WAJIB daftarkan BHL ke BPJS Ketenagakerjaan, minimal program BPU (Bukan Penerima Upah).
Pasal 90 UU No. 13/2003: bayar di bawah upah minimum adalah pelanggaran pidana , ancaman 1–4 tahun penjara dan/atau denda Rp 100–400 juta.
Di lapangan?
Mayoritas BHL konstruksi tidak punya BPJS.
Tidak ada kontrak.
Tidak ada slip gaji.
Hukum ada.
Penegakan tidak ada.
Siapa yang untung dari celah ini?
Ini bukan gosip.
Ini rekam jejak Anggota DPD yang lo pilih pake uang pajak lo.
AWK , Arya Wedakarna, DPD Bali:
📌 2009 : Ngaku Raja Majapahit Bali. Nama lengkapnya 12 kata. Dipolisikan warga Bali sendiri karena dianggap lecehkan sulinggih dan palsukan identitas.
📌 2017 : Provokasi penolakan Ustadz Abdul Somad masuk Bali. Dilaporkan ke BK DPD dan polisi oleh anggota DPR RI , dituduh jadi otak persekusi berbasis agama.
📌 Maret 2020 : Ajudannya sendiri, mahasiswa semester VI, gaji Rp700 ribu, dijambak rambutnya, diputar-putar kepalanya, dipukul, dicekik , gara-gara nggak sengaja jatuhkan tas. LP/135/III/2020/BALI/SPKT. Masuk Polda Bali.
📌 29 Desember 2023 : Di rapat resmi Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai, bilang ke pejabat: "Jangan kasih yang penutup-penutup nggak jelas. This is not Middle East." Viral. Dikecam MUI, NU, Muhammadiyah, ICMI Bali.
📌 2 Februari 2024 : Dipecat BK DPD. Langgar sumpah jabatan dan kode etik. Tiga laporan polisi sekaligus : Polda Bali, Polda NTB, Bareskrim Polri. Keppres No.35/P Tahun 2024 diteken Jokowi 22 Februari 2024.
📌 Maret 2024 : Tetap ngantor setelah dipecat. Tetap klaim masih terima gaji. Ngotot nggak mau keluar sampai dipaksa.
📌 Pemilu 2024 : 378.300 suara. Balik lagi ke DPD 2024–2029.
📌 27 Maret 2026 : Sebar hoaks foto jurnalis https://t.co/0oxJUTcFBv sebagai pelaku pemerkosaan. Tanpa verifikasi.
Jurnalisnya bilang: "Mental saya langsung down."
Dilaporkan ke Polda Bali dan BK DPD. AWK minta maaf terbuka , Antara, 30 Maret 2026.
📌 2026 : dari akun Instagram verified-nya sendiri:
Ada warga lapor anak-anak SD 3 Batuyang nggak dapat MBG. Minta tolong ke anggota DPDnya
Jawaban AWK:
"Tanyakan sama mahasiswa yg DEMO itu ya... mereka demo MBG agar dihapus."
"Kami bantu daerah yg mau mau saja."
Rakyat lapor anak nggak dapat makan , dibalas dengan nyalahin mahasiswa yang demo.
Lalu ketika dikritik di kolom komentar, AWK jawab:
"Yg ga milih juga banyak termasuk elo. Ga usa sok paling berjasa."
Dipecat → minta maaf → balik lagi → masalah baru → minta maaf lagi → rakyat yang butuh bantuan disuruh tanya ke demonstran.
Pola ini bukan kecelakaan. Pola ini adalah model bisnis.
Dan model bisnis ini jalan terus , karena sistemnya memang dirancang untuk membiarkannya jalan.
Tugas DPD itu apa, Pak?