ternyata beda umur beda sudut pandang
dulu pas masih kecil nonton Peter Pan, mikirnya dia tuh cowo yg asik banget. tipe yg fun, jiwa petualang, bebas dan hidupnya kayak ngga ada beban. kesannya romantis aja gitu diajak kabur terbang ke Neverland.
sekarang pas udah gede langsung mikir NGERI BANGET KETEMU COWOK MODEL BEGINI😭 ini tuh wujud nyata dari cowo yg kena peter pan syndrome. laki-laki yg menolak buat jadi dewasa. hobinya lari dari masalah, nol besar soal komitmen, dan maunya cuma seneng-seneng doang.
liat aja wendy, jatuhnya bukan diperlakukan sebagai pasangan. tapi malah berasa jadi ibu asuh dadakan yg harus ngemong anak tantrum dan ngurusin cowo red flag. ternyata makin nambah umur beneran makin sadar ya, cowo fun itu emang seru, tapi lebih OKEE lagi ditambah berani ambil tanggung jawab dan mau komitmen tumbuh dewasa bareng.
Dokter spesialis ortopedi pernah bilang satu kalimat ke gue yg susah dilupain.
"Pasien saraf kejepit termuda gue bulan ini umur 24. Baru lulus kuliah, ga pernah angkat beban berat, badannya kurus."
Gue tanya: terus kenapa bisa kena saraf kejepit?
Dia jelasin panjang. Tapi intinya satu hal.
Bukan soal kecelakaan atau cedera olahraga ekstrem. Tapi soal satu kebiasaan yg dianggap biasa dan dilakuin tiap hari selama bertahun-tahun di depan layar.
Duduk 8-10 jam sehari. Posisi tubuh condong ke depan, leher menekuk, tanpa stretching sama sekali. Tiap hari.
Ini yg terjadi di dalam tubuh waktu lo konsisten duduk bungkuk berjam-jam tanpa jeda.
Beban di tulang belakang naik 3x lipat dibanding saat berdiri. Bantalan tulang belakang (diskus) perlahan tertekan, kehilangan elastisitas, dan akhirnya menonjol keluar menekan saraf di sekitarnya.
Bertahun-tahun. Diam-diam. Sampe suatu sore pas dia lagi mau ambil pulpen yg jatuh, pinggangnya mendadak kaku dan kaki kanannya langsung kesemutan hebat sampai mati rasa.
Dokternya bilang: "Duduk bungkuk seharian tanpa jeda itu efek ngerusak struktur tulang belakang setara maksain bawa beban puluhan kilo di punggung lo tiap menit."
Kalimat itu yg bikin pasiennya baru ngeh. Selama ini dia pikir risikonya cuma pegel-pegel biasa atau butuh koyo doang.
Ternyata yg rusak duluan itu bukan cuma kenyamanan kerjanya. Tapi bantalan tulang belakangnya yg udah bergeser.
Yg bikin lebih berbahaya: kerusakannya terjadi pelan-pelan tanpa lo sadari.
Bantalan tulang yg mulai menipis itu ga langsung bikin lumpuh. Lo masih bisa jalan, masih bisa scrolling medsos. Kalo ga di-MRI, lo ga bakal tau ada saraf yg kejepit di area lumbal atau leher.
Baru kerasa waktu tonjolannya udah bener-bener nyentuh jalur saraf utama.
Tanda-tanda tubuh udah mulai kasih sinyal yg sering diabaikan:
Pinggang sering kaku tiap bangun pagi. Paha belakang atau betis kerasa kesemutan/panas kayak ketarik kalo duduk agak lama. Telapak kaki kadang mendadak lemes atau gampang kesandung tanpa sebab.
Itu bukan "pegel encok biasa." Itu saraf yg udah mulai kejepit dan kejebak di dalam.
Dua hal yg bantu ringankan beban tulang belakang dan perbaiki postur secara konsisten:
Korset Lumbal / Back Support, bantu jaga posisi tulang belakang tetep tegak lurus secara mekanis saat kerja di kursi.
cc : pojokpakjiman
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.
Film tentang melawan restu terbaik tetap jatuh ke Kabhi Khushi Kabhie Gham.
Mungkin Gen Z atau Alpha kurang familiar, tapi film ini bikin mikir ternyata cinta tanpa restu itu bisa diperjuangkan sejauh itu.
Kalau kalian di posisi Shah Rukh Khan (Rahul), bakal nekat lanjut atau mundur? dan jujur deh, menurut kalian bahagia setelah melawan restu itu cuma ada di film atau emang nyata di realita?
Aku tuh pernah ke obgyn krn ini, soalnya sakit bngt sampai demam wak😭😭 terus dokternya bilang itu krn lonjakan hormon estrogen dan progesteron yg ngebbuat kelenjar susu bengkak dan nahan cairan (water retention) lalu sakit punggung krn zat prostaglandin—
98즈의 Oh Little Girl (오리틀걸) (2025 ver.)
기억 잘 안난다면서도 너무 잘하는 당사자, 전 슬레이트ㅋㅋ멤버 건희랑 안무 잘은 몰라도 건희 추는거 슬쩍슬쩍 보면서 찰떡같이 잘하는 메댄의 클라쓰, 웅이🫢 현장에서 보면서도 너무 좋았음🥲
#원어스#ONEUS#건희#환웅#KEONHEE#WHANWOONG
@kuyangmanis_ Pria smart cenderung bisa
- memecahkan masalah
- bisa menempatkan diri
- tidak meremehkan orang lain
- leadershipnya bagus
- manajemen keuangan oke
- memperhatikan penampilan