Ku kayuh sepeda yang kupinjam dari temanku. Sudah banyak persimpangan aku lewati. Puluhan bangunan telah aku amati. Maksut hati ingin melupakan dirimu.
Tapi sialnya, aku selalu terhenti pada senyummu.
Selamat pagi, aku kembali. Semoga disini masih tetap menjadi peneduh bagi mereka yang tengah terbasahi hujan, hujan didalam diri mereka sendiri. Mari berkisah lewat tulisan yang terpisah
Terimakasih, caramu memperlakukanku itu tidak akan aku lakukan juga kepadamu. Karena aku tahu, kamu tidak akan mampu berpura pura normal sebaik caraku.
Banyak yang menganggap bahwa Cinta dan Nafsu mungkin memang susah dibedakan, tapi menurutku justru Rindu dan Nafsu lah yang terlihat seperti hampir sama
Ambil "Bunga Abadi" yang telah kau petik dan simpan sedari lama,
Bawakan kepada dia yang menurutmu pantas itu,
Lalu tembuslah ruang dan waktu,
Ciptakan lagi gelak tawa, sedih dan merayu,
Kalau kau masih ingin bersanding dengan dirinya.
inspired by : Bunga Abadi (Rio Clappy)