Kisah pilu
Dua pedagang lansia yang datang untuk jualan di lapaknya terenyuh setelah mengetahui semua dagangan nya abis di gondol maling
Miris
Modal jualan hasil pinjaman untuk berdagang juga sudah abis
Aing sebenernya udah gatel pengen naikin berita ini dari kmrn. Cuma emang blm dpt info pasti yg kredibel, takutnya bukan di Karawang.
Dan hari ini, duaaaarrrr udah rame dong bahkan udah di post media/akun2 besar.
Anj*ng emang kalian bara boti biadab ini 🤬
#InfoKarawang
Gaiss mau cerita sedikit aja saya dan calon suami saya nonton eh selesai film habis kita berdua ke kamar mandi dan calon saya bilang cerita dikamar mandi dia ada sosok wanita yg menyerupai pria alias tomboy tapi ke toiletnya cowo ih kaya apa gk si maksudnya kan itu kamar mandi khusus cowo kan kuadrat cewe ya harusnya ke toilet cewe dong...ini saya vidioin karena saya penasaran dan benar aja dia keluar dati toliet cowo si wanita itu 😳
Threads@lidyaamira25
“Setiap pagi aku mengantarnya berangkat. Setiap malam aku menunggunya pulang. Aku bekerja agar dia bisa kuliah, bisa meraih masa depan yang lebih baik daripada ayahnya. Tapi hari ini, justru aku yang harus berdiri menanggung malu karena pilihan hidup anakku sendiri.”
Lelaki itu datang ke kampus dengan pakaian kerja dan ransel yang masih tergantung di punggungnya. Mungkin ia mengira hanya ada persoalan biasa yang perlu diselesaikan. Namun sesampainya di sana, dunia yang selama ini ia bangun untuk anaknya seakan runtuh dalam sekejap.
Ia mendapat kabar bahwa putranya, seorang mahasiswa PNJ, dipergoki mahasiswa lain sedang berciuman dengan pasangan sesama jenisnya di area kampus, dekat perpustakaan. Peristiwa itu memicu kemarahan dan menjadi perhatian banyak orang.
Di hadapan mahasiswa, dosen, dan kamera-kamera yang merekam setiap detik kejadian, seorang ayah mendadak kehilangan pijakan.
Bukan karena lelah mencari nafkah.
Bukan karena beratnya pekerjaan.
Tetapi karena kenyataan yang baru saja menghantam hatinya jauh lebih berat daripada semua beban yang pernah ia pikul selama hidup.
Anak yang selama ini ia antar, ia didik, ia banggakan, dan ia perjuangkan pendidikannya dengan keringat serta pengorbanan, tiba-tiba menjadi sumber luka yang tak pernah terlintas dalam bayangannya.
Wajahnya tertunduk.
Air matanya jatuh.
Harga dirinya seakan tercerai-berai di hadapan banyak orang.
Lalu ia bersujud dan meminta maaf.
Seorang ayah yang mungkin tidak tahu apa-apa tentang perbuatan anaknya, tetapi tetap merasa harus menanggung beban moral dari semua yang terjadi.
Kadang yang paling menyakitkan bagi orang tua bukanlah kemiskinan.
Bukan pula sakit badan.
Melainkan ketika mereka merasa telah berusaha memberikan yang terbaik, namun melihat anak yang dicintai justru berjalan ke arah yang tidak pernah mereka harapkan.
Mungkin malam itu ia pulang dengan langkah yang lebih berat daripada biasanya.
Memikirkan apa yang harus ia katakan kepada istrinya.
Memikirkan di mana letak kesalahannya sebagai ayah.
Memikirkan doa-doa yang selama ini dipanjatkan.
Dan memikirkan masa depan anak yang tetap ia cintai, meskipun hatinya sedang hancur.
Menjadi orang tua di zaman ini memang tidak mudah.
Karena yang kita hadapi bukan hanya persoalan ekonomi atau pendidikan, tetapi juga berbagai pengaruh yang datang tanpa henti dari lingkungan, pergaulan, dan media yang setiap hari membentuk cara berpikir anak-anak kita.
Semoga Allah menjaga anak-anak kita saat mereka berada jauh dari pandangan kita.
Semoga Allah menguatkan para ayah dan ibu yang diam-diam memikul beban besar di dalam dadanya.
Dan semoga Allah menjadikan anak-anak kita penyejuk mata, pembawa kebanggaan dunia dan akhirat.
Sebab tidak ada air mata yang lebih berat bagi seorang ayah, selain menyaksikan anak yang selama ini diperjuangkannya dengan seluruh hidup, justru menjadi alasan mengapa dadanya terasa sesak untuk bernapas.
Alfaqir
UHF
Sedih banget lihat korupsi moral zaman sekarang. Banyak yang kedoknya peduli mental health atau sibuk self healing egois, tapi tega biarin ayah dibuang ke panti. Isu anak durhaka kayak gini harusnya jadi tamparan keras buat kita semua.
Wanita Hamil ditendang preman di terowongan tembung, diduga pengendara takut melintas karna ada tawuran eh si preman disitu nyuruh jalan pengendara tapi si pengendara gamau karna khawatir sama istrinya dan terjadilah penganiayaan.
infonya premannya ketangkep dan positif pompa
Keteledoran yg paling fatal.
bawa anak kecil pakai motor dgn ngebut atau digonceng dibelakang sendiri diikat maupun gak..
Dikira goncengin anak2 dibelakang dan diikat pakai kain dibadan itu sudah aman.
Takut kejadian spt ini nih
@RomitsuT