Rangkuman Karpet Merah Prabowo untuk Buna Teddy Indra Wijaya
1. Para menteri melaporkan progres program kerja melalui Teddy Indra Wijaya, tidak langsung kepada Presiden Prabowo.
2. Para menteri yang dekat dengan Teddy memiliki “jalan tol” untuk bertemu langsung dengan Presiden. Sebaliknya, menteri yang tidak dekat dengannya tidak mendapatkan prioritas pertemuan. Bahkan, terdapat pejabat yang melapor kepada Teddy, tetapi laporannya tidak dibalas.
3. Teddy hampir mengurus semua urusan kabinet, padahal pada periode presiden sebelumnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) hanya menangani urusan administratif.
4. Teddy menyaring laporan para menteri sebelum disampaikan kepada Presiden.
5. Presiden mendapatkan informasi yang utuh dan komprehensif mengenai kerusuhan Agustus 2025 pada pagi hari setelah kerusuhan terjadi pada malam hari.
6. Perwakilan negara sahabat juga mengeluhkan prosedur komunikasi karena untuk berhubungan dengan Presiden harus melalui perantara Teddy Indra Wijaya.
7. Karier Teddy di TNI berjalan sangat cepat. Dalam waktu 14 tahun, ia telah mencapai pangkat Letnan Kolonel. Padahal, secara aturan, masa dinas minimal untuk naik pangkat dari Mayor ke Letnan Kolonel adalah 18 tahun, dan baru bisa dicapai pada tahun 2029.
8. Panglima TNI mengeluarkan aturan baru yang mengurangi masa dinas dari Mayor ke Letnan Kolonel, dari semula 18 tahun menjadi 14 tahun.
9. Sistem meritokrasi di TNI yang telah disusun secara matang dan bertahan selama bertahun-tahun, tiba-tiba diubah untuk mengakomodasi Teddy.
10. Kalangan internal TNI tidak dapat memprotes karena Teddy adalah orang paling dekat dengan Presiden, yang merupakan Panglima Tertinggi TNI.
https://t.co/AuqJZcFYDb