Seminggu terakhir saya tenggelam mendalami teks2 terkait pemikiran liberalisme, untuk paparan di Philosophy Underground.
Nah saya ingin berbagi informasi tentang 4 buku pengantar filsafat liberalisme berbahasa Indonesia yang sangat bagus. Perihal Keadilan (Sunaryo, 2021), Tumpuan Keadilan Rawls (Andi Tarigan, 2018), Kuasa itu Milik Rakyat (John Locke, terj 2002), dan Keadilan dan Demokrasi (Andre Ata Ujan, 2001).
Dua yang terakhir mungkin sdh agak sulit dicari. Dua pertama rasanya masih tersedia di toko buku. Semoga bermanfaat.
Philosophy Underground
Demokrasi liberal telah menuai banyak kritik. Untuk menilai kritik itu, kita perlu melihat apa gagasan-gagasan liberal pada awalnya, apa dasar moralnya. Di Sesi 4, kita akan membahas pemikir kunci aliran liberal di Amerika Serikat, seperti Rawls dan Nozick, yang menekankan kebebasan-diri dan mempersoalkan campur tangan negara atas individu. Sejauh mana negara perlu hadir, dan di wilayah mana negara tak perlu hadir di ruang publik.
Saya dan Maulida @lidamaulidash akan mendiskusikan topik ini. Sila yang luang untuk datang.
Acara ini tatap muka, terbuka untuk umum, tempat terbatas dan gratis. Sila daftar di sini https://t.co/vBEDlzX1Mo
Sampai jumpa!
With Paetongtarn Shinawatra as Thai PM, and Prabowo-Gibran assuming power in Indonesia in October, six of Southeast Asia's ten nations will be led by family dynasties. My latest @FT op-ed looks at the causes and implications of this trend https://t.co/rkwM0CHDvi
PIDATO PRABOWO
Saya termasuk yang rada ngeri mendengar pidato Prabowo Subianto di penutupan Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) semalam.
Alih-alih mengapresiasi gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil yang sedang berlangsung di pelbagai kota di Indonesia, Prabowo malah bercerita tentang gerakan 1998. Dia menyebut gerakan 98 itu ditunggangi asing. Dia menyatakan bahwa saat itu Indonesia sudah mau tinggal landas, namun asing masuk intervensi dan memecah belah. Dia menyesalkan peristiwa 98. Tak ada nada positif pada peristiwa 98 yang berhasil menjatuhkan rezim diktator Soeharto tersebut. Yang tersirat justru penyesalan mengapa itu terjadi.
Indonesia sekarang, menurut dia, sudah akan tinggal landas lagi. Kira-kira dia menganggap sekarang ini mirip 98. Sudah mau tinggal landas, namun mulai diganggu. Dia mewanti-wanti agar rakyat jangan mau diadu domba. Nadanya cenderung melihat demonstrasi besar sekarang karena mau ngerecokin aja niat baik elit yang sekarang mau bersatu. Sama dengan gerakan rakyat 98, yang sekarang pun dicurigai.
Dia ingin semua elit bersama dan bersatu. Dia menggunakan analogi warga yang bersatu mau membangun jembatan. Tapi ada sebagian warga yang tidak mau ikut kontribusi. Secara tidak langsung, dia mengejek posisi PDI Perjuangan yang tidak mau bergabung dengan koalisi besar pendukungnya. PDI Perjuangan dianggap tidak mau berkontribusi membangun jembatan bersama.
Di pidato ini, dia berkali-kali menyatakan bahwa dirinya mendapatkan mandat rakyat. Rakyat banyak ada di belakangnya. Dalam ruang hampa, pernyataan itu tidak bermasalah. Namun ketika dikatakan di tengah aksi protes warga, dia seolah-olah sedang mengirim pesan bahwa suara dia adalah suara rakyat. Yang di luar adalah penyimpangan belaka. Yang sedang protes di jalan dan media sosial itu hanya suara minor dari warga yang tidak mau berkontribusi membangun jembatan tapi berisik.
Di awal pidato, dia juga menyinggung sejumlah podcast yang membahas dirinya. Dia menyatakan orang-orang yang membicarakan dirinya itu hanya omon-omon. Sementara dirinya bekerja nyata membantu masyarakat. Dia menanggapi kritik secara negatif. Tak ada apresiasi.
Di pidatonya ini, dia membahas tentang mimpi besar mengelola kekayaan sumber daya Indonesia secara maksimal untuk kemakmuran rakyat. Tak ada yang keliru dengan itu. Namun ketika dia tidak memberi apresiasi bahkan malah nyinyir pada kritik karena menganggap diri sedang berbuat baik itulah yang bermasalah. Ketika kritik dianggap ngerecokin niat atau usaha baik itulah yang bermasalah. Seorang pemimpin menjadi diktator kadang bukan karena tidak punya niat baik, tapi karena jumawa seolah kebaikan hanya ada di pihak mereka.
"Hell is full of good intensions and wills", kata St. Bernard of Clairvaux. Para libertarian membahasakan ulang frase itu dengan "The road to hell is paved with good intentions." Acapkali jalan menuju neraka dibuat dengan intensi yang baik. Di mana-mana, diktator selalu punya klaim sedang berbuat baik. Semoga Indonesia terbebas dari pemimpin seperti itu.
Pondok Cabe, 25 Agustus 2024,
SAIDIMAN AHMAD
#KawalKeputusanMK #DaruratDemokrasi #KawalPutusanMK
YouTube is free education.
But 98% of people still haven't discovered the best virtual teachers.
Here I leave you 17 essential channels to enhance your learning:
Assalamu’alaikum sahabat2ku para petinggi PKS, kader PKS dan semua simpatisan PKS…izinkan saya selaku orang di luar Partai menyampaikan nasihat sebagai bentuk cinta kpd PKS dan Parpol manapun yg selalu berjuang bersama ummat ;
1. Kenapa PKS yg selalu dikritik, dibully bakan dihujat karena keputusan politiknya ? Yaa karena publik menaruh harapan besar pada PKS, untuk terus menjadi garda terdepan penjaga demokrasi di negeri ini agar tidak carut marut seperti sekarang.
2. PKS secara rekam jejak adalah yg paling bersih diantara Parpol lain. Ini yg menjadikan publik di luar kader menjadi simpatik. Apalagi PKS dikenal selalu istiqomah membela masalah2 keummatan.
3. Karena itu, publik sangat kecewa ketika aktivitas politik PKS hari2 ini jauh dari harapan karena dianggap mengkhianati perjuangan ummat dgn bergabung mendukung politik dinasti dsb.
4. Pilihan politik di Jakarta dan Sumut memang sulit diterima tapi masih masuk akal. Namun pilihan politik di Tangsel itu cukup mengagetkan dan diluar nalar publik yg mengenal PKS sebagai Partai orang2 cerdas & berpendidikan.
5. Ramainya masalah keputusan MK, RUU Pilkada dll beberapa hari terakhir hingga viralnya pesan darurat warna biru di semua platform, sama sekali tdk disuarakan oleh PKS (yg biasanya paling kritis) karena sdh mulai masuk lingkaran kekuasaan.
6. Apapun alasannya ; baik untuk kepentingan ummat, kepentingan dakwah dll…publik belum bisa menerima, jika langkah2 politik yg diambil diluar pakem PKS yg publik kenal. PKS adalah partai tangguh, kritis, dan punya kader2 hanif yg militan. Aneh saja jika kader PKS yg hanif diam ketika ada sesuatu yg mengusik nurani dan akal sehat.
7. Masih ada waktu, belum terlambat….Dear PKS, kembalilah bersama ummat.
Salam ❤️
Hilmi Firdausi
Pelapor Dandhy adalah Asep Sanusi, SE. Pratiwi (Kuasa Hukum dari LBH Jakarta) menduga pelapor adalah polisi berpangkat Bripda bertugas di Polda Metro Jaya. Sehigga yang melapor adalah anggota polisi dan saksi juga anggota polisi.
Ayo ikuti polling berikut ini:
Dalam dua tahun ini, apakah kinerja kepemimpinan Bupati Wihaji memuaskan?
- Tidak 76.2%
- Ya 23.8%
Total Suara: 21
Berikan suara anda, klik link
https://t.co/mhgrKTGA5o
Tolong forward ke group dan teman-temanmu ya. Terima kasih
The power of satellite #Opendata: our #Sentinel2🇪🇺🛰 can see these crop fires in Punjab 🇮🇳 from 800km above, while @Pierre_Markuse’s fire script highlights the hot spots. Together with the nearby coal-fired power plants they affect #AirQuality as seen by #Sentinel5P🇪🇺🛰