Sidang umum PBB: kami akan menjamin keamanan Israel
Acara Gontor: free Palestine
HUT PAN: pakar saking pinternya jadi goblok
Diskusi soal gambut: saya paling hormat sama pakar
Gaslighting, playing victim, manipulative! President Prabowo, the cognitive dissonance you are 🫵🏻
Gibran mau dicopot tuh kemungkinannya ada 2:
1. Karna Gibran mode fufufafa
2. Karna bunted yg minta "yank, aku ga syuka kamu deket sama si gibran, jadiin aku wapres, kalo ngga aku bakal ngambek"
🎊REKOMENDASI AMBIL CUTI 2027🎊
Merah = Libur Nasional
Kuning = Cuti Bersama
Hijau = Rekomendasi ambil cuti
1. 4 Januari 2027: Libur 1 - 5 Januari
2. 5 & 16 Maret 2027: Ini gokil sih, jadi bisa libur dari 5 - 16 Maret 2027
3. 7 Mei 2027: Hari kejepit, bisa libur 4 hari ini
4. 21 Mei 2027: Bisa libur 1 minggu full ini mah wkwkwk
5. 31 Mei 2027: Hari kejepit libur Kelahiran Pancasila (Libur 4 hari)
6. 18 Agustus 2027: Ini juga bisa libur 4 hari
VIRAL! Niat Mulia Berujung Horor: SKNC 2026 Pekalongan Disorot Gegara Nuansa Okultisme yang Bikin Merinding!
OKD Islami - Niat hati ingin merayakan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan Khitanan Massal, tapi apa yang disuguhkan di atas panggung malah bikin bulu kuduk merinding dan sontak mengundang istighfar berjemaah!
Sebuah kontroversi panas tengah mencuat dari gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan. Acara yang awalnya digadang-gadang sebagai ajang syiar religi sekaligus khitanan massal ke-61 ini justru berujung pada sebuah tontonan yang sangat absurd dan jauh dari kata islami.
Alih-alih menghadirkan nuansa religius yang menyejukkan, panitia acara justru nekat menampilkan teatrikal yang sangat kental dengan aroma ritual pemuja setan.
Bayangkan saja, para penonton yang datang membawa niat baik disuguhi adegan penyembelihan kambing di atas altar berlilin. Bukan hanya itu, panggung tersebut juga dipenuhi dengan ornamen-ornamen gelap yang sangat mengejutkan: mulai dari pentagram terbalik, aksara Ibrani, hingga Sigil of Baphomet—simbol yang sangat lekat dengan praktik okultisme dan sekte gelap.
Totalitas visual yang ditampilkan benar-benar di luar nalar dan menimbulkan kecurigaan publik. Namun, yang membuat situasi semakin tak masuk akal, pihak panitia rupanya memiliki dalih tersendiri. Mereka mengklaim bahwa teatrikal horor tersebut sengaja digelar sebagai bentuk "edukasi mental" yang ekstrem. Tujuannya? Konon, agar para peserta khitanan massal langsung siap dan tangguh dalam menghadapi kerasnya dunia nyata.
Pertanyaannya, apakah cara seperti ini bisa dibenarkan?
Apakah "edukasi mental" harus dikemas dengan simbol-simbol setan yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya kita?