@lembarnada Romantisme bertahan hidup di tengah kemiskinan ekstrem itu cuma pelintiran narasi buat nutupi kegagalan struktural. Saat akses kerja yang layak jadi barang mewah dan upah di bawah standar dianggap berkah, di situ negara sukses menormalisasi eksploitasi demi memaklumi korupsi.
Hari ini notif sepi, kemaren yang katanya gua fakir engagement, opini bodoh dan sumpah serapah lainnya tiba tiba sunyi senyap.
Kalau dari match vs Spain matanya pada belum kebuka juga sih kasihan juga. Permainan buntu, cuman ngandelin Messi,tarkam, provokator memang tidak layak masuk final. Sudah selayaknya kalah sejak lawan Mesir;
Once again, Never a Champion Material in my book
Ps : Jangan pernah nuduh org yg kontra dengan argen dgn sebutan fans dodo, haters Barca atau framing rendahan lainnya. Wake up, tidak semua harus hitam dan putih. Fans netral is real. Kalau memang Argen 2030 bisa meningkatkan permainan tanpa bantuan faktor2 'eksternal', pasti ku akan support juga.
Football Win 💛
Andai Thomas Tuchel lebih berani, mungkin kita bisa mendapat 90 menit final yang lebih menghibur dari ini. Argentina nggak bisa ngapa-ngapain selain main “jorok” di 2 babak ini.
Mau kasih kredit buat pertahanan Spanyol. Ga mudah m*tikan 4 penyerang Prancis yg mengandalkan serangan kilat sedikit sentuhan. Di sini Laporte nggak ikut turun tp justru closing down Olise buat perkecil ruang sekaligus sudut operannya. Reading the game 👍
Pildun2026
FT : Prancis 0-2 Spanyol
⚽ Oyarzabal 22' (P)
⚽ Pedro Porro 58'
Bungkam Prancis, Spanyol akhirnya kembali tampil di partai final 👋🇪🇸
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id