Just call me Xx. We(e)b developer. Self-proclaimed Evangelion geek. VTuber simp. One of sentient replicant. Former Yeagerist. No meaningful tweets here.
Malming ngapain?
Kumpulin toko buku fisik kecil²an yuk, bukan yg gede². 📚
Indie bookstore, secondhand (asalkan ori), atau hidden gem di gang kecil. Lokasi mana aja di 🇮🇩 boleh.
Ada yg tau or pernah mampir? Pemiliknya juga boleh.
Reply pake format di gambar ya. Makasih 🤝
Fakta hari ini, penyanyi cover Nyanyian Pendaki untuk film Autobiography serta Bunga dan Tembok bersama Mas Cholil, yakni Mas Fajar Merah, ternyata anak Widji Thukul.
@okinawa90s Itu untuk timeline lama. Kalau untuk timeline baru, bisa nonton Evangelion 1.0, 2.0, 3.0, sampai 3.0+1.0. Sejujurnya kalau mau langsung nonton End of Evangelion bisa-bisa aja, tapi pasti banyak kehilangan konteks.
@okinawa90s Hai, kalau mau nonton itu, sangat disarankan nonton series-nya dulu. Tapi sekiranya enggak begitu punya banyak waktu, bisa nonton Evangelion Death & Rebirth aja. Dia bentuknya film juga, sekitar 2 jam kalau enggak salah. Nah setelah itu baru sambung ke End of Evangelion.
Sedikit jeda, gua harap Persija juga tahun depan bisa lebih baik 😅 Lama juga Persija enggak angkat trofi. Terakhir tahun 2018, itu juga formatnya agak unik. Mungkin harapan atau WL musim depan, selain punya jersey Arsenal atau ya barang sejenisnya, mau coba nonton Persija di JIS
Ngga bisa dipungkiri kalau saya kecewa kita gagal lagi di Final ke dua ini.
Tapi, tetap bangga sama Arteta dan para pemain. Progress terus tiap musimnya, dari yang bisa balik main di UCL, tembus 8 besar, semi-final, sampai akhirnya bisa ke Final. Chin up, Eze, chin up, Gabi, chin up semua pemain Arsenal dan Arteta! Kalian sudah buat saya pribadi bangga banget sama pencapaian kalian di musim ini. We go again next year! OFC! Up the Arsenal!
Chin up, kalian semua! Jangan patas semangat!
Terlepas dari berbagai hal yang juga tidak gua sukai, bahkan kadang jadi bahan ejekan juga ke diri sendiri, satu yang pasti, mereka betul-betul kerja keras musim ini. So, apa pun itu, congrats Arsenal!
2025 adalah tahun pertama gua coba ikuti sepak bola. Dengan beragam alasan, gua pilih Arsenal. Mengikuti minggu demi minggu, menyempatkan nonton, hingga akhirnya hari ini. Terlepas hasil malam ini, satu yang pasti, gua enggak salah memilih tim. Fighting spirit-nya luar biasa.
#6 - Intelektual dan Rakyat
Situasi ini masih relevan hari ini, ketika banyak intelektual justru lebih sibuk merawat citra di ruang publik daripada menyatu dengan perjuangan konkret masyarakat akar rumput. Pengetahuan yang mereka produksi tidak berangkat dari kebutuhan rakyat.
#5 - Intelektual Kolonial
Intelektual yang dibentuk oleh sistem kolonial hanya memahami rakyat sebagai objek, bukan sebagai kekuatan politik. Karena itu mereka gagal mengenali, apalagi membimbing gerakan rakyat yang sejati.