Yes bener, jaringannya lebih kecil.
Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat.
Kami harus mengecilkan jaringan kami.
Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri.
Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya.
Ada 3 cara kalian bisa bantu:
1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya)
2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian.
3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara.
Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu.
Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami.
Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa.
Itu sudah sangat berarti. 🙏
gw ngerasa ini sedikit missleading. pertama satu hal yang perlu diinget itu anthropic lagi jalanin propaganda kalau programmer udah engga dibutuhin selama beberapa tahun ini. Tapi project yang mereka tunjukin itu jauh dari standar program yang layak dan maintainable. flagship program mereka claude code itu sering ada bug. sampe creator bun yang jago banget ngoding nya perlu turn tangan buat fix.
hal lain seperti iklan nya anthropic yang bilang bisa bikin compiler. itu compiler nya engga bisa compile hello world dan linux nya juga engga jalan dengan bener. tapi mereka ngaku udah ga perlu programmer lagi.
bilang engga perlu programmer karena toy project itu kelar kayak bilang gaperlu teknik sipil soalnya ai bisa ngajain gw bikin bangunan. bikin kelar dan bikin dan tetep berfungfi 10 tahun kedepan itu 2 hal yang berbeda. ai sekarang bikin kode yang masih ngebug, susah dimaintain.
kita bisa lihat juga di carrer page nya anthropic. yang dicari itu skill teknis semua. merekapun juga bukan cari "idea guy". secara internal mereka juga sadar kalau skill teknis itu penting.
"ide, logika, use case jadi penentu, ngoding bukan lagi jadi bottle neck utama". hal seperti ini yang bikin gw mikir apa ornag mikir ngoding == ngetik. kalo mau ngoding itu kan perlu tau apa yang kita perlu ketik dulu. itu ya namanya logika. kita perlu tau juga yang diketik ini mau nyelesain masalah apa, itu namanya tau usecase.
suatu hal lain issue yang gw liat itu orang bilang programming bukan bottleneck. menurut gw itu issue software engineer kita sekarang. skill software engineer kita kecil sampe ga bisa dan ga kebayang ada hal yang sangat teknis yang bisa di solve. tahun lalu pas jenseng huang kesini, dia engga invest ke kita soalnya dianggep gapantas. apple ga jadi bikin factory disini soalnya ga ada tenaga kerjanya. tetangga kita malaysia sekarang punya pabrik intel, amd, nvidia. coba itu bikin cpu tanpa "skill teknis yang dalam". jangan nyangkut di web dan mobile aja. ada banyak hal lain diluar itu.
sama ingin bahas, ai bisa bikin ornang dengan ide bisa berkreasi gw setuju. tapi pertanyannya apakah hasil kode ini dipake pribadi apa dipake sama orang lain juga? sering kali kalo dilihat orang vibe code trus dia menjual hasil kodenya sebagai saas dan hasilnya itu db nya engga secure dan sangat gampang dibobol. jadi balik ke kode ini buat personal project yang engga perlu implikasi security atau ini sebuah project yang kalau dibobol bahaya.
untuk poin "yg akan menang adalah yg paling relevan dan mempunyai dampak, bukan yg paling ngerti teknis". dari sebelum ai pun juga orang yang punya impact paling tinggi itu orang yang dibutuhin. program itu kan buat solve problem. jadi itu memang dari dulu sebelum ai gitu. kalau diliat teknis doang itu liat orang s3 bikin riset teori ilmu komputer.
terakhir "peran software engineer bisa jadi bergeser, dari yg bisa ngoding jadi orang yg merancang sistem, sekaligus validasi solusi". itu juga udah jadi peran software engineer dari dulu. persepsi programer itu cuman ngoding doang itu ya persepsi yang salah. cari lah konsep sdlc. itu ada planing, design, implementation, testing. itu bagian dari jobdesk.
pertanyaannya apa yang kalian lakukan para software engineer sampe tidak perlu lakuin "engineer". apa pada engga lakuin "engineer", cuman pura-pura solving problem? sampe sampe ai pun bisa replace itu?
Sergio Biscuits
No Salad
Unhealthy Maria
Heavy Maguire
Roberto Calories
Memphis The Pie
Eaten Hazard
Zlatan Bringmeanothersandwich
Thierry Hungry
Cr700 Pounds
Diego Maradonut
Kevin De Brownie
Kream Benzema
Fill Food-in
BigMac Allister
Delicious Junior
Weight Rooney