Feri Amsari meragukan bahwa Prabowo suka membaca.
Konteksnya adalah Fahri Hamzah mencoba menjelaskan bahwa Prabowo sebelum memimpin Indonesia sudah menulis buku Paradoks Indonesia dan gemar membaca.
Tapi, iya juga yaa, masa orang rajin membaca susah membangun diksi, terbukti di beberapa pidatonya diksi yang digunakan cenderung kurang enak untuk didengarkan, terlebih saat tidak membaca teks, bukannya kemampuan orang menyusun diksi itu bergaris lurus dengan gemar membaca?
Menurut kalian gimana?