@isikepalacewek Pada dasarnya kita semua seorang akademisi kak, tinggal gimana cara kita manfaatin semua ilmu yg ada. Baik formal ataupun gratis seperti cuitan kakak yg saya kutip sebelumnya ๐
Saya selalu menggunakan hook di bawah judul setiap kali membuat konten di platform ini. Terkadang sebuah konten yg secara visual atau tulisan itu terlihat panjang, calon audiens kita seringnya hanya melihat itu sebagai teks biasa.
Justru tujuan tulisan-tulisan itu dibuat, sang penulis menyampaikan sebuah isi, konteks, makna serta arti di dalamnya.
Itulah kenapa adanya BUKU. Benda itu dibuat untuk orang-orang yg ingin terus menambah wawasan dan akal sebagaimana hakikatnya dia sebagai manusia.
di twitter itu emang dituntut buat rajin baca. bukan cuma teks, tp jg konteks. rugi bgt kalo cuma baca judul tanpa nyimak isinya, pdhl banyak ilmu mahal yg bertebaran gratis di sini.
Cukup banyak emang akun-akun pemabawa kayu bakar menarasikan sebuah pernyataan yg sudah benar, lalu diplesetin ke dalam hal-hal yg memicu api berita palsu. Berita yg menurut kalian janggal, baiknya di cross check lebih dalam lagi dengan sumber yg lain gais. Ga salah kalo kalian tanya AI sekalian, teknologi udah canggih
@isikepalacewek Typo itu hal yg wajar saat kita sedang menulis kak, yg paling terpenting sebuah tulisan itu apa yg ingin disampaikan. Entah sebuah info penting, berita, atau sekedar uneg-uneg dan keluh kesah kita yg ada di kepala ๐
@senogp Terima kasih mas Seno, tweetmu yg nangkring di timeline saya ini membuat rasa gairah serta nikmat dari sisi menulis untuk selalu berbagi wawasan buat teman-teman disini ๐๐ป