Sy jd tahu sbuah buku itu bagus krn pernah bc yg buku yg jele. Preferensi bacaan itu bnyk faktor penentunya. Jd g sesederhana itu menilai bacaan seseorang. Selama orgnya msh suka baca, y gpp..baca aja. Ntar kebentuk sndiri seleranya
not trying to be an elitist or anything but im always curious how people could have time to spare reading bookslops when there are keats, kafka, hölderlin, rilke, proust, dostoevsky, joyce, borges, not to mention fichte, schelling, hegel, schiller, marx, etc etc to choose from!
gw yg selama ini journaling sendiri di kamar bercat ijo dan cuma pake sampah yg literli SAMPAH dengan mengandalkan lem 3000 dan dabeltip 4000 itu pernah insekyur andaikan suatu saat gw ikut journaling session trs ternyata sampah gw ngga estetik kayak yg lain😭😇
Jajanan pasar pnya tempat spesial di hati saya. Sebab sejak kecil, nenek dari pihak alm.Papa selalu ajak ke pasar dgn iming² "boleh pilih kue apa saja."❤️
#belajargambar#pensilwarna
Aku sampai nyelam komentar karena merasa ada yg nggak pas. Terus ketemu ini.
Dari pov anak: perilaku geser² ekspektasi begini bikin anak punya kebiasaan menggeser tujuan & capaian. Dia juga nggak akan pnh bisa menghargai pencapaian sendiri. Karena orang tuanya nggak konsisten.
@wacatooru Ini bener Kak, at least kejadian di aku. Aku berjarak dgn ortuku krn selain hal² terkait achivieng ada hal2 lain yg bikin traumatis smp aku kena CPTSD dr 2018-skrg.
Beruntung didukung suami @bonasays yg ngasih ruang untukku merebut dan menjalani hidup ku seutuhnya. Bhw proses pulih dr luka trauma ms kanak²-dewasa itu blm benar² selesai, itu tanggungjawabku, bkn orgtuaku.
Senasib. Dr SD-nikah dituntut ini itu. Ekspektasi ini itu. Makanya kl skrg ada yg nanya "wah rncna kedepan apa?" G ada rencana apa², mau menikmati hal2 yg dulu direnggut dr ku sejak msh anak² selama masih diberi kesempatan sm Tuhan.
aku malah dulu korban ortu ambis, “kalo bisa 99, kenapa nggak 100?” “kalo orang lain bisa peringkat 1, kenapa kamu mesti peringkat 2?”
selalu rangking 3 besar juga tapi rasanya kosong, biasa aja, ga dipuji juga, kayak udah sewajarnya aja gitu. aku juga jadi gak bangga selalu rangking, karena udah terpatri pencapaian itu sesuatu yang gak spesial.
rasanya seakan-akan aku ga punya nilai lebih selain prestasi akademis untuk bisa dibanggain orangtua. bahkan dulu hasil psikotes SMP tuh bilang sebenernya aku seniman, bukan akademisi, walau nilai2 pelajaran selalu bagus. tapi ortuku ga dengerin, mereka tetep mikir aku harus fokus di akademis.
sekarang udah gede aku udah ga punya ambisi apa2. dan ortu masih suka nanya, “kamu kok gini-gini aja?”
AKU UDAH CAPEK! mau hidup mengalir aja tanpa ekspektasi!
jangan sampe anakmu ngerasain hal yang sama.
That’s called partial self-acceptance. One can’t accept their self fully w/o celebrating the parts that definitely do not harm to one self or others.
If anything, the internalized belief that opposes that specific part is the barrier to one’s whole acceptance. This includes distancing oneself from & disagreeing with LGBT activism or pride which has contributed a lot in advancing one’s rights.
Self-acceptance is a long-lifetime process, so I hope you find the wisdom and strength in your journey of acceptance.
Teman-teman, saya ingin menjelaskan menstruasi kepada para laki-laki.
Sebagian laki-laki mengira menstruasi hanyalah beberapa hari rasa tidak nyaman, sedikit perubahan mood, lalu selesai.
Padahal, jarang sekali yang benar-benar menghitungnya.
Seorang perempuan berada dalam masa subur itu kurang lebih selama 40 tahun.
Menstruasi datang sekitar setiap 28 hari.
Artinya, dalam hidupnya, seorang perempuan mengalami sekitar 521 kali menstruasi.
Setiap menstruasi berlangsung kurang lebih 5 hari.
Jika dijumlahkan, itu sekitar 2.607 hari.
Hampir 7 tahun hidupnya dilalui dalam keadaan berdarah.
Dan bukan kiasan, dia benar-benar berdarah.
Rata-rata darah yang dikeluarkan sekitar 80 mililiter.
Jika dijumlahkan sepanjang hidup, jumlah darah terbuang mencapai sekitar 42 liter.
Rata-rata tubuh kita berisi sekitar 5 liter darah.
Empat puluh dua dibagi lima.
Artinya, sepanjang hidupnya, seorang perempuan mengeluarkan darah setara lebih dari 8x seluruh darah dalam tubuhnya sendiri,
Delapan volume darah tubuh keluar dari satu perempuan.
Dan ada bagian yang lebih jarang dibicarakan.
Ia memulai semua ini sejak usia 11 tahun.
Sebelas tahun.
Usia ketika sebagian besar dari kita masih belajar memahami tubuh sendiri.
Ia menyembunyikan pembalut di balik lengan saat berjalan ke toilet.
Berdoa agar darahnya tidak tembus ke rok.
Mencari alasan kepada guru olahraga.
Berbisik kepada teman-temannya.
Malu luar biasa jika ada anak laki-laki yang tahu trus menertawakan.
Lalu kebiasaan itu terbawa bertahun-tahun.
Menyembunyikan.
Menutupi.
Berpura-pura semuanya baik-baik saja.
Di sekolah.
Di tempat kerja.
Saat bepergian.
Di ruang rapat.
Di tengah kesibukan.
Di setiap ruangan yang ia masuki.
Ia bisa sedang nyeri, lelah, tidak nyaman, bahkan cemas darahnya tembus. Namun tetap tersenyum.
Tetap bekerja.
Tetap terlihat baik-baik saja.
Tujuh tahun perdarahan.
Empat puluh tahun belajar menyembunyikannya.
Lalu sebagian laki-laki masih menyebutnya, “Ah, cuma moody sebulan sekali.”
Bahkan bikin kepanjangan baru dari PMS, "Prepare to Meet Satan."
Teman-teman,
tugas kita bukan memperbaiki semuanya.
memang tidak akan bisa.
Tugas kita adalah menjadi lebih dewasa dalam memahaminya.
Belikan pembalut tanpa merasa aneh.
Tanyakan apa yang ia butuhkan tanpa menghakimi.
Jangan memasang wajah jijik.
Jangan menjadikan menstruasi sebagai bahan candaan murahan.
Jangan bertanya, “Lagi datang bulan ya?” dengan nada yang ngenyek merendahkan.
Jangan membuat perempuan merasa tubuhnya adalah sesuatu yang harus disembunyikan.
Ia sudah belajar menyembunyikannya sejak usia belasan tahun.
Maka jadilah orang yang membuatnya merasa aman.
Yang membuatnya merasa nyaman
Yang membuatnya tidak perlu lagi bersembunyi.
Street art di sebuah dinding di sudut jalan kota kecil di Jawa Tengah yg kami jumpai tadi pagi ketika jalan pagi...mak deg rasanya. Terima kasih untuk siapapun yg sudah menorehkan karya ini 🫶🌱
Pulangkn TNI keBarak! & jadikan Polri sbagai negosiator yg baik&jujur!
Mhsw tdk perlu dhadang & dlarang, biarkan mreka bkumpul di BundaranHI sperti yg drencanakn.
Bawalah Presiden u/bdialog agar pmasalahan rakyat sgera slesai &aktivitas se-hari2 aman & nyaman
“Kemarahan adalah reaksi paling manusiawi”
Exactly. Jangan dengerkan mereka yang gak paham kemarahan atas ketidakadilan yang tengah menjalar di depan mata. Antara mereka tidak terdampak karna hidupnya kurang napak atau yah bagian dari rezim itu sendiri. Lawan!
Indonesian President Prabowo’s $15B FREE school meals program is causing budget strain.
If that's not bad enough, it's been the source of food poisoning and corruption.
PRABOWO IS LOSING FISCAL CONTROL. THAT IS CREATING A CONFIDENCE PROBLEM AND A SINKING RUPIAH.
HIDUP MAHASISWA
HIDUP RAKYAT
Beberapa tuntutan aksi:
1. Setop pemborosan APBN
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
3. Hentikan program MBG dan pembangunan KopDes
4. Hentikan militerisme di ranah sipil
5. Prabowo berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya
SAMPAI MENANG ✊🏻