"Tolong jangan represif kepada kami, kami mahasiswa bukan penjahat, bukan KKB, kami tidak bersenjata, niat kami tulus perbaikan rakyat Indonesia"
🥺suara mereka suara kita suara rakyat...mahasiswa yang benar² mewakili rakyat yg berjuang demi rakyat... Panjang umur perjuangan... Semoga Allah SWT mendengar perjuangan kita ...mari kita kawal bersama 😇
Suharto
Indonesia adalah, tempat kekalahan terbesar komunis selama perang dingin, pembersihan anti-komunis terbesar di dunia, baik dalam jumlah korban maupun kedalaman pembersihan ideologi politiknya yang dimotori oleh Suharto
Jadi Suharto memang punya musuh ideologi, dan ideologi tidak pernah mati.
Tidak usah heran kalau banyak yang anti Suharto sampai kapanpun, karena ada luka dan malu yang teramat dalam dari sebuah ideologi.
Dendam itu tetntu akan dibungkus dengan berbagai alasan agar tidak terlalu vulgar.
ROY, RISMON DKK
BUKAN MENCARI POPULARITAS,JABATAN
DAN KEKAYAAN !!
MEREKA BERJUANG UNTUK MENGEMBALIKAN MARWAH DAN HARGA DIRI BANGSA !!
JANGAN BIARKAN MEREKA BERJUANG TANPA DUKUNGAN !!
RAKYAT INDONESIA HARUS MENDUKUNG MEREKA !!
APAPUN YANG TERJADI !!!
#PrabowoBangkitkanRevolusi
Kesawah minta diphoto.
Masuk got minta diphoto.
Bagi bagi bansos minta diphoto.
Giliran minta ijazah diphoto., Saya akan lawan..
Kayak aib aja itu ijazah 🤣
Dia merasa:
Dihina, sehina-hinanya
Direndahkan, serendah-rendahnya
Padahal kami:
Dibohongi, sebohong-bohongnya
Ditipu, setipu-tipunya
Maka kami:
Buka, sebuka-bukanya
Bocorkan, sebocor-bocornya
Sehingga kami,
Serahkan segala urusan ini kepada Allah saja
Jika kami salah, kami terima apapun konsekuensinya.
Jika dia salah, biar Allah azab, seazab-azabnya.
Mau nyawapres, otak atik konstitusi.
Mau menang, otak atik bansos.
Bikin Lapor Wapres, otak atik pelapor.
Bikin channel Youtube, otak atik like dan views.
Itu yg masih memuji2 antara punya kepentingan, fetish bully atau dongo tak terhingga.
“Sholat Tapi Pikiran Melayang : Begini Jawaban Rasulullah yang Menggetarkan Hati”
Suasana majelis Rasulullah terasa begitu tenang. Para sahabat duduk melingkar, menyimak setiap perkataan beliau dengan penuh perhatian.
Namun, di antara mereka, seorang sahabat tampak gelisah. Jemarinya saling menggenggam, matanya menunduk, dan napasnya terasa berat.
Setelah beberapa saat ragu, ia akhirnya mengangkat wajah dan berkata dengan suara lirih,
“Wahai Rasulullah, aku ingin bertanya, tetapi aku khawatir pertanyaanku ini akan membuatku semakin malu di hadapan Allah.”
Rasulullah tersenyum lembut, menatapnya penuh kasih sayang.
“Katakanlah, wahai saudaraku. Tidak ada pertanyaan yang membuat seseorang hina jika ia bertanya untuk mencari kebaikan.”
Sahabat itu menarik napas dalam, matanya mulai berkaca-kaca.
“Wahai Rasulullah, aku merasa shalatku sering tidak khusyuk. Kadang aku mengingat urusan dunia, kadang pikiranku melayang entah ke mana. Aku takut shalatku tidak diterima oleh Allah. Apakah dengan shalat seperti itu, aku tetap mendapatkan pahala?”
Suasana majelis seketika menjadi hening. Para sahabat lainnya ikut menunduk, merasakan kegelisahan yang sama. Mereka tahu betapa beratnya pertanyaan itu.
Namun, yang terjadi setelahnya benar-benar di luar dugaan. Rasulullah tidak langsung menjawab. Beliau menatap sahabat itu dengan penuh kelembutan, lalu tiba-tiba air mata mulai membasahi pipi beliau.
Para sahabat terkejut. Mereka jarang melihat Rasulullah menangis dalam situasi seperti ini.
Dengan suara bergetar, beliau berkata,“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh setan tidak akan pernah berhenti berusaha mencuri bagian dari sholat seorang hamba hingga ia teralihkan. Tetapi ketahuilah, Allah tetap melihat usahamu.”
Rasulullah menarik napas dalam, lalu melanjutkan,“Wahai saudaraku, jika engkau meninggalkan shalat hanya karena takut tidak khusyuk, maka setan akan menang. Tetapi jika engkau tetap berusaha shalat meski pikiranmu teralihkan, ketahuilah bahwa setiap kali engkau berusaha kembali kepada Allah dalam shalatmu, saat itulah Allah menyambutmu.”
Mendengar itu, sahabat tersebut tak mampu menahan tangis. Begitu pula para sahabat lainnya.
Kemudian Rasulullah melanjutkan dengan penuh kelembutan,
“Bayangkan seorang ibu yang melihat anaknya berjalan ke arahnya, tetapi anak itu sering jatuh dan tersandung. Apakah sang ibu akan marah? Tidak! Ia justru akan berlari menghampirinya,mengangkatnya, dan mendekapnya erat. Itulah Allah. Ia lebih penyayang daripada seorang ibu kepada anaknya. Selama engkau terus kembali, Allah akan selalu menerimamu.”
Air mata mengalir di pipi sahabat itu. Kata-kata Rasulullah begitu menusuk hatinya. Sejak hari itu, ia tidak lagi putus asa dalam shalatnya. Ia tetap berusaha khusyuk, dan setiap kali pikirannya melayang, ia mengingat nasihat Rasulullah:
“Setiap kali engkau berusaha kembali, saat itulah Allah menyambutmu. Jangan Pernah Berhenti Berusaha”.
Jika kisah ini membuka wawasan kita, yuk berbagi, biar banyak yg tercerahkan.
Setiap satu kebaikan dibalas Allah SWT 10 kali kebaikan.
Kenapa kita diamkan pesan yang bicara tentang agama, sementara terus menyebarkan pesan-pesan politik dan urusan dunia lainnya.
Rasulullah SAW bersabda :
"Sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat."
Mungkin dengan menyampaikan risalah agama ini kepada orang lain, kamu mendapatkan satu amalan yang akan menjadi syafaat untukmu kelak di yaumil akhir.
Sebarkanlah, dan semoga jari-jemarimu menjadi saksi kebaikan untukmu pada Hari Akhirat kelak, InSya-Allaah.
Selamat menyambut hari Jum’at yang penuh Barokah. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin Yaa Mujibassailin.