Update (30DEC24) Jeju Air JC2216/HL8088 di Muan, Korea Selatan
1. Dari 181 onboard, 179 meninggal dunia.
2. ATC sempat memberikan warning mengenai gangguan aktifitas burung di sekitar bandara.
3. Pesawat sempat melaporkan melakukan go-around, kemudian melaporkan telah kena burung.
4. Pesawat kemudian belok ke kiri bandara sebelum memutar untuk melakukan pendaratan darurat dalam waktu yang singkat.
5. Dalam pendaratan darurat, pesawat mendarat tanpa flaps dan tanpa roda.
6. Video evidence mengkonfirmasi bahwa mesin kanan pesawat kena burung. Mesin kiri kena burung belum bisa di konfirmasi terjadi atau tidak.
7. Pesawat keluar runway dengan kecepatan tinggi sekitar 140-160 knots, dan menabrak gundukan antena localizer di sekitar 140-150 knots yang mengakibatkan pesawat hancur dan meledak.
8. Blackboxes (FDR dan CVR) sudah ditemukan dan akan dianalisa.
9. Pemerintah Korea Selatan menginstruksikan emergency safety inspection terhadap semua airlines dari Korea Selatan.
10. Otoritas penerbangan Korea Selatan merencanakan inspeksi terhadap semua Boeing 737-800 yang beroperasi di Korea Selatan.
Opini:
1. Beberapa analis penerbangan sudah mulai mengerucut ke arah kemungkinan terjadinya dual engine failure atau misidentifikasi oleh crew mengenai engine mana yang kena burung dan harus dimatikan.
2. Analisa2 mereka sudah mulai menuju ke arah crew mengira mereka mengalami total engine failure dimana fokus mereka adalah kembali ke bandara selagi bisa.
3. Jika dalam kondisi total engine failure, maka crew tidak akan mengeluarkan flaps ataupun landing gear karena akan menghasilkan drag yang akan memperpendek gliding range mereka sehingga mengurangi chance mereka sampai kembali ke bandara.
4. Betul bahwa landing gear pesawat bisa diturunkan secara manual, namun itu menggunakan aerodynamic drag dari pergerakan pesawat, dan memakan waktu dan akan mengurangi kemampuan crew untuk fokus menerbangkan pesawat hingga bisa "gliding" ke bandara.
5. Indikasi salah matikan mesin butuh konfirmasi oleh CVR dan FDR karena mesin kanan terlihat masih berfungsi karena bisa men-deploy thrust reverser pada saat pendaratan darurat.
6. Salah matikan mesin dalam kondisi darurat merupakan salah satu resiko besar dalam menangani situasi darurat seputar mesin pesawat, dan bukan berarti crew sembrono/ceroboh, karena bisa saja mereka kesulitan membaca indikasi mesin ketika pesawat mengalami getaran guncangan keras dari mesin akibat birdstrike atau kerusakan mesin. Jika benar, ini bukanlah kejadian pertama dan sudah beberapa kali terjadi. (British Midland 737-400 di Kegworth, TransAsia ATR72 di Taipei, adalah 2 kasus besar sebelumnya yang diakibatkan misidentifikasi mesin)
7. Masih ada beberapa analis dan pengamat di negara2 lain yang memfokuskan waktu mereka kepada design bandara. Sayangnya beberapa dari mereka fokus hanya kepada masalah gundukan antena localizer dan mengira itu adalah struktur beton. Localizer adalah bagian dari ILS system dimana ada ketentuan sudut elevasi minimum pancaran sinyal, di banyak bandara yang landasannya tidak rata, antena localizer ini dipasang beberapa meter diatas permukaan tanah guna memenuhi ketentuan tersebut. Idealnya memang dengan tiang2 besi/baja kecil agar bisa collapse ketika ditabrak pesawat. Namun, kondisi2 lokal bisa membolehkan materi penyangga terbuat dari bahan2 lain. Masih banyak bandara2 lain didunia (termasuk di Eropa dan benua Amerika) yang tidak memenuhi kriteria2 yand dikritik oleh mereka juga, jadi, pembaca sebaiknya melihat "apa yang salah" bukan "menyalahkan kok begini atau begitu".
8. Salah satu aspek yang akan dilihat dalam investigasi adalah masalah crew fatigue, dimana penerbangan ini adalah overnight flight dari Bangkok dengan keberangkatan pukul 0230 dinihari Bangkok (1930UTC) dan kecelakaan terjadi di pukul 0905 waktu Korea (0005UTC), dan ini akan dinilai oleh pihak investigasi apakah punya andil dalam kecelakaan ini.
Pihak investigasi kecelakaan sudah mulai melakukan tugas mereka, dan yang mereka akan cari adalah apa yang salah dan kenapa kesalahan tersebut bisa terjadi, bukan siapa yang salah atau bisa disalahkan.
Informasi, dan analisa kecelakaan Jeju Air JC2216/HL8088 di Muan, Korea Selatan. ๐งต(1/7)
Pesawat Jeju Air Boeing 737-800 (reg: HL8088) dengan nomor penerbangan 7C2216 dari Bangkok BKK, Thailand menuju Muan (MWX), Korea Selatan mengalami kecelakaan.
Untuk sementara dari 181 crew dan penumpang di pesawat, 151 dipastikan meninggal dunia.
Informasi sementara:
1. Pesawat melakukan approach ke runway 01, dah dibawah 1000 kaki terlihat mengalami vertical speed -1100fpm hingga +512fpm sebelum turun kembali, sebelum melakukan go-around. Data ADSB dari situs Flightradar24 tidak konklusif lebih dari ini.
2. Ada video yang beredar memperlihatkan terjadinya birdstrike pada pesawat ketika melakukan approach pertama. Hal ini sudah dikonfirmasikan pihak berwenang di Korea Selatan. Sekitar 1 menit setelah birdstrike, pilot mendeclare keadaan darurat (Mayday).
2. Berdasarkan video pendaratan yang beredar, pesawat terlihat mendarat tanpa roda, dengan hanya thrust reverser kanan yang terlihat, dimana terlihat jelas thrust reverser kiri tidak terlihat keluar sama sekali.
3. Terlihat di video tersebut pesawat bablas keluar runway dengan kecepatan yang cukup tinggi hingga menabrak tembok gundukan tanah sekitar 260m dari threshold yang juga tempat lokasi antena localizer (untuk ILS system) dengan struktur beton.
4. Tembok beton pagar bandara yang berada 325 meter dari threshold landasan dan saya belum lihat gambar yang mengkonfirmasikan bagian2 pesawat bisa tembus tembok ini, karena pesawat sudah disintegrasi ketika menabrak struktur Localizer antenna.
Runway di Muan adalah panjang 2800m dengan lebar 45m, dan ini lebih dari cukup untuk pesawat Boeing 737-800.
@GerryS tahun 2022, bulan Dec pernah ngerasain bad weather pada saat mau landing di Bali, pesawat seperti berputar 30 menitan sambil menunggu jarak pandang yg cukup untuk landing
Selama itu saya dan keluarga merasakan turbulence yang hebat, dan tiap dec tidak pernah mau ke Bali lagi ๐
@innovacommunity Kadang pas mau makan liat kang parkir tuh jadi inget gk ada uang cash di kantong, terus jadilah gk jadi mampir
ini gara gara kebisaan saya yang cashless atau kondisi blm ambil uang ke atm ๐คฃ
@the_omicron@innovacommunity Boros karena bebannya berat om ๐
Paling banter 1:10 dalkot, itupun kaki perlu disekolahin dulu
Tapi sepadan sama kenyamanannya ๐
Pesawat Tecnam P2006T PK-IFP yang dioperasikan Indonesia Flying Club jatuh hari ini di Sunburst BSD, Tangerang Selatan. 3 orang onboard dan semua meninggal dunia. ๐ข
Pada saat kejadian, pesawat sedang terbang dari Bandara Sakalanegara,Tanjung Lesung, Banten, menuju Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Menurut informasi yang didapatkan dari Pondok Cabe menuju Tanjung Lesung sekitar 1100WIB dan lepas landas dari Tanjung Lesung menuju Pondok Cabe sekitar pukul 1300. Pesawat dikabarkan jatuh sekitar pukul 1345. Cuaca setelah kejadian dibilang hujan lebat di lokasi.
Untuk sebab penyebab, masih di investigasi KNKT dan ada disebut kemungkinan mengalami gangguan teknis pada saat kejadian.
RIP Capt. Pulu, Capt. Suwanda, Eng. Farid. Fly higher gentlemen. ๐ข
Foto diambil di hanggar IFC di bulan Februari.