@ssasabear@KapudS640 Iya lagi ahahahaha aku juga mikirnya ini mah masih wajar banget ga aneh sama sekali. Tapi tbtb keinget gw diselingkuhin mulu apakah aku terlalu berpikir positive.
Guys, lu pada tahu enggak ada yang baru terjadi di Indonesia yang menurut gue gila banget?
Bukan soal rupiah.
Bukan soal korupsi triliunan.
Bukan soal pejabat mewah.
Ini soal Josepha Alexandra siswi SMAN 1 Pontianak
yang viral beberapa waktu yang lalu
ada cerita dari keluarga
beberapa waktu setalah pulang dari lomba itu
banyak nomor asing masuk ke WhatsApp-nya.
Pesannya begini:
"Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi."
Seseorang atau sekelompok orang yang tidak mau diketahui identitasnya, mengancam anak SMA lewat WhatsApp. Minta dia hapus video. Ancam somasi.
Siswi SMA.
Diancam somasi.
Karena mempertanyakan ketidakadilan di lomba cerdas cermat.
Dan ini yang paling menyayat hati dari seluruh kejadian ini:
Josepha stres berat.
Hari-hari tidur terus.
Pendiam.
Berubah drastis.
Dan di tengah semua tekanan itu dia bertanya kepada kakaknya:
"Kak, apa aku harus minta maaf?
Katanya aku yang bikin gaduh..."
Baca itu sekali lagi.
Anak yang diperlakukan tidak adil yang diancam lewat WhatsApp oleh pihak tak dikenal malah bertanya apakah dia yang harus minta maaf.
Karena sistem berhasil membuatnya merasa bahwa dia yang salah.
Bahwa dia yang bikin masalah.
Bahwa keberaniannya mempertanyakan ketidakadilan adalah sebuah kesalahan yang perlu dimintakan maaf.
Dan sementara Josepha stres di rumah apa yang dilakukan juri yang kontroversial itu?
Status WhatsApp-nya bocor ke publik.
Isinya: "Nggak akan bikin gue jatuh!"
Orang yang keputusannya dipermasalahkan pamer kekayaan di status WhatsApp.
Sementara anak yang mempertanyakannya stres dan tidur terus di rumah.
Ini bukan soal menang kalah lomba:
Ini soal apa yang terjadi ketika seorang anak muda Indonesia berani bersuara.
Josepha tidak melakukan apa-apa yang salah.
Dia mempertanyakan keputusan yang tidak konsisten.
Itu bukan bikin gaduh.
Itu adalah hak dasar setiap peserta dalam kompetisi apapun di seluruh dunia.
Tapi di sini itu direspons dengan ancaman.
Dengan intimidasi.
Dengan pesan WhatsApp dari nomor asing yang memintanya diam.
Dan pertanyaan yang belum dijawab sampai sekarang:
Siapa yang mengirim pesan ancaman itu?
Dari nomor asing.
Mengatasnamakan siapa?
Dengan kewenangan apa untuk melayangkan somasi?
Kalau memang tidak ada yang salah dalam lomba itu kenapa harus ada ancaman?
Kenapa video harus dihapus?
Kenapa tidak cukup dengan klarifikasi terbuka?
Yang minta video dihapus adalah orang yang takut video itu terus ditonton.
Yang takut kebenaran terus beredar.
Josepha hafal konstitusi sampai tidur komat-kamit. Dia mempelajari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dengan serius dan penuh dedikasi.
Dan pengalaman pertamanya mempraktikkan nilai-nilai itu di hadapan lembaga negara adalah ini: ancaman WhatsApp dari nomor tak dikenal.
Tekanan untuk diam.
Pertanyaan di dalam hatinya apakah dia yang harus minta maaf.
Kalau anak sekecil Josepha saja sudah diajarkan bahwa kejujuran itu berbahaya kita tidak perlu heran kenapa generasi berikutnya memilih untuk tidak peduli.
Kita yang mengajarkan mereka untuk tidak peduli. Dengan cara seperti ini.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan berita https://t.co/NzjIn3zG4K 16 Mei 2026. Kasus masih dalam proses penanganan MPR RI. Identitas oknum yang melakukan intimidasi belum diungkap resmi.
@tanyakanrl Shock juga banyak orangtua malah ngajarin anaknya minta2. Padahal si anak gamau. Alhamdulillah dibesarkan di keluarga yg malah kalo dikasih aja suruh tolak, karena kasihan takut yg ngasih juga kesusahan. Kata bapakku jangan dibiasain minta2, even ke keluarga
@Maeliani07 Pakai Henna atau Pacar Kuku asli aja kalo mau kuku bewarna tp tetap sah wudhu dan solatnya.
Henna asli cuma memberikan warna yang meresap ke dalam jaringan kuku/kulit tidak menghalangi bagian atas kuku/kulit.
WINDY, WHENEVER YOU FALL IN LOVE, OR HAVE THE SAME FEELING, PLEASE LOOK AT THIS POST AND REMEMBER TO CLOSE YOUR HEART AS TIGHT AS POSSIBLE! IT'S A TRAP!! IGNORE ALL THE GREEN FLAGS, BECAUSE THE RED ONES ARE HIDING BEHIND IT!
Nih kebetulan gua pribadi lagi banyak masalah yekan. Udah 2 hari nih ada 2 orang curhat masalahnya bukan kaleng2 pulak. Dan gua emang kalo pusing tapi ada yg curhat, malah ganti tuh mikirin masalah orang sampe lupa masalah sendiri wkwkwkwkwk kocak emang
@ndafeyi@mowtly Aku awalnya juga mikir gt kak. Baru semalam bgt ngalamin, aku ngetik "emotionless" terus dia bilang gak tau ah gak suka bahasa yg baku. Lah ajig itu bahasa inggris bukan bahasa baku 😭😭😭😭
Randomly teringat ada temen gua yg dinasehati emaknya "perempuan jangan sekolah tinggi2 dan value lebih, nanti susah dapet suami". Like wtf. Masih ngakak kalo inget. Anyway beneran dia ga pernah upgrade diri, stay on her comfort zone, udah berkeluarga sih
@zorlusavasci Keren bgt mas, makasih ya udah jagain mbaknya. Salah satu tips aja sih, aku termasuk cewe yg sering berkendara motor malam. Aku selalu pakai Hoodie atau jaket, rambut dicepol dalem helm, masker on trs. Biar dikira cowo. But it works, sering dipanggil "bang" dan yaaa gak diganggu