Final Piala Dunia 2006 adalah panggung teatrikal Marco Materazzi. Hal-hal penting dalam laga itu gak luput dari 'sentuhannya'.
- Bikin pelanggaran yang ngehasilin penalti buat Prancis ✅
- Nyetak gol penyeimbang ✅
- Ngerjain Zinedine Zidane sampe diacungi kartu merah ✅
- Sanggup jadi algojo penalti di babak tos-tosan ✅
Bodoh, hebat, culas, piawai, disajikan Materazzi dalam satu laga dengan tekanan maha dahsyat.
Mendiang Luigi Riva, pencetak gol terbanyak Timnas Italia sepanjang masa sampe bilang gini sama Materazzi.
"Marco, aku rela nukar 100 gol milikku dengan 1 golmu pada laga final tersebut. Golmu tak ternilai".
Sangat tidak setuju dengan pandangan bahwa membela Timnas Argentina sama dengan membela zionist.
Agustus tahun lalu ada ribuan warga Argentina mendemo presidennya. Mulai dari guru sampai para siswa.
Mereka ke jalan demi membela Palestina, dan menentang Israel.
Pelatih Mesir Hossam Hassan meludah ke arah suporter Argentina yang membentangkan bendera Israel.
Kelakuan Suporter Argentina memprovokasi Mesir dengan bendera Israel terlalu!! Udah menang comeback tapi provokasi Butut!!
🚩 Mengapa Bendera Arab Saudi dan Irak Diangkat, Bukan Diletakkan di Lapangan?
Saat bendera negara lain dibawa dan dibentangkan hingga menyentuh lapangan, bendera Arab Saudi dan Irak justru tetap diangkat dan tidak menyentuh tanah. 🇸🇦🇮🇶
Hal ini karena kedua bendera memuat kalimat yang memiliki makna religius dalam Islam. Bendera Arab Saudi menampilkan Syahadat, sementara bendera Irak memuat takbir “Allahu Akbar”.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan kalimat tersebut, bendera Arab Saudi dan Irak dijaga agar tidak menyentuh tanah maupun air.
#FIFAWorldCup
Jusuf Kalla menemui Prabowo di Istana, 11 Juni 2026. Pertemuan tertutup, satu jam.
Setelahnya JK bilang: ia mengusulkan pembangunan 2.000 megawatt PLTA baru senilai Rp60–70 triliun, dan "Presiden setuju."
Yang menemaninya: Solihin Kalla , anaknya sendiri, sekaligus CEO Kalla Group.
Bisnis utama Kalla Group: PLTA.
PT Poso Energy, PT Malea Energy, portofolio 1.500 megawatt sudah beroperasi, ekspansi 1.230 megawatt lagi sedang berjalan.
Jadi skemanya: anak punya perusahaan PLTA.
Ayah temui Presiden.
Ayah usulkan bangun PLTA besar.
Presiden setuju.
Nilai proyeknya Rp60–70 triliun.
Pertemuan itu namanya apa : konsultasi kebijakan energi nasional, atau pitching proyek bisnis keluarga di dalam Istana?
1998: Fahri Hamzah pimpin KAMMI, turun ke jalan lawan Orde Baru.
Tuntutannya: cabut dwifungsi ABRI, berantas KKN, tegakkan demokrasi.
2024: Fahri masuk Kabinet Prabowo jadi Wakil Menteri.
2026: Di depan kamera, Fahri bilang mahasiswa yang demo "salah paham."
Bilang Prabowo punya "niat baik."
Bilang sistemnya sudah baik.
Di malam yang sama, Feri Amsari mencatat: dari enam agenda reformasi yang dulu diperjuangkan , lima sudah rusak.
Multifungsi militer kembali.
Polisi masuk ruang sipil.
DPR bukan lagi penyeimbang eksekutif.
Fahri tidak membantah satu angka pun.
Dulu Fahri di jalanan, tuntut cabut dwifungsi ABRI.
Sekarang Fahri di kabinet , dan dwifungsi itu sedang kembali dalam wujud baru.
Yang berubah bukan situasinya.
Yang berubah adalah posisi duduknya.
Kalau niat baik cukup jadi alasan untuk tidak dikritik , kenapa dulu Fahri turun ke jalan?
Barella menyadari bahwa pelatihnya sekali lagi membiarkan anak asuhnya mengangkat trofi tanpa dirinya, tetapi kali ini wakil Kapten Inter tidak membiarkan hal tersebut terjadi.
Pada akhirnya, Lautaro dan Chivu angkat trofi Scudetto bersama 🥳