Aku ingin kita percaya bahwa pada akhirnya kita akan menemukan jalan pulang bersama. Lucu rasanya ketika pikiranku mulai mengaburkan ingatan detil tentangmu. Hal yang dulu membuatku jatuh se jatuh-jatuhnya, kini di pagi yang sepi aku selalu kehabisan cara untuk tidak memikirkanmu
Dalam sunyinya pikiranku, kita pernah menikah dalam imajinasi. Sebuah pelarian manis dimana aku mulai lupa awal kita bertemu. Menurutmu, apakah aku sudah benar-benar melangkah jauh? Atau kau berpikir aku telah melupakanmu?
Ini adalah keterikatan dua hati yang terasa istimewa, namun tak pernah diberi nama. Tak ingin memiliki, namun juga tak ingin saling pergi hingga hati terbiasa....
"Mencintai tanpa nama."
Ada dua jenis kesepian yang pernah kuhadapi. Yang pertama sebelum kau datang, yang kedua setelah kau pergi. Dan entah kenapa keduanya terasa berbeda, padahal sama-sama tercipta dari tiada.
Merasa lebih hidup rasanya saat melakukan aktifitas ini, ditambah lagi jika dilakukan bersama mereka. Masalah karir? Mmmmm kita pikirkan sambil jalan yaa...
Rasanya slow living di jogja:
Sepedaan pagi sambil nyari sarapan, agak siangan dikit pulang buat beres2 rumah. Nyiram tanaman sambil nyapa tetangga, sorean dikit nyari spot sunset sambil ngopi. Malemnya nongkrong sama temen di daerah UGM.
Serasa pensiunan, padahal nganggur.
Aslinya pengen beli mie ayam. Tapi warungnya tutup. Kemudian kepikiran buat beli bakso, tapi nggak jadi karna aku yakin besok mie ayam pasti buka.
*tapi ini bukan tentang mie ayam ataupun bakso...
Aku ingin melihatmu dalam gelap yang mulai darang...
Aku ingin menyelamimu dalam risau yang sering datang...
Aku ingin diam bersamamu dalam rangkulan malam....