GIVE AWAY
1 Day6 Stop the Rain
1 Unpiltered Under Pale ver.
1 Youngest Beyond ver.
1 Youngest Grounded ver.
1 Youngest Walllet ver.
Syarat:
- Myday INA
- Ga pernah tweet jahat ke Day6 (incl. ex members)
- RT & Like
5 winners will be announced on 07.09
Good luck!
Help RT agar kebaikan Dowoon semakin tersebar 🐶💙💙
1. Juli 2021, Dowoon menanam “Pohon My Day” di Hutan Hongneung bersama Dinas Kehutanan Korea. Beberapa kali Dowoon sempat mengunjunginya, pun dengan Wonpil juga sempat berkunjung 🐰
Halo semuanya, aku ingin giveaway album DAY6 The Decade standar version, gak ada syarat & ketentuan + gak perlu follow akun ini. Cukup rt & likes saja, nanti aku undi.
Dilarang dijual kembali albumnya.
Periode hingga 1 Juli 2026~
Ternyata janji mereka "Until they tell us to stop standing on stage, we'll keep going" serealistis itu
Dan secepat ini tervalidasi
Beberapa hari banyak yg nyuruh dw out, day6 disband aja
Tp malam tadi dowoon dengan teges bilang "Tim ini bakal selamanya dan ngga kemana mana"
Mereka cinta bermusik dan goal mereka adalah menghibur
Kita bahagia dan terasa healing adalah salah satu tujuan mereka
Melepas stess, lelah, marah, sedih, bahagia dengan diiringi musik dari mereka
Jadi makasih udah tetap ada dan masih ada
Lets keep this promise together 🫂
Cara dowoon minta maaf itu bagus banget, dia minta maaf ke fans2nya yang harus ngelihat postingan negatif tentang dia, bukan minta maaf karena dating apa lagi minta maaf ke orang yang komen negatif ke dia hanya karena dating.
Artis yang ‘caught’ for dating someone harusnya mencontoh dia sih.
His hands were never free from scars. It shows how hard he has worked for day6, and you guys still say he doesn’t work as hard as the other members?🥲🥲🥲Are you guys really fans?
being a fan of someone feels like admiring a flower. watching them grow and seeing them bloom can make us feel proud in such a personal way. but admiring a flower doesn’t mean owning it or deciding how it should grow. the kindest support is simply letting it bloom in its own way.
🐶 My team will never disappear.
I'm not going anywhere, so don't look at any negative posts. For the time being, please ignore any posts related to me even if you see them. I'm sorry for hurting you guys.
Just wait a little longer.
Sebenarnya ngasih statement ngegantung kayak gitu tuh buat buying time, kok. Kenapa bisa gitu? Karena di balik layarnya, banyak hal yang mesti 'diselamatkan'.
Tapi ya, karena sekarang udah di era digital, fans itu semakin pintar. Diamnya perusahaan justru dibaca sebagai konfirmasi tersirat. Hal ini malah jadi blunder baru serta publik gak bakal terima, mereka bakal mulai ngulik dan gak bakal berhenti buat nyari tau.
Karena perusahaan milih pernyataan 'menggantung' ini, ruang kosong itu akhirnya dipakai netizen buat bikin cocoklogi, teori-teori gak jelas, sampai fitnah.
Ujung-ujungnya, jawaban ngegantung kayak gitu malah bikin fans makin kecewa. Rasa cinta ke artisnya mendadak berubah jadi luapan hate comments.
Yang bikin tambah sedih, si artis yang akhirnya dibiarin berdiri sendirian buat nerima ribuan komentar jahat, yang siap ngerusak kesehatan mental dan fisiknya kapan aja.
Kalau emang pernyataan pertama yang ngegantung itu justru bikin situasi makin chaos, perusahaan wajib rilis clear statement.
Kalau emang rumornya benar, sampaikan sejelas-jelasnya. Kalau salah, langsung seret aja netizen-netizen yang asbun itu ke jalur hukum. Toh itu juga sebagai bentuk perlindungan perusahaan terhadap artisnya.
kaya gini jg buat siapa kalo ga buat myday... dan yg dapet jg yppa. dan itu kalian masih ribut mulu pake bandingin kerjaan dowoon sm member lain blablabla. sumpah gaabis pikri
Indonesia bangga ekspor 500.000 ton pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun?
Angka makro ini memang terdengar seksi. Tapi di balik kelancaran logistik ekspor komersial ini, ada paradoks besar yg menjerat nasib petani kita di akar rumput.
Sebuah utas..
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish":
"Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024.
Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah.
Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar.
Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis.
Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya.
Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi.
Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk.
Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman.
Persimpangan jalan baru
Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu.
Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan.
Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""