i did the same thing too! ๐๐ปโโ๏ธ aku rekap semuanya di sheets dulu ๐, baru nanti aku masukkan ke mendeley untuk disitasi & dafpus di word :3
dengan rapiin kayak gini di sheets, aku kalau sewaktu waktu butuh recall isi jurnalnya atau kalimat asli yang aku kutip, tinggal cari di sini. ini juga sekaligus bentuk integritasku di era yang apa-apa AI, aku tetap membaca jurnal yang aku kutip.
walaupun most of them skimming bacanya untuk memperkuat pernyataan di latar belakangku, tapi kalau untuk di bab 2 tinjauan pustaka tentu aku baca bener-bener! salah satunya adalah buku tentang PLS-SEM, yang mana metode TAku ada menggunakan SEM! ๐ผ
Sebelum lolos S3 plus dg beasiswanya, aku beneran baca puluhan jurnal wkwk. Aku bikin ringkasannya, terus jadi proposal yg cuma 8 halaman itu :')
Bacanya lebih lama drpd nyusun 8 halaman itu.
Tapi percaya deh, teman2 mahasiswa.
Daripada kalian minta AI -- yg sering gak tepat itu -- mending kalian luangkan waktu buat baca. Pake AI untuk translate deh kalo emang bener2 gak paham. Tapi baca sendiri.
Ketika sdh selesai, kalian bakalan 'kekenyangan' sama referensi, terus langsung cepetttt banget nulis karena semua hasil bacaan di otak kalian harus dikeluarin. Ya hasil dikeluarin itu berbentuk artikel atau proposal.
@aoleeea@kagceyama di warjaw 5000, adtingku beli kadang 6000, barusan aku beli di jogjis 3000, ini kamu kasih tau 2600... emang makin timur makin mahal apa gimana jirs