Jadi.. selama 10 tahun terakhir, cara parenting yang katanya "lembut dan baik" itu TERNYATA gagal total.
Iya, gagal.
Penelitian di tahun 2025 di Amerika menunjukan:
keluarga yang pake aturan tegas—jam malam nggak bisa ditawar, batasan gadget jelas PUNYA HUBUNGAN SAMA ANAKNYA JAUH LEBIH BAIK.
Ketularan yg bilang air hujan dimasukkan ke dlm tanah.😁😇
Yg sering menindas, merugikan, bahkan masuk penjara itu bukan orang bodoh, melainkan orang jahat.
Kebodohan bisa diperbaiki dgn belajar, tapi kejahatan lahir dari niat buruk & kesengajaan. Itu yg jauh lebih berbahaya.
Seorang kepala sekolah di Prabumulih dinonaktifkan karena menegur anak wali kota yg membawa mobil ke sekolah.
Seorang kepala sekolah di Cimarga dinonaktifkan karena menegur (bahkan menampar) siswa yg kedapatan merokok.
Jika teguran menjadi kesalahan, dan ketegasan dianggap kekerasan,
maka kita sedang hidup di zaman di mana nilai moral dikalahkan oleh posisi sosial.
64 Christians in Nigeria were hacked to death by Islamists yesterday.
Candace Owens? Silent.
Owen Shroyer? Silent.
Tucker Carlson? Silent.
Ana Kasparian? Silent.
The media? Silent.
Jadi gini ..
Teknik ini, bisa dibilang ”baru”, & digunakan menyebar sesuai dng era digitalisasi skrg ini dng nengikuti perkembangan yg ada.
Teknik² tsb memobilisasi anak² muda gitu, kayak mahasiswa/pelajar, & udah diatur rapih agar terhubung lewat internet/medsos, & bisa bergabung dlm waktu relatif singkat utk bergerak serentak, & juga bisa langsung berpindah² tempat. Dari 1 wilayah ke wilayah lainnya hanya dlm hitungan menit.
Bagian pertama dr rangkaian laporan tsb juga menyatakan, bhw sejak awal abad ke-21, perkembangan pesat internet telah membuka peluang baru bagi kegiatan infiltrasi, subversi, & sabotase CIA.
Lembaga & individu di seluruh dunia yg menggunakan peralatan & produk² perangkat lunak internet AS sebenarnya udah disusupi jadi ”agen” boneka CIA (tp ga semua lho ya), & juga ikut ngebantu badan² tsb dng cepat jadi ”bintang” di perang spionase siber.
Mau itu revolusi warna Ukraina 2014, revolusi Bunga Matahari di Taiwan, revolusi Saffron di Burma 2007, atau revolusi Hijau Iran 2009, dll semua itu ada pengaruh badan intelijen AS yg ikut bermain.
Ya sederhananya gitu deh, jng kaget Indonesia Nepal dll skrg² ini kerusuhan²nya ga jauh dari kecepatan provokasi di medsos & melibatkan bnyak influencers yg punya bnyak followers.
Ya gitu deh ..
Ada laporan yg dibuat oleh CIA dlm teknik revolusi yg mendompleng kendaraan ”Demokrasi’ yg sudah dipersiapkan.
Teknik kunci dlm pergantian rezim yg dikenal dng sebutan ”swarming”.
Teknik yg digunakan utk memobilisasi anak² muda agar mau bergabung dlm protes/unjuk rasa dlm skala besar.
Keberhasilan teknik tsb bergantung pada sbrp luasnya penggunaan internet/medsos di negara target. Sulit dilacak.
BEGINILAH KELAKUAN WAKIL RAKYAT DARI PDIP!!
Wahyudin Moridu Anggota DPRD Gorontalo dari PDIP secara sombong mengakui dan mengajak untuk merampok uang negara biar negara tambah miskin.
Pinter juga dia, sebab makin miskin rakyat makin laris partainya jualan wong cilik kan?