Isaiah Volant grinned, reaching out for your hand, “𝗖𝗥𝗨𝗫𝗜𝗩𝗔𝗟 is calling, sweetheart—come sail away with me. The view only gets better, the further we drift.”
ㅤ️
Pandangan Iolana tertuju pada Isaiah. “Jaga formasi dan pastikan tidak ada yang tertinggal.” Lalu kepada Kaide, “Tentukan jalur teraman. Jangan mendekati pertempuran sebelum situasinya memungkinkan.”
ㅤ️
ㅤ️
Isaiah mengangguk mantap, sementara Kaide memeriksa tali dan jalur turun. Iolana menyerahkan salah satu communicator kepada mereka. “Laporkan saat bisa. Jika sinyal gagal, utamakan misi. Bawa mereka kembali.”
ㅤ️
ㅤ️
Akses menuju hamparan es dibuka. Isaiah dan Kaide berdiri paling depan saat kelompok penyelamatan mengangkat seluruh rescue kit, lalu mulai menuruni tangga kapal satu per satu.
(Reply and make a chain DL : 19.00 UTC+7)
ㅤ️
ㅤ️
Permukaan es menyambut mereka dengan angin tajam dan pijakan licin. Meski perjalanan awal tidak berjalan semulus rencana, kelompok terus bergerak sambil menjaga seluruh perlengkapan tetap aman.
ㅤ️
ㅤ️
Perangkat komunikasi di tangan Iolana kembali berderak statis. Suara Captain Vance terdengar putus-putus sebelum hilang sepenuhnya. Sebuah foto lain kembali diterima para pasukan di atas dek.
ㅤ
ㅤ️
Mereka bergerak lebih cepat, saling melengkapi temuan dengan pengalaman masing-masing. Beberapa murid tampak mengeluarkan kamus rune kuno mereka sementara yang lain turut mengeluarkan Tabel Agrippa dan buku Arithmancy.
ㅤ️
https://t.co/VScZSEmDrC
ㅤ️
Mereka bergerak lebih cepat, saling melengkapi temuan dengan pengalaman masing-masing. Beberapa murid tampak mengeluarkan kamus rune kuno mereka sementara yang lain turut mengeluarkan Tabel Agrippa dan buku Arithmancy.
ㅤ️
https://t.co/VScZSEmDrC
ㅤ️
Heningnya fokus ‘tak lama terpecah tatkala derak statis terdengar pendek dan suara rombongan Tim Pulau bersahutan–“...bantuan…arti dari…prasasti ini…”
Sesaat kemudian hening kembali menyapa. Foto lain kembali mereka terima.
ㅤ
ㅤ️
Petunjuk dari ketiga prasasti kembali diperiksa. Angka dan tanda dicocokkan hingga susunannya perlahan membentuk sebuah kata sandi. Setelah beberapa kemungkinan dicoret, jawaban akhir akhirnya terlihat jelas.
ㅤ️
ㅤ️
Iolana memeriksa hasil tersebut sekali lagi, lalu memberi anggukan tegas. Ia mengangkat Marine Field Communicator. “Tim ekspedisi, disini CRUXIVAL. Kami telah memecahkan ketiga prasasti. Do you copy?”
ㅤ️
ㅤ️
Tak mau membuang waktu, wajah-wajah penuh tekad itu mulai bergerak. Mereka berpencar—satu rombongan lari ke dek paling atas dan mulai menyiapkan sinyal SOS. Sementara beberapa yang lain berusaha mengutak-atik gelombang radio untuk menangkap sinyal dari luar.
ㅤ️
ㅤ️
Sang teruni menatap rombongan di hadapannya dengan sorot tajam. Tanpa membuang waktu, ia memisahkan mereka menjadi beberapa kelompok. “Fokus kita adalah mencari bantuan dari siapapun di luar sana. Kerjakan sesuai pembagian. Jelas?”
ㅤ️https://t.co/4IlEhTeueo
ㅤ️
Vice Captain Kealoha berbalik kepada rombongan yang tinggal di kapal. “Tujuan kita tiga: mencari bantuan dari luar, memecahkan medan anti-sihir, dan menyiapkan dukungan untuk tim ekspedisi.” Tatapannya menyapu seluruh peserta. “Kita mulai sekarang.”
ㅤ️
ㅤ️
Kedua tim mulai berkumpul. Captain Vance mengangkat perangkat communicator. “CRUXIVAL, do you copy?”
“Copy,” jawab Kealoha mantap. Setelah sambungan dipastikan aman, sosok kapten kapal lekas memimpin tim ekspedisi turun ke hamparan es.
ㅤ️
ㅤ️
“Percayalah, ia jauh lebih tidak sabar menghadapi kecerobohan daripada aku,” ucap sang kapten sebelum disambar Vice Captain Kealoha dengan datar. “Itu karena aku harus membereskan akibatnya.”
Captain Vance tersenyum miring, “See what I mean, troops?”
ㅤ️