Percaya gak kalau salahsatu penyebab kerugian PLN adalah karena over-capacity? Jadi ceritanya tahun 2015 dulu ada inisiatif Jokowi untuk peningkatan kapasitas listrik nasional secara agresif, berujung ke pembangunan PLTU-PLTU swasta (IPP) untuk bantu tingkatkan kapasitas produksi listrik.
Masalahnya? Prediksi pertumbuhan ekonominya meleset, tapi pembangunan IPP sudah berjalan, sehingga statusnya saat ini adalah over-capacity!
Sedangkan bentuk kerjasama dengan IPP nya adalah fix quota "take or pay", alias terpakai tidak terpakai harus dibayar PLN, alhasil PLN selalu merugi. Selama 2015-2024, jumlah surplus energi yang harus dibayar PLN bahkan melebihi jumlah konsumsi nasional selama setahun!
Masalahnya, karena jenis kontrak yang disepakati, maka pemerintah melalui PLN secara perdata berkewajiban tetap membayar PLTU rekanan, dan untuk mengatasinya lantas mengeluarkan aneka "kebijakan" untuk meningkatkan konsumsi listrik masyarakat.
Misalnya? Rencana konversi konsumsi gas 3 Kg ke kompor listrik, meminimalisir izin pembangkit mandiri (mis: solar panel), juga subsidi pembelian motor dan mobil listrik yang baru lewat itu.
Kebijakan lainnya? Untuk menerima kenaikan harga listrik, seperti usulan Bahlil terbaru.
Alhasil, negara yang salah hitung, tapi rakyat lagi yang kena getahnya...
This video shows a mother and her children sheltering on the upper level of their home as flash floods hit Balangan Regency, South Kalimantan, Indonesia 🇮🇩 (Dec 27)
#intinyadeh 5 petani Pino Raya, Bengkulu Selatan diduga ditembak pihak keamanan perusahaan sawit PT Argo Bengkulu Selatan (ABS)
Salah satu org ditembak di dada. Sebelumnya jg para petani dpt terror pengrusakan pondok & tanaman warga.
WALHI desak kepolisian Bengkulu usut tuntas.
#intinyadeh Iko Juliant Junior, mahasiswa Unnes, tewas mencurigakan.
> Iko ke Polda Jateng utk jemput temen2nya yg masih ditahan
> Lalu gak ada kabar
> Keluarga dpt info Iko kritis di RS
> Abis operasi, ngigau, "ampun pak, tolong jgn pukuli saya lg" 3x
> Iko meninggal
(1/2)