On 7-8 May 2026, a military operation in Tembagapura, Mimika Regency, #WestPapua, killed 17-year-old Papuan Nalince Wamang and injured six civilians, including a one-year-old toddler. An estimated thousand civilians fled towards Kimbeli and Timika.
Security forces maintained control over the area, preventing evacuation of additional injured persons and victim identification.#HumanRights
Read more: https://t.co/but3TXJMpo
Nalince Wamang(17) adalah seorang remaja perempuan dan pelajar di SMA Petra di Kabupaten Mimika yang meninggal karena luka tembak yang dialami dalam kejadian di wilayah Tembagapura Papua Tengah pada malam 7 Mei 2026.
#PengungsiInternalPapua#Papua#WestPapua#PapuanLivesMatter
Korban Bertambah!
Hingga Kamis, 2 April 2026 subuh pukul 2:00 waktu Papua, terjadi penembakan lagi terhadap Feri Auwe.
Korban dari warga sipil yang meninggal dunia bertambah menjadi 5 orang di Dogiyai dan beberapa luka-luka.
#savedogiyai
Satu warga sipil asal Tambrauw Papua Disiksa Oleh TNI, Pemda Papua Barat Daya tutupi tindakan biadap TNI Berikan Dana.
Harga Diri orang Papua dinilai Dengan Rupiah rendah sekali.
#Biadap pemda Papua barat dengan TNI sama-sama Pisikopat yang merawat Impunitas.
URGENT: At least six Papuans massacred in Dogiyai
https://t.co/KYACvrLLR4
Indonesian police committed another atrocity yesterday (31st March) in West Papua, murdering at least five Papuan civilians, including a minor, in a colonial rampage in Dogiyai Regency.
The incident began at 9:50 a.m., when a police officer was killed in front of the Ebenezer Church in Moanemani village. It is not known who killed the officer, who was an indigenous Papuan. But in response, the police opened fire on Moanemani market. The operation quickly spread to the neighbouring Ikebo village, as police fired indiscriminately into residents’ houses. It is unknown how many people in total were shot during the operation, but by the end five civilians had been killed and others wounded:
On 23 March, Indonesian security forces allegedly detained Yenus Mohi (19) and two other young men in Dekai district, Highlands Papua. He was held for four days and released with wounds. The whereabouts of the two other detainees remain unknown https://t.co/sKGGx7u7PD
31/3/26 Dogiyai, West Papua
Siprianus Tibakoto (25), Ester Pigai (60), Martinus Yobee (17), and Angkian Edowai (20) were shot dead by Indonesian forces during an indiscriminate raid after a police officer was killed by unidentified individuals.
A child MW (12) was also shot.
Di Flores Timur, seorang anak 16 tahun diperkosa, proses hukum masih mandek di kepolisian, pelaku baru saja dilantik jadi tentara.
https://t.co/dwcR1VwUXd @SistersInDanger@KomnasPerempuan
Bebaskan KHARIQ ANHAR!
Mahasiswa asal Riau yang sudah ditahan selama 5 bulan.
Bersama mahasiswa lainnya serta anak muda Indonesia yang peduli negeriny,
Mereka bukan koruptor,
Mereka bukan gembong narkoba,
Mereka bukan teroris,
Mereka pukan pembalak liar,
Mereka bukan penambang ilegal,
Mereka bukan bandar judol,
Mereka juga bukan mafia tanah,
Mereka bukan mafia gas, BBM,
Mereka bukan pengemplang pajak, dst.
Mereka hanya sekelompok anak kuda yang bersuara, yang peduli pada kelanjutan negerinya, pada masa depan yang kelak jadi tanggung jawabnya.
Tapi kenapa mereka dikriminalisasi?
Kenapa ditangkap?
Kenapa mereka dibui?
Kenapa aparat malah memusuhi mereka bukan para pelaku kezaliman spt yang disebut di atas?
Bebaskan Khariq Anhar!!