Masalahnya:
Penyebar isu di Facebook/Whatsapp yang menyarankan untuk tidak vaksinasi TIDAK AKAN ngurusin kamu di ICU ketika kamu sekarat kehabisan oksigen karena varian Delta.
Solusinya gampang:
Berhenti membuang-buang waktu di whatsapp. Dapetin vaksin.
Pemerintah harus menggalakkan edukasi tentang COVID dgn ENERGI YG SAMA seperti para penyebar disinformasi.
"Kebohongan masih berkeliaran sementara kebenaran masih bersiap2 keluar".
Jgn hanya membela diri. Tegurlah nama2 besar penyebar disinformasi.
Ambil alih kendali!
A person sitting under an airconditioner infected 27 others with coronavirus at a Starbucks cafe in South Korea, but none of employees, who were wearing masks, got the virus https://t.co/7SYdKEglZT
Mau di social media atau di real life, orang-orang toxic bakal terus ada. Tinggal kitanya, mau ikutan hidup enggak bener atau fokus benerin hidup. Mantap ah Akang Gendang
Berpendapat itu hak. Tapi, patut diingat, apa yang bagimu sekadar opini, bagi orang lain adalah pengalaman traumatis. Apa yang bagimu sekadar angka, bagi orang lain adalah kerabat dan keluarga yang takkan kembali. Mungkin bisa sedikit berempati jika tidak mungkin satu visi
Bedes2 dengan otak penuh teori konspirasi, lebih sering merasa bahwa dirinya "terlalu hebat untuk dibohongi" dan "yang penting beda".
Pokoknya pede level telulikur (gambar bedes soale)
nggak tau bedanya infrared dan laser nggak masalah, yang penting nyolot pringas pringis
Abis nonton dokumenter tentang Bill Gates di Netflix, beliau:
- Bisa baca 150 halaman per jam
- Berharga lebih dari $100 milyar
- Sudah menyumbang lebih dari $45 milyar
- dan masih aktif memecahkan masalah di negara berkembang.
sementara kita dikit-dikit pengennya rebahan.