Fajar : Karena aku telah mengenalmu. Dan aku pernah menjadi bagian dihidupmu, menjadi peluk yang pernah menghangatkanmu, menjadi sesuatu yang kau sebut bahagia. Aku bersyukur telah memiliki kesempatan itu bersamamu.
Kalaupun kamu tak ingin menemuiku lagi, kalaupun kita tak akan pernah seperti dulu lagi, aku hanya igin mengucapkan satu permintaan. Tolonglah tetap membawa namaku dalam shalat lima waktumu
Ada byk kenangan yg tdk bisa aku lupakan. Kamu tlah mnjdi bgian diriku dan sangat munafik jika aku mengaku tdk kehilangan kamu. Kamu humoris, menyenangkan, meneduhkan. Dan hal sederhana itu sllu berhasil mmbuat ku jtuh cnta berkali2
Maafkan kebodohanku karena pernah sempat beberapa kali menguhubungimu. Dan, telepon & pesan singkatku memang tdk kamu gubris, sesuai dgn perkiraanku. Iu sdh cukup jd bukti bahwa kamu tak ingin tahu lagi kabar & keadaanku
Mungkin sampai sekarang kamu tak tau bagaimana hancurnya aku, bagaimana aku berjuang mati2an utk mengembalikan diriku yg sempat kamu curi. Mungkin kamu juga tak peduli bagaimana aku mengobati lukaku sendirian.
Semua memang tak mudah, aku mulai merangkak dan berjalan sendiri. Aku mencari duniaku lagi, membangun semua dari awal lagi, dan membiasakan diri untuk melangkah tanpa bisikan semangat darimu:)))
Aku mencintaimu dan aku tak tahu mengapa pelukanmu yg hangat itu selalumembuatku sealu ingin pulang ke arahmu, meskipun sejak dulu hrusnya aku sadar kamu bukan tempat pulang yang tepat
Kamu boleh bilang aku bodoh & tolol. Sejak mengenalku, aku merasa makin bodoh & tolol. Kamu membutakan semua & menggelapkan pandanganku tentang cinta.
Pelukan dan rangkulanmu adalah tempat paling sederhana yang selalu ingin aku kunjungi, sayangnya aku tak diizinkan lagi masuk kedalam duniamu. Sekarang, kita adalah dua orang yang berjauhan, yang seakan tak saling kenal, dan menjalani hari seolah dulu kita tak punya perasaan apa2