Aku juga pernah punya Warung Kopi gitu,
Di sebelahku ada warung jual nasi ayam penyet, lalu ada pegawainya masih baru dan muda gitu, sekitar umur 15/16 tahun, laki-laki.
Kebetulan warung kopiku ini, setiap hari Jumat/Sabtu libur. Teman-teman, penjaga warung kopiku dan aku kami biasa 'ngopi' sambil evaluasi mingguan gitu lah.
Beberapa kali saya notice Mas-Mas itu, pesan kopi di warungku, sesekali duduk dan mengobrol. Singkat waktu dia ingin juga di ajak ngopi, ku tanyalah ngopi gimana? Ini kan juga ngopi? Sembari menyesap kopi hitam di cangkir.
Oh iya, dia berasal dari Ponorogo, dan putus sekolah saat kelas 5 SD (maaf, bukan mendiskreditkan pendidikannya). Masih polos, lugu dan cukup konyol hahaha. Kami sering bercanda dan ngobrol saat warungnya sudah tutup. Dia tidur di dalam warungnya itu.
Ternyata yang dia maksud adalah ngopi yang di coffeeshop, penyampaiannya cukup lucu tapi jelas. Aku pengen nyoba ngopi yang pesen, lalu diantarkan atau dipanggil namanya itu lho Mas, yang pake mesin bikinnya.
Sontak kami tertawa, sembari mengiyakan kalau weekend besok ayo ngopi bareng! Saat itu ku ajak ke โbucks. Nampak jelas dia gugup, grogi cenderung takut karena benar-benar masih asing dengan semua ini. Ku jelaskan kalau nanti harus bisa pesan sendiri, sembari aku bilang nanti coba lihat dan perhatikan gimana cara pesannya, ngga lupa sebelumnya ku jelaskan dlu menu-menunya supaya tidak salah. Sampai pada gilirannya, dia bahkan melepas sandalnya pada logo 'Step Here' bergambarkan sepatu, lucu memang tapi saat itu sebisa mungkin kami tidak tertawa. Setelah selesai memesan dan duduk, dia terus mengamati dan tanya apa-apa saja yang dilihat, seperti apakah tumblr itu hadiah, apakah sedotan dan kondimen di meja berbayar dll.
Ngga cukup di sana, kami tahu betul kalau dia juga masih cukup asing dengan perfume, deodoran dll, saat itu juga ku belikan 1 set perlengkapan mandi dan perfume. Diterima dengan girang sambil berkata setiap hari libur diajak ngopi keliling Surabaya yaa! ๐
Sayangnya ngga bertahan lama, sekitar 3 minggu dia kerja lalu pulang ke Ponorogo, karena disuruh Orang Tuanya. Caranya berpamitan cukup menggambarkan walaupun dia polos dan kurang update kehidupan kota, tapi etikanya jauh lebih baik dari orang-orang di kota โจ๏ธ
Iโll share here
Akhir Maret lalu
Siang bolong gue naik ojol, tiba-tiba bapak drivernya nyetirnya miring dan belok ke parkiran cafe (karena udah pengalaman kecelakaan insting gue langsung loncat dari motor) dan bener aja bapaknya jatuh sama motornya
Mukanya pucet, gak gerak
@tanyarlfes Kalian pernah kepikiran gk sih? kalo kita gak punya pasangan tuh antara kita dijauhkan dari yang tidak baik atau jangan2 mereka yang dijauhkan dari kita yang tidak baik?