Bapak ini barusan cerita kalau.. dia ada mantan atasan, baru pensiun bulan kemarin. Dulu terkenal baik dan gampang kasih cuti. Kariernya bagus, pensiun di posisi tinggi.
Suatu hari ketemu dia di pinggir jalan, sedang ganti ban mobil. Berhenti, bantu. Tidak lama, teman kantor yang jogging ikut berhenti. Terus ada lagi. Akhirnya empat orang. Sebagian lebih banyak ngawasin sih, tapi tetap kumpul.
Habis ganti ban, ada yang bawa ban bocor ke tambal. Lalu reuni kecil di kafe dekat situ. Bekas bos mau traktir, ternyata tagihannya sudah dibayar teman. Dia sampai menangis. Terharu, masih diperlakukan baik meski sudah bukan atasan.
Tidak semua bernasib seperti itu. Ada juga bekas bos yang dulu tidak enak, pensiun lalu sakit-sakitan, sepi, sampai meninggal tanpa banyak yang peduli.
Ini pelajaran buat kita semua🙏
Jabatan itu stempel. Habis cap-nya dicabut, yang tersisa hanya bagaimana kita dulu memperlakukan orang.
girl to girl:
cowo kalo ngeluarin duit , ngasih duit, belanjain buat kalian itu termasuk effort ya dan berarti kalian spesial jangan di anggep itu bare minimum buang pikiran miskin itu.
Lu harusnya merasa gagal jadi manusia ketika ada orang lain yang tadinya hidup baik-baik aja, secure, bahagia, disayang keluarga dan teman-temannya, tapi disitu ketemu sama lu, dia jadi pribadi yang murung dan penuh dengan trauma karena kelakuan lu.
Gw gak percaya gw bisa jawab gini. Mungkin karena emang gada jawaban lain. Tapi pas gw baca ulang hati gw kok tentram ya? Tetep stress tapi ya tenang aja gitu?
Strategi terbaik saat ini :
Nabung dulu sampai Rp 50 juta, sambil pantau wallet legenda
Sekiranya dia buy koin lama ya ikut buy aja. Meskipun tabungan baru mencapai Rp 20 juta.. karena dia kalau buy dengan conviction tinggi
Main di koin baru resiko tinggi, kayak orang judi
Bapak ini ceritanya dulu semua penghasilannya diserahkan ke istrinya, Nuning, untuk diatur.
Baginya, mempercayakan urusan uang rumah tangga ke istri itu kebanggaan tersendiri. Nuning juga senang karena merasa dipercaya.
Kalau Bapak butuh uang, cukup bilang, “Ning, Bapak minta uang ya.”
Langsung dikasih.
Kalau Nuning memakai uang, selalu bilang dulu.
“Pa, tadi dipakai untuk ini ya.”
Tidak ada yang merasa lebih berhak.
Yang ada hanya kepercayaan.
Kalau ada kebutuhan yang lebih besar dari penghasilan, Nuning biasanya bilang,
“Kita perlu cari tambahan, Pa.”
Bapak bilang, dia selalu suka kata “kita”-nya.
Bukan “kamu”.
Jadi dari dulu, urusan keluarga terasa dikerjakan bersama.
Sekarang Bapak dan anak-anak harus belajar mengatur keuangan sendiri.
Belajar mencukupkan apa yang ada.
Di akhir ceritanya, Bapak hanya bilang terima kasih.
Atas kesederhanaan, kesabaran, dan cara Nuning membuat keluarga itu selalu merasa cukup.
Lalu bapaknya bilang,
“Tunggu Bapak di sana, ya.”
Asli pak, jadi ikut terharu🙏😢
Itulah knapa beberapa cowok nanyain ke calon istrinya
"Mau diajak susah ga?"
Walau sekarang keliatan berkecukupan, gatau kedepannya kekgimana. Contohnya kekgini ni.
Banyak contoh breadwinner yg jatuh, tapi karena support istri malah melejit pada akhirnya
di timeline liat konten bule yg ninggalin kerjaan kantornya buat kerja di pinggir laut karena suka surfing, ada yg busking main musik, ada yg ngelukis..
gue sedih karena.... wni ga pernah dapet kesempatan buat eksplor potensialnya karena sibuk bertahan hidup tiap hari 😭
Gapapa bang.
Gagal juga bagian dr proses kok.
Kamu jauh lebih baik drpada mereka-mereka yang bacotannya pada tone deaf.
Cuekin aja.
Toh kalo kamu kelaperan,
mereka gatau.
Kamu perlu bayar kuliah,
mereka gatau.
Fokus aja built.
Brick by brick.
Layer by layer.
Kamu yang udh mulai belajar sekarang lebih baik daripada diri kamu yang malas malasan kemarin.
Semangat, Bang!
CARA BUANG AURA MISKIN.
1. Buang barang yang udah rusak
2. Beli pakaian dalam yang mahal
3. Bersihkan sampah dalam rumah sebelum tidur
4. Jangan biarkan wastafel penuh
5. Shalat on time, belajar tepat waktu